Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

SIDOARJO - Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mall Mini Pelayanan Polri Polresta Sidoarjo Polda Jatim terus berinovasi meningkatkan pelayanan masyarakat. 

Kerja keras Polresta Sidoarjo Polda Jatim dalam melakukan inovasi dan perbaikan pelayanan publik tersebut, masuk sebagai Finalis Top Inovasi KIPP (Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik) tahun 2025 untuk kategori umum dan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Penghargaan yang diberikan Menteri PANRB Rini Widyantini tersebut, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di Lingkungan 
Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah Tahun 2025.

Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing, mengucapkan terima kasih atas diberikannya penghargaan dari Menteri PANRB atas inovasi SPKT Mall Mini Pelayanan Polri Polresta Sidoarjo, sebagai Finalis Top Inovasi KIPP tahun 2025 Kelompok Umum.

"Keberhasilan inovasi publik Polresta Sidoarjo tidak lepas dari dukungan serta arahan Bapak Kapolri dan Kapolda Jawa Timur, Forkopimda Sidoarjo, stake holder terkait, kerja keras anggota dan kritik saran masyarakat untuk kemajuan pelayanan publik di Polresta Sidoarjo," kata Kombes. Pol. Christian Tobing, Rabu (14/1/2026).

Penghargaan ini menjadi capaian nasional yang mencerminkan keberhasilan pelaksanaan pelayanan masyarakat, serta dalam upaya menjaga situasi kamtibmas Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Sidoarjo. 

Peningkatan pelayanan publik lanjut Kapolresta Sidoarjo, adalah senada dengan amanat Kapolri agar seluruh jajaran tetap membumi, tetap dekat dengan masyarakat, sehingga para Kasatwil akan selalu ingat terhadap jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. (*)
MAGETAN – Kapolres Magetan, AKBP Raden Erik Bangun Prakasa bersama Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti meresmikan Gedung Setia SPKT Polres Magetan dan Gedung Setia Pos Polisi Sarangan Polres Magetan, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan peresmian dipusatkan di Gedung Pesat Gatra Polres Magetan dan Gedung Setia SPKT Polres Magetan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Magetan, Dandim 0804/Magetan, jajaran Forkopimda Kabupaten Magetan, para pejabat utama Polres Magetan, Kapolsek jajaran serta tamu undangan lainnya. 

Peresmian ini menjadi momentum penting dalam peningkatan sarana prasarana pelayanan publik dan pengamanan di wilayah Kabupaten Magetan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Kapolres Magetan dan Bupati Magetan yang disaksikan jajaran Forkopimda dan undangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita bunga di depan pintu masuk Gedung Setia SPKT Polres Magetan oleh Bupati Magetan sebagai tanda resmi digunakannya gedung tersebut.

Dalam sambutannya, Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi bagian penting dari sejarah pelayanan Polri di Kabupaten Magetan.

“Alhamdulillah, saat ini kami bersama Ibu Bupati dapat membangun Pos Polisi Sarangan yang lebih baik dari sebelumnya,” ungkap Kapolres Magetan.

Ia menegaskan, Pos Polisi Sarangan memiliki peran yang sangat vital mengingat kawasan tersebut merupakan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Magetan.

“Sebagai kawasan wisata andalan, Sarangan membutuhkan pengamanan dan pengaturan yang ekstra," ujarnya.

Kapolres Magetan berharap, kehadiran Pos Polisi yang representatif diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolres Magetan menjelaskan bahwa Gedung Setia SPKT Polres Magetan akan menjadi wajah pelayanan prima Kepolisian.

“Gedung SPKT ini menjadi wajah pelayanan Polri. Di sinilah masyarakat dapat mengakses berbagai layanan Kepolisian secara cepat, terpadu, dan ramah," tambah Kapolres Magetan.

AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menyampaikan upaya yang dilakukannya itu adalah wujud transformasi Polri yang berorientasi pada pelayanan publik atau Police Public Service.

Kapolres Magetan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Magetan atas dukungan yang telah diberikan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati Magetan beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Magetan atas dukungan anggaran dan koordinasi yang luar biasa, sehingga pembangunan proyek fisik ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti dalam sambutannya menyampaikan bahwa peresmian Gedung SPKT dan Pos Polisi Sarangan merupakan bentuk pelayanan strategis kepada masyarakat.

“Kami berharap gedung ini menjadi simbol pelayanan prima serta sinergi antara masyarakat dan Kepolisian,” tutur Bupati.

Bupati menambahkan, SPKT memiliki peran penting sebagai titik pertama masyarakat dalam memperoleh pelayanan Kepolisian.

“SPKT adalah tempat awal masyarakat melapor dan mengadu, sehingga pelayanan yang responsif dan cepat menjadi kunci," tambah Bupati Magetan.

Ia mengatakan, pembangunan Pos Polisi Sarangan bukan sekadar membangun fisik, tetapi sebagai simbol kehadiran Polri dalam memberikan rasa aman di kawasan wisata Telaga Sarangan.

Di akhir sambutannya, Bupati Magetan menekankan pentingnya sinergitas seluruh pihak dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wilayah.

 “Rasa aman bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Sinergitas Pemerintah Kabupaten Magetan, Polres Magetan, dan seluruh instansi terkait sangat diperlukan demi menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Magetan,” pungkasnya. (*)
Jateng - Kapolri Jenderal Listyo Sigit meresmikan secara langsung 19 jembatan merah putih presisi di Desa Cucukan, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini merupakan komitmen Polri dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Presiden Prabowo Subianto. 

"Alhamdulillah hari ini saya ucapkan apresiasi kepada Bapak Kapolda Jateng dan jajarannya, yang bergerak cepat tindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden terkait dengan keprihatinan beliau melihat anak-anak yang sekolah terpaksa harus menyeberang atau memutar jauh," kata Sigit kepada awak media, Rabu (14/1/2026). 

Secara keseluruhan terdapat 63 jembatan yang dibangun oleh Polda Jateng yaitu 19 jembatan yang diresmikan hari ini, 15 jembatan dalam tahap proses pembangunan, empat jembatan dalam tahap persiapan dan 25 jembatan lainnya dalam tahap survei serta perencanaan.

"Alhamdulillah dari rencana 63 jembatan hari ini telah diresmikan 19 jembatan secara serentak dan sisanya saat ini sedang dalam proses baik percencanaan, maupun pembangunan," ujar Sigit. 

Lebih dalam, Sigit menekankan, dalam proses pembangunannya, polisi bersinergi dengan warga setempat. Sehingga, terjalin hubungan yang baik antara personel Korps Bhayangkara dengan masyarakat. 

"Di dalam pengerjaan melibatkan langsung masyarakat di sekitar. Sehingga, kemudian terjalin interaksi baik yang kita harapkan hubungan Polri dengan masyarakat semakin baik, sesuai tagline kita Polri untuk masyarakat," ucap Sigit. 

Sampai dengan saat ini, Polri telah melakukan perbaikan dan pembangunan 178 unit jembatan dinseluruh Indonesia, dengan rincian 58 unit selesai dibangun, 32 unit dalam proses pembangunan, 6 unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman dan 82 unit dalam tahap perencanaan.

"Di samping itu 178 jembatan saat ini sudah terbangun namun yang paling besar di wilayah Polda Jateng," ucap Sigit. 

Dengan dibangunnya jembatan ini, Sigit berharap bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh anak sekolah, petani dan seluruh masyarakat. Kemudian, jalur penghubung ini juga bisa meningkatkan perekonomian wilayah setempat. 

"Mudah-mudaha  selain bisa membantu berangkat sekolah lebih cepat, kemudian petani ke sawah lebih cepat dan juga kegiatan masyarakat lain terbantu, harapan kita juga bisa membantu menambah atau menaikan pertumbuhan perekonomian desa," tutur Sigit.

Untuk diketahui, dalam hal ini, sebanyak 34 unit jembatan di antaranya dibangun di wilayah terdampak bencana dengan rincian 17 unit telah selesai, tiga unit masih dalam proses pembangunan, enam unit jembatan Bailey dalam tahap pengiriman, dan delapan unit dalam tahap perencanaan.

Pembangunan jembatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam melaksanakan perintah Presiden RI untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga dapat mempermudah mobilitas masyarakat terutama anak-anak untuk dapat bersekolah dengan aman, mendukung aktivitas ekonomi, pemulihan infrastruktur, dan memperkuat akses antar-wilayah, khususnya di daerah yang membutuhkan infrastruktur penunjang.
KEDIRI KOTA - Satreskrim Polres Kediri Kota Polda Jatim berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor (curanmor).

Dari pengungkapan tersebut, Polisi berhasil mengamankan 2 orang tersangka berinisial berinisial WN (29) warga Prambon Kabupaten Nganjuk dan SN (33) warga Kabupaten Sidoarjo.

Selain Dua tersangka, Polisi juga mengamankan 4 unit motor yang diduga hasil kejahatan dan 1 unit motor yang dipakai untuk melakukan aksinya.

Hal itu disampaikan langsung Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Cipto Dwi Leksana, S.Tr.K., S.I.K., M.H. saat konferensi pers di Mapolres Kediri Kota, Rabu (14/1). 

"Kami berhasil mengamankan barang bukti 4 unit sepeda motor dan 1 unit motor yang digunakan sebagai sarana dalam melakukan aksi curanmor," ujar AKP Cipto.

Ia mengatakan, aksi pencurian itu bermula ketika pelapor yang merupakan warga Desa/Kecamatan Tarokan berangkat dari rumah untuk memupuk tanaman jagung di persawahan. Kemudian, sepeda motor tersebut diparkir di pinggir sawah. 

"Setelah selesai beraktivitas di sawah, sepeda motornya Honda Supra X 125 ternyata sudah raib," jelasnya.

Setelah korban melapor, Unit Resmob Satreskrim Polres Kediri Kota dan Unit Reskrim Polsek Tarokan melakukan pengecekkan tempat kejadian perkara (TKP) dengan melaksanakan penyisiran yang tercover CCTV.  

Petugas kemudian mendapatkan petunjuk dan arah dimana tersangka pergi dan melakukan penangkapan.

"Hasil pemeriksaan, tersangka diketahui sudah melakukan aksinya lebih dari satu kali," kata AKP Cipto.

Saat ini petugas masih melakukan pendalaman terindikasi ada beberapa TKP yang dilakukan tersangka. 

"Mohon doanya agar bisa dilakukan pengungkapan lebih lanjut," ungkapnya. (*)
Jakarta Utara — Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (13/1/2026) berdampak pada ribuan warga dan memaksa mereka mengungsi ke berbagai titik aman. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 1.903 jiwa terdampak di tujuh kelurahan. Seiring surutnya air, para pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing pada Selasa (14/1/2026) untuk membersihkan hunian dan menata kembali kehidupan sehari-hari.

Di tengah proses pemulihan tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Biro SDM Polda Metro Jaya menghadirkan tim trauma healing bersama relawan mahasiswa Universitas Indonesia untuk mendampingi warga, Rabu (14/1/2026). Kehadiran ini difokuskan pada pemulihan psikologis masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu-ibu, yang masih merasakan dampak pascabanjir.

Tim Psikologi SDM Polda Metro Jaya menyusuri lingkungan permukiman warga. Mereka menyapa para orang tua, mendengarkan cerita dan keluhan yang masih tersisa, serta mengajak anak-anak bermain agar suasana kembali terasa lebih ringan. Pendekatan yang sederhana dan dekat ini dilakukan agar warga merasa ditemani dalam melewati masa pemulihan.

Dalam kegiatan tersebut, Polri turut mengajak relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia yang tengah magang, yakni Belva Catalina Detalicia, Erinna Terta Magee, dan Sang Ayu Made Chanda Dewi Andika Putri, untuk membantu proses pendampingan langsung di lapangan.

Pendampingan dilakukan melalui hal-hal yang dekat dengan keseharian warga. Selain berbincang dan bermain bersama anak-anak, tim juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar seperti handuk, selimut, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, alat tulis sekolah, serta mainan anak-anak. Bantuan ini menjadi bagian dari upaya meringankan beban warga yang baru kembali dari pengungsian.

Kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat bagi para ibu. Dalam suasana santai, psikolog Polri memperkenalkan sekaligus mempraktikkan teknik pernapasan 4-7-8, sebuah metode sederhana yang bertujuan membantu tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks. Teknik ini diberikan agar para ibu memiliki cara mudah untuk meredakan ketegangan, stres, dan kelelahan yang kerap muncul akibat kondisi pascabanjir.

Kabidhumas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa kehadiran tim trauma healing merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan masyarakat terdampak mendapat pendampingan yang dibutuhkan.

“Setelah banjir, yang tersisa bukan hanya kerusakan fisik, tetapi juga kelelahan dan rasa cemas. Karena itu, Polri hadir bersama warga, mendengarkan, dan mendampingi agar mereka merasa tidak sendiri serta dapat perlahan memulihkan diri,” ujar Kombes Pol Budi Hermanto, S.I.K., M.Si.

Salah satu relawan mahasiswa psikologi Universitas Indonesia, Belva Catalina Detalicia, mengungkapkan pengalamannya saat terjun langsung ke lapangan.

“Ini menjadi pengalaman pertama bagi kami mendampingi warga terdampak banjir secara langsung. Ada rasa hangat ketika melihat anak-anak tersenyum, tetapi juga kesedihan saat melihat kondisi yang mereka hadapi. Interaksi langsung membuat empati kami semakin terasa,” tutur Belva.

Ia menambahkan bahwa pendekatan sederhana justru membuat warga lebih terbuka.

“Kami berbagi mainan, susu, camilan, kaos kaki, handuk, sikat gigi, dan roti. Kami juga mendampingi ibu-ibu dengan penyuluhan singkat, termasuk latihan pernapasan 4-7-8, agar mereka memiliki cara sederhana untuk menenangkan diri saat merasa lelah atau tertekan,” tambahnya.

Menutup keterangannya, Kabidhumas Polda Metro Jaya menegaskan bahwa Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam penanganan darurat, tetapi juga pada fase pemulihan, agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas secara normal dengan kondisi psikologis yang lebih baik.


 BOGOR — Kepala Desa Cibinong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Herry Mulyadi, menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara di wilayah Desa Cibinong. Dukungan tersebut diberikan sebagai bagian dari komitmen pemerintah desa dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.


Dalam keterangannya, Herry Mulyadi menegaskan bahwa pada prinsipnya Pemerintah Desa Cibinong mendukung setiap program pembangunan yang berorientasi pada kemajuan pendidikan, khususnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Bogor dan sekitarnya.


“Pemerintah Desa Cibinong pada dasarnya mendukung pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” ujar Herry Mulyadi.


Ia menilai, kehadiran SMA Kemala Taruna Bhayangkara diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja baru.


“Pembangunan sekolah ini kami harapkan dapat memberikan efek ganda, baik di bidang pendidikan maupun ekonomi masyarakat,” tambahnya.


Meski demikian, Herry Mulyadi menekankan pentingnya sinergi dan komunikasi yang intensif antara pihak pengelola pembangunan, pemerintah desa, dan masyarakat setempat. Menurutnya, hal tersebut diperlukan agar seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.


“Koordinasi yang baik sangat diperlukan agar proses pembangunan berjalan tertib, transparan, serta tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan yang merugikan warga,” jelasnya.


Lebih lanjut, Herry menyatakan bahwa Pemerintah Desa Cibinong siap berkoordinasi dan mendukung langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara dapat berjalan lancar dan berkelanjutan.


Ia pun berharap pembangunan sekolah tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi dunia pendidikan, tetapi juga bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Cibinong dan wilayah sekitarnya.


“Harapan kami, pembangunan SMA Kemala Taruna Bhayangkara ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat besar bagi pendidikan serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.


 MALANG – Polres Malang Polda Jatim menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan praktik perjudian di wilayah Dusun Sumbertimo, Desa Arjosari, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. 


Laporan tersebut diterima melalui layanan pengaduan (Call Center bebas pulsa) 110, Selasa (13/1/2026).


Informasi awal disampaikan warga yang melaporkan adanya aktivitas perjudian jenis sabung ayam, dadu, dan cap jiki di satu lokasi yang sama. 


Pelapor menyebutkan kegiatan tersebut diduga telah berlangsung selama beberapa bulan dengan jam operasional tertentu.


Menindaklanjuti laporan itu, petugas dari Polsek Kalipare Polres Malang langsung mendatangi lokasi yang dimaksud pada Selasa siang. 


Namun saat petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan aktivitas perjudian.


Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengatakan, meski tidak mendapati kegiatan judi yang sedang berlangsung, petugas menemukan sejumlah sarana yang diduga pernah digunakan untuk praktik sabung ayam.


“Petugas mendatangi lokasi sesuai laporan masyarakat. Saat tiba di TKP tidak ditemukan aktivitas perjudian, namun masih terdapat sarana yang diduga pernah digunakan. Sarana tersebut kemudian dilakukan penertiban dengan cara dibongkar,” ujar AKP Bambang, Rabu (14/1/2026).


Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat sekaligus upaya pencegahan agar lokasi tidak kembali digunakan untuk aktivitas perjudian.


“Penanganan ini adalah menutup peluang terjadinya kembali praktik perjudian. Selain pembongkaran sarana, petugas juga memberikan imbauan kepada warga sekitar agar tidak terlibat dalam perjudian dalam bentuk apa pun,” jelasnya.


Selain itu, lanjut Bmbang, polisi juga melakukan pendekatan preemtif dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan aktivitas serupa.


“Kami mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif menjaga kamtibmas. Jika mengetahui adanya perjudian atau tindak pidana lainnya, segera laporkan melalui call center 110 agar bisa segera kami tindaklanjuti,” pungkas AKP Bambang. (*)