Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News


 KOTA MOJOKERTO - Libur lebaran 2026, Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan Arifianto bersama PJU Polres Mojokerto Kota melaksanakan patroli ke beberapa tempat yang dijadikan tujuan wisata Pemudik ataupun masyarakat, Senin (23/03/26).


Patroli objek wisata Bukit Kayoe Putih menjadi sasaran yang penting disaat libur lebaran guna menjaga keamanan dan keselamatan warga masyarakat, terutama yang sedang berwisata.


Selain untuk antisipasi tindak kriminal kehadiran petugas juga menghimbau kepada warga agar hati-hati dan waspada saat berkunjung ke tempat wisata. 


"Kami imbau warga untuk hati hati, awasi anak anak jika mengajak bermain ataupun berenang di kolam renang, " ujar AKBP Herdiawan.


Ia juga meminta kepada pengelola wisata agar selalu mengutamakan keselamatan para pengunjung ketika situasi rama


Saat berada di Bukit Kayoe Putih, AKBP Herdiawan berpatroli jalan kaki sembari menyapa masyarakat yang tengah berlibur. 


Melalui kegiatan ini, ia berharap dapat memperkuat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban yang kondusif.


“Patroli ini kami gelar bukan hanya untuk memantau situasi, tetapi juga menjalin komunikasi dengan masyarakat," kata AKBP Herdiawan.


Dengan kehadiran Polisi di tengah masyarakat yang menikmati liburan ini diharapkan masyarakat dapat menikmati liburan lebaran dengan aman dan nyaman. (*)


 GRESIK - Kepadatan arus lalu lintas sempat terjadi akibat adanya kendaraan yang mogok di kawasan jembatan Sembayat Gresik.


Namun hal itu tak sampai menyebabkan arus lalu lintas menjadi berhenti lama, karena respon cepat Polantas Polres Gresik yang sigap membantu mendorong kendaraan pemudik tersebut ke pinggir jalan.


Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin mengatakan,peristiwa tersebut terjadi saat anggota Satlantas tengah melaksanakan pengaturan dan penguraian arus kendaraan dari arah Kota Gresik menuju Bungah. 


Kepadatan yang meningkat di sepanjang Jembatan Sembayat hingga Simpang Tiga Betoyo membuat petugas memberlakukan sistem contraflow guna menjaga kelancaran lalu lintas.


"Di tengah situasi tersebut, sebuah mobil milik pemudik asal Pasuruan mendadak berhenti di jalur contraflow,"ujar AKP Nur Arifin, Senin (23/3/26).


Setelah dilakukan pengecekan, kendaraan diketahui mengalami kerusakan serius pada bagian kopling atau ceplos, sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan dan berpotensi memicu kepadatan.


Melihat kondisi tersebut, petugas Satlantas Polres Gresik langsung bergerak cepat untuk menangani situasi agar tidak semakin mengganggu arus lalu lintas.


"Kami segera menghubungi montir dari bengkel terdekat untuk melakukan perbaikan di lokasi kejadian," tambah AKP Nur Arifin.


Langkah ini dilakukan sebagai upaya percepatan penanganan tanpa harus mengevakuasi kendaraan ke tempat lain.


Tak hanya itu, demi menjamin keselamatan penumpang, petugas juga mengevakuasi ibu dan anak dari kendaraan tersebut.


Keduanya kemudian diantar menuju wilayah Bungah sehingga tidak terlantar di tengah kepadatan arus mudik.


Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin juga menegaskan bahwa kehadiran Polisi di lapangan bukan semata untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga memberikan perlindungan dan bantuan langsung kepada masyarakat.


“Kami hadir untuk memastikan masyarakat merasa aman dan terbantu, khususnya dalam situasi darurat di jalan. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas utama kami,” ujarnya.


Berkat penanganan cepat tersebut, arus lalu lintas di kawasan Sembayat kembali berangsur normal. 


Peristiwa ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Gresik dalam memberikan pelayanan prima dan responsif kepada masyarakat, khususnya di momen arus mudik Lebaran.


Petugas juga mengimbau para pemudik untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan, guna menghindari kendala yang dapat mengganggu keselamatan dan kelancaran di jalan. (*)


 PROBOLINGGO – Guna memastikan keamanan dan keselamatan pengunjung, Polres Probolinggo melalui Polsek Sukapura melaksanakan patroli di kawasan wisata Gunung Bromo.


Kegiatan patroli yang dipimpin oleh Kapolsek Sukapura, AKP Ardhi Bita Kumala tersebut difokuskan di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo yang menjadi salah satu pintu utama akses wisatawan menuju kawasan Bromo.


Kapolsek Sukapura AKP Ardhi Bita Kumala memberikan imbauan kepada para wisatawan agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi ekstrem. 


"Kami mengingatkan, pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur pegunungan yang rawan kabut tebal dan jalan licin,"ujar Kapolsek Sukapura, Selasa (24/3/26).


AKP Ardhi Bita Kumala menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan wisata.


Ia mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati, menjaga kecepatan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik. 


"Apabila membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan call center 110,” kata AKP Ardhi.


Sementara itu di lokasi terpisah, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif menegaskan bahwa kehadiran Polri di kawasan wisata merupakan bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.


“Kehadiran kami di lapangan adalah untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, sehingga para wisatawan dapat menikmati kunjungan dengan nyaman dan selamat,” ucap AKBP Latif.


Ia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk memanfaatkan layanan bebas pulsa melalui call center 110 apa bila memerlukan bantuan Polisi apabila terjadi situasi darurat di kawasan wisata.


Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah wisatawan yang menginap di hotel wilayah Sukapura tercatat sebanyak 634 orang. 


Sementara itu, kuota kunjungan wisata Gunung Bromo secara keseluruhan ditetapkan sebanyak 3.752 orang yang terbagi di tiga pintu masuk, yakni Cemoro Lawang (1.700 orang), Jemplang/Gubuk Klakah (1.000 orang), dan Wokokitri Tosari (1.052 orang).


Adapun jumlah pengunjung yang masuk melalui pintu Cemoro Lawang pada Minggu (22/3/2026) mulai pukul 00.00 hingga 18.00 WIB mencapai 1.720 orang, yang terdiri dari 1.647 wisatawan nusantara dan 73 wisatawan mancanegara. 


Kendaraan yang masuk didominasi roda empat sebanyak 448 unit, roda dua 117 unit, serta satu sepeda, dengan tambahan 112 pengunjung yang masuk dengan berjalan kaki. (*)

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Satgas Humas Operasi Ketupat 2026 melaporkan perkembangan situasi operasi ketupat 2026 pada hari ke-11 pelaksanaan operasi, yang terhitung sejak Minggu (22/3) pukul 18.00 WIB hingga Senin (23/3) pukul 06.00 WIB.

Di bidang lalu lintas, Polri mencatat 251 kejadian kecelakaan yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 orang luka berat, dan 48 orang luka ringan, dengan total kerugian materiil mencapai lebih dari Rp314 juta.

Selain itu, dalam aspek penegakan hukum lalu lintas, tercatat 11 pelanggaran, dengan rincian 5 pelanggaran melalui sistem ETLE dan 6 pelanggaran non-ETLE, serta 5 teguran kepada pengguna jalan.

Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol. Marupa Sagala, mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati di jalan, memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama,” ujar Kombes Pol. Marupa Sagala.

Sementara itu, berdasarkan data volume lalu lintas pada Minggu (22/3) pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, jumlah kendaraan yang keluar Jakarta melalui empat gerbang tol utama mencapai 168.159 kendaraan, meningkat 65,79 persen dibandingkan volume normal dan naik 2,06 persen dibandingkan Lebaran tahun 2025.

Adapun kendaraan yang masuk ke Jakarta tercatat sebanyak 122.994 kendaraan, turun 3,66 persen dibandingkan kondisi normal, namun meningkat 3,73 persen dibandingkan periode Lebaran tahun sebelumnya.

Polri juga menyampaikan bahwa arus lalu lintas saat ini terpantau mulai melandai dan telah kembali normal dua arah, seiring dengan penghentian rekayasa lalu lintas sistem one way berdasarkan evaluasi kondisi di lapangan secara real time.

Meski demikian, arus balik mulai menunjukkan peningkatan secara bertahap menuju Jakarta. Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua tahap, yakni pada 24 Maret serta 28–29 Maret 2026.

“Arus balik sudah mulai terlihat dengan peningkatan volume kendaraan secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan memanfaatkan kebijakan yang ada agar perjalanan dapat dilakukan secara bertahap,” jelas Kombes Pol. Marupa Sagala.

Sebagai langkah antisipasi, Polri bersama stakeholder terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional, termasuk contraflow, one way lokal maupun nasional. Rencana penerapan one way nasional dijadwalkan mulai 24 Maret 2026 dari KM 414 hingga KM 70.

Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan jalur alternatif melalui ruas Tol Jakarta–Cikampek II Selatan untuk menghindari kepadatan di jalur utama, yang pada segmen tertentu dapat digunakan secara gratis selama Operasi Ketupat 2026.

Dalam mendukung kelancaran arus mudik dan balik, Polri juga mengoptimalkan pemantauan melalui CCTV, traffic counting real time, serta koordinasi lintas sektor dengan Kementerian Perhubungan, Jasa Marga, dan Jasa Raharja.

Di sisi lain, Polri turut melakukan pengamanan di berbagai objek vital seperti tempat wisata, terminal, pelabuhan, bandara, stasiun, pusat perbelanjaan, serta jalur arteri dan tol.

Berdasarkan data pergerakan transportasi umum, tercatat sebanyak 871 trip kapal dengan total 223.317 penumpang di 36 pelabuhan. Pada moda kereta api, terdapat 2.922 perjalanan dengan total 1.521.787 penumpang, sementara transportasi udara mencatat 1.565 penerbangan dengan 179.549 penumpang.

Polri juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat berwisata, khususnya di lokasi wisata air, serta selalu memperhatikan kapasitas dan aspek keselamatan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memaksakan diri saat lelah, memanfaatkan rest area dengan bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum perjalanan,” tutup Kombes Pol. Marupa Sagala.

Polri menegaskan akan terus mengoptimalkan pengamanan dan pelayanan guna memastikan pelaksanaan arus mudik dan arus balik berjalan aman, tertib, dan lancar.

Mudik Aman, Keluarga Bahagia.
Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Kasatgas Humas Operasi Ketupat 2026, Brigjen Pol. Tjahyono Saputro, menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait keselamatan selama libur dan arus balik Lebaran. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan doorstop usai peninjauan di kawasan Taman Margasatwa Ragunan, Sabtu (21/3/2026).

Dalam keterangannya, Polri mengingatkan bahwa momen libur Idulfitri identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menjaga kondisi fisik, serta tidak memaksakan diri apabila merasa lelah saat berkendara maupun beraktivitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, meningkatkan kewaspadaan, dan mematuhi seluruh aturan yang berlaku selama perjalanan maupun saat berada di lokasi wisata,” ujar Brigjen Pol. Tjahyono Saputro.

Khusus di destinasi wisata, terutama wisata air seperti pantai, sungai, dan kolam renang, masyarakat diminta lebih waspada terhadap potensi risiko kecelakaan. Pengunjung juga diingatkan untuk memperhatikan kondisi cuaca, arus air, serta mengikuti rambu peringatan dan arahan petugas di lapangan.

Selain itu, orang tua diminta untuk mengawasi anak-anak secara ketat guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas berisiko tinggi, menghindari area terlarang, serta menggunakan perlengkapan keselamatan yang tersedia.

Dalam kesempatan tersebut, Polri juga mengingatkan para pengelola tempat wisata untuk memastikan aspek keselamatan pengunjung. Pengelola diharapkan mampu mengatur kapasitas, menyediakan sarana dan prasarana keselamatan, serta menyiapkan petugas pengamanan dan pertolongan pertama di lokasi wisata.

Berdasarkan hasil pemantauan di kawasan Ragunan hingga pukul 12.00 WIB, jumlah pengunjung tercatat mencapai 43.348 orang, dengan rincian 52 unit bus, 2.030 unit mobil, 5.519 unit sepeda motor, serta 36 unit sepeda. Hingga saat ini, tidak terdapat laporan anak terpisah maupun kejadian menonjol lainnya.

Polri juga memberikan apresiasi kepada pengelola Taman Margasatwa Ragunan atas kesiapan fasilitas dan pelayanan yang dinilai cukup baik, mulai dari fasilitas umum, ruang menyusui, hingga akses bagi penyandang disabilitas. Selain itu, keberadaan pelaku UMKM di dalam area wisata turut memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.

Dari sisi manajemen pengunjung, pengelola juga telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) dengan kategori kapasitas, yakni kondisi hijau untuk jumlah pengunjung hingga 80.000 orang, kuning antara 80.000 hingga 100.000 orang, dan merah apabila melebihi 100.000 orang.

Polri menegaskan bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama antara pengelola, petugas, dan masyarakat. Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan seluruh rangkaian aktivitas libur Lebaran, termasuk wisata dan arus balik, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.


 SURABAYA - Polda Jawa Timur menyiagakan lebih kurang 16.326 Personel gabungan untuk memberikan pelayanan pengamanan malam takbiran Idulfitri 1447 Hijriah pada Operasi Ketupat Semeru 2026.


Puluhan ribu personel yang terdiri dari personel Kepolisian yang berkolaborasi dengan lintas sektor tersebut tersebar di 39 wilayah Kabupaten/ Kota di Jawa Timur.


Kabid Humas Polda Jatim selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan selain pengamanan malam takbiran, Polda Jatim juga telah menyiagakan personel untuk pelayanan pengamanan Shalat Idufitri.


"Layanan pengamanan tidak hanya pada malam takbiran, tetapi juga pada pelaksanaan Shalat Idulfitri," ujar Kombes Abast, Jumat (20/3/26).


Kombes Abast mengungkapkan, di Jawa Timur terdapat lebih kurang 18.365 lokasi Shalat Idulfitri baik di Masjid maupun lapangan yang akan digunakan jamaah.


Kabid Humas Polda Jatim juga menegaskan dalam Operasi Ketupat Semeru 2026, khidmat ibadah dan stabilitas Kamtibmas baik di permukiman maupun rumah ibadah adalah hal yang fundamental.


"Pada Operasi Ketupat Semeru 2026 ini Polda Jatim tidak hanya memberikan layanan mudik, tetapi juga menjaga proses ibadah masyarakat yang menjalankan puasa Ramadhan hingga pelaksanaan Shalat Idul Fitri menjadi fokus utama," tegas Kombes Abast.


Masih kata Kombes Abast, pola pelayanan pengamanan yang diterapkan oleh seluruh jajaran Polda Jatim tetap mengedepankan langkah preemtif dan preventif, didukung penegakan hukum secara tegas dan terukur. 


Ia menghimbau masyarakat untuk tidak melaksanakan takbir keliling di jalan raya apalagi menggunakan sound horeg dan kendaraan terbuka untuk menghindari gangguan kamtibmas.


Selain itu masyarakat juga dilarang menyalakan petasan maupun kembang api yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain, serta mengganggu ketertiban umum. 


"Mari kita rayakan hari kemenangan di Idulfitri ini dengan ibadah yang khusuk di rumah ibadah, masjid maupun musala," pesan Kombes Abast.


Masih kata Kombes Abast, untuk memaksimalkan pelayanan masyarakat pada Operasi Ketupat Semeru 2026 ini, Polda Jatim juga telah mendirikan 238 pos.


 "Ada 172 Pos Pengamanan (Pospam), 45 Pos Pelayanan (Posyan), dan 21 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah titik strategis di seluruh wilayah Jawa Timur yang total jumlahnya 238 pos," ujar Kombes Abast.


Ia juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pos-pos pengamanan dan pelayanan yang telah disediakan apabila membutuhkan bantuan.


“Jika masyarakat mengetahui atau mengalami tindak kejahatan maupun membutuhkan bantuan kepolisian, silakan segera menghubungi call center Polri 110 yang dapat diakses secara gratis dan akan segera kami tindaklanjuti, pungkasnya. (*)


 Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya untuk mengantisipasi potensi terjadinya bencana dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, terutama di wilayah-wilayah yang memang rawan terjadi bencana seperti banjir dan tanah longsor.


Ia pun meminta Satgas Bencana yang ada di pos-pos di daerah untuk mempersiapkan diri baik dari sisi personel maupun sarana dan prasarana.


"Saya pesan untuk seluruh jajaran yang memiliki potensi terjadinya bencana agar seluruh Satgas Bencana yang ada di pos-pos terpadu agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya apabila terjadi potensi-potensi bencana ekstrem yang diramalkan oleh BMKG," kata Sigit saat melaksanakan monitoring pengamanan malam Takbiran Lebaran di Pos Terpadu Lapangan Merdeka Polrestabes Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (20/3/2026).


Sigit menuturkan, pihak BMKG beberapa hari ini melaksanakan kegiatan operasi modifikasi cuaca. Hal inj merupakan bagian dari upaya untuk mengelola agar tidak terjadi banjir, tanah longsor di daerah-daerah yang menjadi jalur mudik ataupun jalur balik.


"Dan alhamdulillah ini juga berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem walaupun beberapa hari ke depan ini juga menjadi pekerjaan rumah yang harus kita antisipasi," ujarnya.


Dalam kesempatan ini, mantan Kabareskrim Polri ini berpesan kepada pengelola tempat wisata dan seluruh stakeholders terkait untuk menjaga keamanan masyarakat. Diketahui untuk mengisi waktu libur lebaran, banyak masyarakat pergi ke tempat wisata.


Salah satu tempat wisata yang ia soroti adalah wisata air. Segala bentuk pengamanan kepada wisatawan ia minta untuk diperhatikan. Selain itu, kapasitas pengunjung juga disesuaikan agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.


"Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan para masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan wisata, khususnya di wisata air untuk dipastikan agar kapasitas jangan sampai melebihi kapasitas yang sudah disiapkan dan alat-alat penyelamat juga jumlahnya harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang masuk, sehingga apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maka keselamatan dari masyarakat yang menggunakan wisata khususnya wisata air ini betul-betul bisa diperhatikan," katanya.


Tak lupa, Sigit juga berpesan tetap berhati-hati untuk masyarakat yang baru melaksanakan mudik dan melakukan kunjungan silaturahmi.


"Saya tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain," ujarnya.