Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

BONDOWOSO – Kesiapsiagaan penuh ditunjukkan jajaran Polres Bondowoso Polda Jawa Timur dalam merespons kedaruratan masyarakat. 

Memanfaatkan efektivitas layanan Call Center 110, tim gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki perempuan yang terjebak hipotermia di Pos Batu Tulis, Gunung Raung, Jalur Pendakian Via Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, pada Rabu dini hari (9/9/2026).

Peristiwa ini bermula saat petugas menerima panggilan darurat dari salah satu pendaki bernama Muhammad Tedy sekitar pukul 02.45 WIB. 

Ia melaporkan bahwa dari total tiga orang dalam rombongannya (satu laki-laki dan dua perempuan), salah satu rekan wanitanya mengalami penurunan suhu tubuh drastis (hipotermia) dan membutuhkan pertolongan medis segera di area Pos Batu Tulis.

Mendapati laporan krusial tersebut, Pamapta I Polres Bondowoso Polda Jatim langsung bergerak cepat melakukan koordinasi darurat dengan dipimpin Kapolsek Sumberwringin, Iptu I Gede Sugitra, S.H. 

Petugas bergerak taktis menyinkronkan data manifest pendakian di Basecamp Gunung Raung Via Sumberwringin guna memastikan posisi dan logistik korban.

Tanpa mengulur waktu, tim evakuasi gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, pengelola basecamp, dan relawan langsung diterjunkan menembus dinginnya malam lereng Raung. 

Berkat ketangguhan dan kerja sama solid di lapangan, seluruh pendaki akhirnya berhasil dievakuasi turun dengan selamat menuju basecamp. 

Untuk memastikan pemulihan fisik yang optimal, korban langsung dilarikan ke Puskesmas Sumberwringin dan kini ketiga pendaki dinyatakan dalam kondisi sehat serta stabil.

Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., memberikan apresiasi tinggi atas tindakan cepat pelapor yang langsung memanfaatkan layanan 110, serta kesiapsiagaan penuh seluruh personel yang terlibat dalam misi penyelamatan ini.

AKBP Aryo Dwi mengimbau kepada seluruh pencinta alam dan masyarakat yang hendak melakukan pendakian agar selalu matang dalam mempersiapkan fisik, membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, serta terus memantau dinamika cuaca ekstrem di gunung. 

"Ingat, jika menghadapi situasi darurat di mana pun, segera hubungi Call Center 110 atau petugas pos terdekat. Kami siap melayani 24 jam," tegas AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo. (*)


 

PROBOLINGGO – Polres Probolinggo Polda Jatim resmi menjalin kerja sama strategis dengan Rumah Sakit (RS) Rizani guna memperkuat akses dan kualitas pelayanan kesehatan bagi anggota Polri beserta keluarganya.

Sinergi ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di ruang pertemuan RS Rizani, Desa Sumberrejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (9/9/2026).

Direktur RS Rizani, dr. Mirrah Samiyah, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan oleh pihak kepolisian.

Ia menegaskan komitmen penuh RS Rizani untuk memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang unggul, akuntabel, humanis, serta mengutamakan keselamatan pasien.

“RS Rizani berkomitmen penuh untuk mewujudkan pelayanan yang maksimal bagi seluruh personel Polres Probolinggo dan keluarga,” ujar dr. Mirrah Samiyah.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, mengungkapkan bahwa kerja sama ini menjadi solusi atas kendala geografis pelayanan kesehatan personel selama ini.

Menurutnya, fasilitas klinik kesehatan Polres saat ini masih berada di wilayah Kota Probolinggo, sehingga jaraknya cukup jauh dari pusat aktivitas Kabupaten Probolinggo.

Dengan hadirnya kemitraan bersama RS Rizani yang berlokasi strategis di Paiton, akses layanan kesehatan bagi anggota kini dipastikan bakal jauh lebih cepat dan mudah dijangkau.

“Kerja sama ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan berorientasi pada kebutuhan anggota Polri beserta keluarganya,” terang AKBP Rizki.

Lebih lanjut, AKBP Asmida Rizki Siregar menambahkan bahwa keberhasilan implementasi MoU ini sangat bergantung pada komunikasi yang kuat dan komitmen bersama kedua belah pihak.

Ia berharap sinergi yang terbangun antara Polres Probolinggo Polda Jatim dan RS Rizani dapat terus berkembang serta memberikan manfaat nyata secara berkelanjutan.

“Kami berharap penandatanganan MoU ini menjadi awal yang baik dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan para anggota serta keluarga besar Polres Probolinggo,” tambah AKBP Rizki.

Kemitraan strategis ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Probolinggo Polda Jatim dalam memprioritaskan kesejahteraan personelnya, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan fasilitas kesehatan unggulan di wilayah Kabupaten Probolinggo. (*)


 

NGAWI – Satreskrim Polres Ngawi Polda Jatim bergerak cepat mengusut keresahan para petani di wilayah Kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Respon cepat menjawab keluhan warga tani tersebut, Polisi berhasil membekuk dua tersangka spesialis pencuri mesin diesel penyedot air (alkon) di area persawahan.

Kedua pelaku diringkus petugas hanya beberapa jam setelah menerima laporan resmi dari korban.
Para pelaku yang diamankan berinisial BP (31) dan WJA (22). Keduanya merupakan warga Widodaren, Kabupaten Ngawi.

Mereka disergap polisi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 18.00 WIB di kawasan Rest Area Tugu, Kecamatan Mantingan.

Lokasi penangkapan tersebut berada tepat di jalur perbatasan antara Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama melalui Kasatreskrim, AKP Pras Ardinata mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan kehilangan satu unit mesin diesel milik seorang petani.

"Mesin tersebut raib saat dipasang di area persawahan Dusun Ngampon, Desa Karangbanyu, Kecamatan Widodaren," kata AKP Pras, Kamis (10/9/2026).

Menurut AKP Pras, kedua tersangka melancarkan aksinya dengan menggunakan modus operandi yang cukup rapi untuk mengelabui warga sekitar.

"Mereka berpura-pura mencari ikan pada malam hari di sekitar area persawahan warga. Begitu melihat ada mesin diesel alkon yang terpasang di sawah tanpa pengawasan, mereka langsung mempreteli dan mengangkutnya,"kata AKP Pras.

Berdasarkan hasil pengembangan petugas, komplotan ini ternyata sudah beraksi di lima Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang berbeda.

Selain di Widodaren, tersangka juga beraksi di wilayah Pengkol (Mantingan), kawasan Monumen Suryo (Kedunggalar), serta Kedunglengki (Mantingan).

Mesin-mesin hasil curian tersebut kemudian dijual oleh pelaku ke luar kota, seperti daerah Sragen hingga Yogyakarta. Uang hasil penjualan barang curian itu dibagi rata dan digunakan kedua tersangka untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dalam penangkapan ini, Polisi menyita satu unit diesel alkon Nero AJD GX 160 warna merah milik korban dan satu unit sepeda motor Honda Supra 125 hitam-merah yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

Atas perbuatannya, kedua tersangka kini dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pihak kepolisian saat ini masih terus melakukan pengembangan untuk memburu sisa barang bukti dari TKP lainnya.

AKP Pras juga mengimbau para petani agar lebih waspada dan tidak meninggalkan peralatan pertanian di sawah tanpa pengamanan pada malam hari.

"Segera laporkan ke pihak berwajib jika melihat ada pergerakan atau aktivitas yang mencurigakan di sekitar lingkungan Anda," pungkasnya. (*)


 

KOTA PASURUAN – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pasuruan Kota Polda Jatim bersama instansi lintas sektor menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional. Langkah ini diambil untuk memantau stabilitas harga dan memastikan kelancaran pasokan beras di wilayah Kota Pasuruan.

Kegiatan rutin ini difokuskan pada pengawasan harga beras di tingkat pedagang, guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan komoditas pokok tersebut dijual sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sidak kali ini menyasar para pedagang di Pasar Kebonagung dan Pasar Besar Kota Pasuruan. Tim Satgas Pangan memantau langsung pergerakan harga berbagai jenis beras, mulai dari kualitas premium, medium, hingga Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Dari hasil pemantauan di lapangan, harga beras di kedua pasar tersebut terpantau stabil dan berada di koridor aman. Petugas memastikan tidak ada pedagang yang menjual beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota selaku Kasatgas Pangan, AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga, menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan wujud sinergi antara kepolisian dan pemerintah daerah demi menjamin ketahanan pangan masyarakat.

"Kami bersama instansi terkait turun langsung ke pasar untuk memastikan bahwa ketersediaan beras aman dan harganya rasional. Hasil hari ini menunjukkan harga di lapangan masih sesuai ketentuan dan tidak ada indikasi pelanggaran HET," ujar AKP Dhecky, Kamis (10/9/2026).

Ia menambahkan, pengawasan ketat ini akan terus dilakukan secara berkala. Di samping melakukan monitoring, petugas juga aktif mengedukasi dan mengimbau para pedagang agar tetap tertib mengikuti regulasi harga.

"Monitoring ini akan kami lakukan secara konsisten demi menjaga stabilitas bahan pokok. Kami ingin memastikan masyarakat bisa mendapatkan akses pangan dengan harga yang wajar tanpa perlu khawatir akan kelangkaan pasokan," pungkas AKP Dhecky.

Melalui komitmen bersama ini, Satgas Pangan Polres Pasuruan Kota bersama instansi lintas sektor akan terus mengawal rantai distribusi, harga, serta mutu pangan demi menjaga stabilitas daerah dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. (*)


 

Johor Bahru – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan memaparkan perkembangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta upaya terpadu penanganannya di Riau dalam pertemuan dengan jajaran kepolisian Johor dan Melaka, Malaysia, Selasa (8/9/2026).

Pemaparan tersebut disampaikan dalam rangkaian pertemuan pimpinan kepolisian Indonesia-Malaysia di Johor Bahru.

Di hadapan jajaran kepolisian Malaysia, Herry menjelaskan penanganan Karhutla di Riau dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan berbagai unsur. 

Sekitar 3.030 personel dikerahkan dengan dukungan peralatan pemadaman, kendaraan operasional, alat berat, drone hingga perangkat keselamatan personel.

“Kami ingin menyampaikan kepada sahabat-sahabat kami di Malaysia bahwa Riau bekerja secara serius dan bergotong royong dalam menangani Karhutla. Lebih dari tiga ribu personel dari berbagai unsur bekerja di lapangan, didukung sarana darat, udara dan teknologi,” kata Herry.

Kapolda menegaskan, penanganan Karhutla tidak dimulai ketika api sudah muncul. Jauh sebelum memasuki periode rawan, Polda Riau bersama pemerintah daerah, Kodam XIX Tuanku Tambusai, dan seluruh unsur terkait telah memperkuat langkah pencegahan dan mitigasi, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca dan ancaman El NiƱo yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran.

Upaya preventif dilakukan melalui sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar, pemasangan plang peringatan, patroli dan pemantauan wilayah rawan, pelibatan masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi dan memantau titik api.

Kesiapan infrastruktur turut diperkuat dengan 19 sumur bor, 1.390 embung air, 1.988 sekat kanal dan 313 menara pantau untuk mendukung pencegahan maupun penanganan ketika kebakaran terjadi.

“Kami bekerja dari hulu sampai hilir. Bukan hanya ketika api muncul kemudian kita memadamkan. Pencegahan, edukasi, deteksi dini dan kesiapan seluruh unsur dilakukan sejak awal, kemudian dilanjutkan dengan pemadaman, pendinginan hingga penegakan hukum ketika terjadi pelanggaran,” ujarnya.

Dalam paparannya, Kapolda menyampaikan sepanjang Januari hingga Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Riau tercatat mencapai 17.525,80 hektare.

Selain pencegahan dan pemadaman, Polda Riau melakukan penegakan hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran. 

Hingga saat ini, Polda Riau dan jajaran menangani 45 perkara Karhutla dengan 49 tersangka, dengan luas lahan terkait perkara sekitar 2.958,04 hektare.

“Penegakan hukum tetap kami lakukan secara tegas. Pesannya jelas, tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan dengan cara merusak lingkungan dan membakar hutan maupun lahan,” tegas Herry.

Penanganan juga diarahkan untuk melindungi masyarakat dan personel yang terdampak. Polda Riau bersama unsur terkait melakukan pembagian masker, pemeriksaan kesehatan, trauma healing serta menyediakan posko kesehatan dan oksigen.

Dalam forum tersebut, Kapolda turut memaparkan kondisi arah angin dan sebaran asap di sejumlah wilayah Indonesia. 

Pembahasan tersebut menjadi relevan mengingat kedekatan geografis Riau dengan Semenanjung Malaysia dan pentingnya pertukaran informasi mengenai perkembangan lingkungan di kawasan.

“Riau dan Malaysia berada dalam satu kawasan yang sangat dekat. Karena itu, persoalan lingkungan juga membutuhkan komunikasi dan keterbukaan. Kami menyampaikan kondisi yang ada, apa yang sudah kami kerjakan, sekaligus memastikan seluruh unsur di Riau terus bekerja untuk mengendalikan Karhutla,” kata Herry.

Pertemuan di Johor Bahru merupakan bagian dari Mesyuarat Dua Hala Keselamatan Sempadan yang berlangsung pada 7-9 September 2026. 

Forum tersebut ditujukan untuk memperkuat jaringan kerja sama dan komunikasi antara aparat keamanan Malaysia dan Indonesia serta menjaga keamanan dan stabilitas kawasan perbatasan.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Riau didampingi Dirreskrimsus Kombes Ade Kuncoro Ridwan, Dirreskrimum Kombes Hasyim Risahondua, Dirpolairud Kombes Apri Fajar Hermanto, dan Dirresnarkoba Kombes Putu Yudha Prawira.

Dari Malaysia, pertemuan antara lain dihadiri Ketua Polis Johor CP Dato’ Ab Rahaman Bin Arsad, Ketua Polis Melaka DCP Datuk Wira Dzulkairi Bin Mukhtar, Timbalan Ketua Polis Johor DCP Hoo Chuan Huat, serta jajaran kepolisian Johor dan Melaka.

Konsul Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru Sigit Suryantoro Widyanto turut menghadiri pertemuan tersebut. []


 

TRENGGALEK – Kapolres Trenggalek, AKBP Rizky Tri Putra Erryka Adi Wijaya, S.I.K., M.H., didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Trenggalek, Ny. Debie Rizky, melakukan aksi nyata penyelamatan lingkungan dengan menanam pohon mangrove dan melepasliarkan ratusan tukik (anak penyu) di Kawasan Konservasi Pantai Taman Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek pada Rabu (9/9/2026).

Aksi peduli lingkungan yang digelar di sela-sela kunjungan kerja ke Mapolsek Panggul ini merupakan bagian dari implementasi Ecology Policing. Program tersebut merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kelestarian alam sekaligus langkah strategis dalam menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Kabupaten Trenggalek.

“Pelepasliaran tukik adalah bentuk nyata komitmen kami dalam menjaga kelestarian satwa laut, khususnya penyu, agar tetap dapat berkembang biak dan menjadi bagian penting dari ekosistem. Kita ketahui bersama bahwa penyu adalah pemelihara terumbu karang, dan terumbu karang adalah rumah bagi ikan-ikan di laut lepas,” jelas AKBP Rizky.

Sebagai wilayah pesisir, Kecamatan Panggul memang dikenal memiliki bentang pantai yang eksotis serta menjadi pusat konservasi penyu. Potensi alam yang besar ini dinilai menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama untuk terus dijaga, termasuk perlindungan terhadap biota laut yang dilindungi seperti penyu.

Di sisi lain, ancaman perubahan iklim, cuaca ekstrem, dan gelombang tinggi kerap memicu abrasi di sepanjang bibir pantai. Kondisi dinamis inilah yang mendorong Polres Trenggalek Polda Jatim melakukan mitigasi bencana melalui penanaman pohon mangrove.

“Penanaman mangrove memiliki manfaat yang sangat besar, mulai dari mencegah abrasi pantai, menjaga habitat biota pesisir, menyerap karbon, hingga melindungi kawasan pantai dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan,”tambah AKBP Rizky.

Kapolres Trenggalek menegaskan bahwa tugas menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) tidak lagi terbatas pada keamanan fisik semata, melainkan juga mencakup aspek kelestarian lingkungan demi masa depan generasi mendatang. 

Kendati demikian lanjut AKBP Rizky, kepolisian tidak dapat berjalan sendiri dan membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap, Ecology Policing ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menjelma menjadi gerakan bersama dan budaya dalam menjaga alam. 

"Hentikan membuang sampah di lautan karena sampah plastik sangat rentan mematikan penyu. Menjaga lingkungan hari ini berarti menjaga kehidupan masa depan anak cucu kita,” pungkas AKBP Rizky.

Salah satu anggota Kelompok Masyarakat (Pokmas) Konservasi Taman Kili-Kili, Eko Margono sangat menyambut baik langkah proaktif Polres Trenggalek Polda Jatim yang terjun langsung dalam pelestarian alam dan perlindungan satwa penyu.

“Kebetulan di Konservasi Penyu Taman Kili-Kili tahun ini, jenis yang bertelur dan menetas adalah penyu lekang atau penyu hijau. Hari ini, bersama jajaran Polres Trenggalek, kami melepasliarkan sebanyak 100 ekor tukik jenis penyu lekang,” urai Eko.

Eko menambahkan, perlindungan terhadap satwa ini sangat krusial mengingat ancaman perburuan liar oleh pihak tak bertanggung jawab serta tingginya predator alami di laut lepas yang mengancam populasi mereka.

“Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi aktif Polres Trenggalek. Langkah ini sangat membantu meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat agar semakin taat pada aturan pemerintah. Penyu adalah satwa yang dilindungi, dan keberadaan mereka sangat vital bagi ekosistem laut kita,” tutupnya. (*)


 

Probolinggo - Polisi terus melakukan pendampingan terhadap petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan. Kali ini, Polsek Sumberasih melakukan pembinaan sekaligus monitoring lahan jagung binaan Polri seluas 3 hektare di Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut dilakukan Brigpol Beni di lahan pertanian milik Madrais yang berada di Dusun Krajan, Desa Lemah Kembar, Rabu (9/9/2026). Lahan tersebut menjadi salah satu lahan binaan Polri dalam mendukung produktivitas pertanian masyarakat.

Dalam kegiatan itu, petugas mengecek perkembangan tanaman jagung yang telah ditanam sejak 29 Juli 2026. Berdasarkan hasil monitoring, tanaman tersebut diperkirakan memasuki masa panen pada 28 Oktober 2026.

Selain memantau perkembangan tanaman, Brigpol Beni juga berdialog dengan pemilik lahan dan kelompok tani. Dialog tersebut dilakukan untuk mengetahui perkembangan pertanian sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang mungkin dihadapi petani selama proses budidaya.

Dari hasil monitoring, hingga saat ini tidak ditemukan kendala dalam pengelolaan lahan jagung tersebut. Kondisi tanaman dan kegiatan pembinaan juga berjalan aman dan kondusif.

Kapolsek Sumberasih AKP Sugeng Apriyanto, S.H. mengatakan pihaknya akan terus mendorong jajaran untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk memberikan pendampingan kepada para petani.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui pendampingan dan monitoring lahan pertanian binaan untuk mendukung ketahanan pangan," kata Sugeng.

Menurutnya, komunikasi dengan petani penting dilakukan agar perkembangan lahan dapat terus dipantau sekaligus mengetahui apabila terdapat kendala dalam proses pertanian.

"Kami berharap para petani dapat terus mengoptimalkan lahannya sehingga hasil panen nantinya maksimal dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Kegiatan pembinaan dan monitoring lahan jagung tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Sumberasih untuk mendukung program ketahanan pangan sekaligus memperkuat kemitraan antara Polri dan masyarakat.