TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
SURABAYA - Suasana penuh kehangatan dan kepedulian terasa di
halaman Polsek Pakal Polrestabes Surabaya pada Kamis, 26 Februari 2026.
Melalui program Dapur Berkah Ramadan, jajaran kepolisian
menghadirkan momen berbuka puasa bersama dengan Komunitas Wong Bodo dan
masyarakat sekitar.
Sebanyak 600 porsi hidangan disajikan secara prasmanan sebagai
wujud nyata kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan antara polisi dan
warga.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 17.00 WIB ini dipimpin langsung
oleh Kapolsek Pakal, AKP Mulya Sugiharto, S.I.K., bersama para kanit dan
anggota piket fungsi.
Kehadiran sekitar 20 anggota komunitas serta puluhan warga
menambah hangatnya suasana kebersamaan di bulan suci.
Sejak sore hari, personel Polsek Pakal bersama Komunitas Wong Bodo
telah bergotong royong menyiapkan seluruh rangkaian acara.
Semangat kebersamaan terlihat saat proses penataan hidangan hingga
penyambutan masyarakat yang hadir.
Menjelang waktu berbuka, Kapolsek Pakal AKP Mulya menyampaikan
sambutan yang menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai momentum
memperkuat silaturahmi dan kepedulian sosial.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah
masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan tetapi juga berbagi
kebahagiaan," ujar AKP Mulya.
Menurutnya program Dapur Berkah Ramadan ini tidak sekadar
menghadirkan hidangan berbuka puasa, tetapi juga menjadi ruang interaksi yang
hangat antara aparat kepolisian dan masyarakat.
Kehadiran warga yang antusias menunjukkan bahwa kegiatan sosial
semacam ini mampu memperkuat kepercayaan publik serta membangun kedekatan
emosional.
"Kegiatan berbagi ini merupakan komitmen berkelanjutan untuk
menghadirkan Polri yang humanis dan selalu hadir di tengah masyarakat,"
tambah AKP Mulya.
Buka puasa bersama di Mapolsek Pakal menjadi gambaran nyata
bagaimana Ramadan menghadirkan nilai kebersamaan tanpa sekat.
Polisi, komunitas, dan masyarakat duduk bersama dalam satu meja,
menikmati hidangan yang sama, serta memanjatkan doa dalam suasana yang khidmat.
Momentum ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan
seremonial, tetapi terus berlanjut sebagai budaya kebersamaan yang memperkuat
sinergi antara kepolisian dan masyarakat.
TULUNGAGUNG – Sejak awal bulan Ramadhan, Polres Tulungagung Polda
Jawa Timur bersama pemerintah daerah setempat dan instansi samping terus
memantau dan memastikan kebutuhan pokok warga masyarakat aman.
Melalui Tim Satgas Pangan, Polres Tulungagung Polda Jatim
bergerak, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar dan toko
retail.
Terbaru, tim gabungan Polres Tulungagung dan instansi samping
tersebut mendatangi agen dan pangkalan LPG 3Kg bersubsidi di wilayah
Tulungagung.
Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Nanang Murdianto mengatakan,
langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan yang
bisa memicu kelangkaan LPG 3kg.
"Pengawasan akan terus kami lakukan bersama instansi terkait
guna menjamin ketersediaan dan mencegah adanya penyimpangan,” ujar Iptu Nanang,
Kamis (26/2/26).
Ia menambahkan, pengawasan tidak hanya dilakukan sesekali, tetapi
akan terus dimonitor secara berkala.
Hal itu demi menjaga stabilitas pasokan sekaligus situasi
kamtibmas tetap aman dan kondusif menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Kasi Humas Polres Tulungagung juga mengatakan kegiatan ini
merupakan langkah preventif untuk memastikan distribusi LPG 3 Kg bersubsidi
tetap tepat sasaran dan tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.
"Hasil pengecekan di lapangan tidak ditemukan adanya praktik
penimbunan stok LPG 3 Kg bersubsidi," ujar Iptu Nanang.
Namun demikian, lanjut Iptu Nanang terpantau adanya sedikit
antrean pembeli di Pangkalan LPG 3 Kg KONAR yang berada di Dusun Krandegan RT
003/RW 003 Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung.
Dengan sinergi lintas instansi ini, diharapkan masyarakat
Tulungagung tidak perlu khawatir akan kelangkaan LPG 3 Kg bersubsidi.
"Polres Tulungagung bersama pemerintah daerah memastikan
distribusi tetap terjaga, sehingga kebutuhan dapur warga selama Ramadan hingga
Lebaran bisa terpenuhi dengan aman," pungkasnya.
KOTA PROBOLINGGO - Satreskrim Polres Probolinggo Kota Polda Jatim
menangkap seorang pria berinisial AE (32) atas kasus pencurian barang
elektronik di sejumlah lokasi di wilayah Kota Probolinggo.
AE ditangkap Tim Opsnal Satreskrim Polres Probolinggo Kota pada
Rabu (3/2/2026) sekitar pukul 18.15 WIB di wilayah Mayangan.
Dari hasil pemeriksaan, tersangka tercatat sudah 12 kali melakukan
aksi pencurian di sekolah dan perkantoran.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Probolinggo
Kota AKP Zaenal Arifin didampingi Plt Kasi Humas Iptu Zainullah, Kamis
(26/2/26).
AKP Zaenal Arifin menjelaskan, tersangka menyasar berbagai barang
elektronik yang memiliki nilai jual.
“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah melakukan
pencurian sebanyak 12 kali di lokasi berbeda,” ujar AKP Zaenal.
Kasus terakhir terjadi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 3
Kecamatan Kanigaran pada Rabu (28/1/2026) dini hari.
Di lokasi tersebut, tersangka mengambil 1 unit AC karena merupakan
barang elektronik yang tersedia di tempat kejadian.
Kepada Polisi, tersangka mengaku beraksi seorang diri dengan
berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran.
Setelah menemukan lokasi yang dinilai sepi, pelaku masuk dengan
merusak akses bangunan dan mengambil barang elektronik yang bisa dijual
kembali.
“Tersangka mengambil barang elektronik yang mudah dijual untuk
memenuhi kebutuhan sehari-hari,” tambah AKP Zaenal.
Dari penangkapan ini, Polisi menyita 1 unit AC Samsung ½ PK
(indoor dan outdoor), sepeda motor Honda CB150R yang digunakan saat beraksi,
serta sejumlah alat seperti obeng dan tang.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 7
tahun penjara dan denda hingga Rp 500 juta.
Polisi masih mendalami kemungkinan adanya lokasi kejadian lain
serta menelusuri dugaan penadah barang hasil curian tersebut.
BANJARMASIN - Korps Lalu
Lintas (Korlantas) Polri terus mendorong transformasi digital penegakan hukum
lalu lintas melalui implementasi perangkat Electronic Traffic Law Enforcement
(ETLE) Mobile Handheld di wilayah hukum Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan.
Kebijakan ini merupakan arahan Kepala Korps Lalu Lintas Polri
Irjen Pol Drs. Agus Suryo Nugroho, S.H., M.Hum yang menegaskan pentingnya
percepatan digitalisasi penindakan sebagai bagian dari transformasi Polri
Presisi.
Pelaksanaan kegiatan tersebut berada di bawah kendali Direktur
Penegakan Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal, S.I.K., M.H,
yang secara konsisten mengawal implementasi ETLE secara nasional agar berjalan
terstandar, terintegrasi, dan akuntabel di seluruh jajaran.
Hal itu seperti disampaikan oleh Kasubdit Dakgar Ditgakkum
Korlantas Polri Kombes Pol Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H usai
penyerahan perangkat ETLE Mobile Handheld kepada Direktur Lalu Lintas Polda
Kalimantan Selatan (Kalsel), Kombes Pol Dr. M. Fahri Anggia Natua Siregar,
S.H., S.I.K., M.H, Kamis (26/2/26).
Kombes Pol Dwi Sumrahadi mengatakan, penyerahan perangkat ETLE
Mobile Handheld tersebut sebagai bentuk penguatan operasional serta tindak
lanjut kebijakan penegakan hukum berbasis elektronik di daerah.
"Implementasi ETLE Mobile Handheld ini dirancang untuk
memperluas jangkauan pengawasan pelanggaran lalu lintas secara mobile,
fleksibel, dan presisi," ujar Kombes Dwi Sumrahadi.
Dengan sistem berbasis digital, lanjut Kombes Pol Dwi Sumrahadi
petugas dapat melakukan perekaman pelanggaran secara real-time, sehingga proses
penindakan lebih efektif, profesional, serta meminimalisir potensi
penyimpangan.
Seluruh data hasil tangkapan ETLE Mobile Handheld akan terintegrasi dengan sistem ETLE Nasional
dan melalui proses verifikasi oleh petugas validator sebelum diterbitkan surat
konfirmasi kepada pemilik kendaraan sesuai data registrasi.
"Mekanisme ini memastikan penegakan hukum berjalan secara
terstandar, transparan, dan akuntabel," pungkas Kombes Pol Dwi Sumrahadi.
Sementara itu Direktur lalulintas Polda Kalimantan Selatan Kombes
Pol Dr. M. Fahri Anggia Natua Siregar berharap penguatan teknologi ini
diharapkan mampu menjawab dinamika mobilitas masyarakat yang terus berkembang
sekaligus meningkatkan kepatuhan pengguna jalan di wilayah hukum Polda Kalsel.
"Perangkat ini nantinya akan dioptimalkan pada jalur arteri,
kawasan perkotaan, serta titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di
Kalimantan Selatan, termasuk wilayah Kota Banjarmasin dan sekitarnya,"
ujar Kombes Fahri.
Dirlantas Polda Kalsel yang merupakan salah satu Tim pelopor ETLE
pertama di Indonesia mengatakan melalui implementasi ini, Korlantas Polri
menegaskan komitmennya dalam menghadirkan penegakan hukum lalu lintas yang
presisi dan berintegritas.
"Ini untuk mendukung terwujudnya Keamanan, Keselamatan,
Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) secara
berkelanjutan di wilayah Kalimantan Selatan," pungkasnya.
Jeddah — Diplomasi kultural Indonesia kembali mencatatkan capaian
strategis di panggung global. Setelah mendapat perhatian luas di Benua Eropa
dan Amerika, Buku Rasa Bhayangkara Nusantara versi Bahasa Inggris berjudul
Taste of Nusantara: 80 Bhayangkara Menu for Indonesia’s Free Nutritious Meals
Program kini resmi hadir di kawasan Timur Tengah.
Buku tersebut diserahkan langsung oleh Wakapolri Dedi Prasetyo
kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia Jeddah dalam rangkaian kegiatan
Courtesy Call di Jeddah, Kamis (26/2/2026). Penyerahan ini menandai secara
resmi kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Timur Tengah sebagai bagian dari
diplomasi kultural Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang
mengedepankan budaya, kepedulian sosial, dan pembangunan kualitas sumber daya
manusia Indonesia di mata dunia.
Penyerahan buku tersebut diterima langsung oleh Konsulat Jenderal
RI di Jeddah, Yusron Bahauddin Ambary, sekaligus menjadi simbol penguatan peran
perwakilan Indonesia di luar negeri dalam menyampaikan narasi kebijakan
nasional secara lebih inklusif dan mudah dipahami oleh komunitas internasional.
Instrumen Diplomasi Kultural Indonesia
Sementara itu, dari tempat terpisah, penyusun buku Rasa
Bhayangkara Nusantara, Dirgayuza Setiawan, Asisten Khusus Presiden RI Bidang
Komunikasi dan Analisa Kebijakan, menegaskan bahwa buku ini sejak awal
dirancang sebagai instrumen diplomasi negara.
“Kehadiran buku ini menjadi instrumen diplomasi yang strategis.
Buku ini membantu para Duta Besar Republik Indonesia di berbagai negara,
termasuk di Jeddah, untuk menjelaskan kepada khalayak internasional tentang
kekayaan, keberagaman, serta keberhasilan implementasi Program Makan Bergizi
Gratis di Indonesia,” ujar Dirgayuza Setiawan.
Menurutnya, buku ini tidak hanya berbicara tentang kuliner, tetapi
juga menyampaikan pesan kebijakan negara melalui pendekatan budaya yang
universal dan mudah diterima lintas bangsa.
MBG Jadi Perhatian Dunia
Dirgayuza Setiawan menambahkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
sebagai salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto kini telah
menjadi perhatian dan perbincangan berbagai tokoh dunia.
“Dalam berbagai forum internasional, MBG bahkan disebut sebagai
salah satu world program yang mendapat dukungan dan atensi global, termasuk
dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hingga saat ini, tercatat 107 negara
telah melaksanakan program serupa sebagai bagian dari upaya peningkatan
kualitas gizi masyarakat,” jelasnya.
Sebagai negara dengan kekayaan budaya kuliner yang membentang dari
Sabang hingga Merauke, ratusan adat dan tradisi, serta ragam bahan pangan
lokal, Indonesia memiliki keunikan tersendiri dalam implementasi MBG. Keragaman
tradisi memasak dan kearifan lokal menjadikan pelaksanaan MBG di Indonesia
sebagai salah satu yang paling beragam di dunia.
Keberagaman inilah yang kini menjadi perhatian berbagai bangsa.
Indonesia tidak hanya menjalankan program pemenuhan gizi, tetapi juga
memperkuat identitas budaya dan potensi pangan lokal dalam setiap
implementasinya.
Dari London, Davos, Amerika Serikat hingga Jeddah
Kehadiran Rasa Bhayangkara Nusantara di Jeddah melengkapi
rangkaian diplomasi kultural Indonesia yang sebelumnya telah hadir di berbagai
pusat dunia. Pada 21 Januari 2026, buku ini diserahkan kepada Duta Besar RI
untuk Inggris di London. Selanjutnya, buku tersebut diperkenalkan dalam forum
global World Economic Forum di Davos, Swiss, sebagai bagian dari showcase
diplomasi Indonesia, dan Buku versi Bahasa Inggris ini juga telah diperkenalkan
di KBRI Washington D.C., Amerika Serikat bersama kunjungan Presiden Prabowo
beserta delegasi sebelum akhirnya menjangkau Timur Tengah dibawa langsung oleh
Wakapolri.
Sejumlah media internasional menilai kehadiran buku ini di Davos
sebagai pendekatan baru diplomasi Indonesia, yang memadukan kebijakan
strategis, budaya, dan program sosial dalam satu narasi yang komunikatif dan
mudah diterima oleh komunitas global.
Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan
buka puasa bersama dengan Ormas, OKP, mahasiswa hingga masyarakat sipil. Dalam
kesempatan ini, Sigit menyerukan untuk menjaga nilai persatuan dan kesatuan
Bangsa Indonesia.
Menurut Sigit, menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa,
merupakan kunci utama dalam mendukung dan menyukseskan seluruh program
Pemerintah Indonesia.
"Tentunya kegiatan ini bagian dari upaya kita untuk terus
merajut persatuan dan kesatuan untuk bisa mendukung apa yang menjadi program
pemerintah dalam rangka mewujudkan program-program Asta Cita," kata Sigit
di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).
Sigit juga menyinggung soal dinamika situasi global yang sedang
tidak baik-baik saja dan berpotensi berimplikasi ke dalam negeri. "Artinya
kita tentunya harus terus bersiap-siap menghadapi implikasi dari dampak global
dan tentunya kita butuh persatuan dan kesatuan," ujar Sigit.
Di sisi lain, Sigit memastikan bahwa, institusi Polri tetap
memberikan ruang kepada mahasiswa dan pemuda untuk tetap menyalurkan
aspirasinya. Mengingat, hal tersebut adalah bagian dari demokrasi.
"Namun di satu sisi ada satu titik di mana kita bersama-sama
harus bersatu, bahu-membahu untuk menjaga agar negara ini tetap bisa bertumbuh
dengan baik karena stabilitas kamtibmas itu menjadi salah satu modal utama
sebagai prasyarat untuk kita bisa melaksanakan pembangunan," ucap Sigit.
Menurut Sigit, Polri bakal tetap memberikan pelayanan terbaik
kepada generasi penerus bangsa untuk menyampaikan suaranya. Bahkan, Ia juga
menegaskan Korps Bhayangkara selalu terbuka terhadap kritik.
"Polri siap juga untuk selalu dievaluasi dan dikritik untuk
supaya bisa mengantarkan Polri ini sesuai dengan mandat dan amanat reformasi
menjadi civilian police yang bisa dekat dan dicintai masyarakat," tutur
Sigit.
Dengan terjaganya iklim demokrasi dan situasi kamtibmas yang sehat
serta kondusif, Sigit menyebut, hal tersebut bisa mewujudkan visi bersama
Indonesia Emas 2045.
"Oleh karena itu, saya titip agar institusi ini terus dijaga
dan dirawat sehingga kita bersama-sama bisa menjaga, bisa mengarah, dan
mewujudkan apa yang menjadi cita-cita besar bangsa kita mencapai tujuan
nasional menuju Indonesia Emas 2045," tutup Sigit.
PROBOLINGGO – Ucapan terimakasih dan apresiasi kepada Polres
Probolinggo Polda Jatim atas terungkapnya kasus pencurian sejumlah tas milik
wisatawan asal Thailand terus berdatangan.
Kali ini warga Tengger bersama tokoh adat suku Tengger langsung
mendatangi Polres Probolinggo menyampaikan apresiasi dan dukungannya kepada
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif pada Rabu (25/2/26).
Kepala Desa Ngadisari, Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sunaryono
mengatakan, peristiwa hilangnya tas milik wisatawan Thailand tersebut dinilai
mencoreng citra pariwisata di Indonesia khususnya Kabupaten Probolinggo.
"Ini bisa jadi bukan hanya mencoreng Pariwisata di daerah
kita Probolinggo tapi juga Indonesia secara umum dan selain itu peristiwa
tersebut mengusik ketenangan warga Tengger,"ungkapnya di Mapolres
Probolinggo.
Sunaryono yang juga tokoh warga Tengger ini memberikan apresiasi
tinggi terhadap kecepatan kinerja kepolisian dalam hal ini Polres Probolinggo
Polda Jatim dan jajarannya menangani kasus tersebut.
"Kami mengapresiasi kinerja kepolisian dan kasus ini harus
diproses hingga tingkat kejaksaan dan pengadilan agar ada efek jera yang nyata
bagi para pelaku kriminal di kawasan Bromo," tegasnya.
Diharapkan dengan gerak cepat Kepolisian hingga berhasil
mengungkap kasus tersebut, citra Pariwisata di Indonesia khususnya Wisata Bromo
di Probolinggo kembali pulih.
Sementara itu Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif
menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan dukungan masyarakat Tengger kepada
Polres Probolinggo.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut
merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada seluruh
masyarakat tanpa terkecuali.
AKBP Latif mengatakan kedatangan para tokoh masyarakat Tengger
menjadi semangat bagi Polres Probolinggo Polda Jatim untuk terus meningkatkan
pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
"Keberhasilan pengungkapan kasus ini tidak lepas dari
dukungan dan informasi yang diberikan masyarakat,” ujar AKBP Latif.
Ia juga menambahkan bahwa kawasan wisata Gunung Bromo merupakan
ikon daerah yang harus dijaga bersama, baik dari sisi keamanan maupun
kenyamanan wisatawan domestik dan mancanegara.
“Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap tindak pidana yang
dapat mengganggu stabilitas kamtibmas, terlebih di kawasan wisata," tegas
AKBP Latif.
Kapolres Probolinggo berharap sinergi antara kepolisian dan
masyarakat tetap terjaga karena itu adalah kunci utama dalam menciptakan
situasi yang aman dan kondusif.
.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)