TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
PROBOLINGGO,– Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan jajaran Polres Probolinggo Polda Jatim untuk berbagi sekaligus memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Melalui kegiatan berbagi takjil, petugas menghadirkan layanan Samsat dan Sim Keliling agar warga dapat mengurus administrasi kendaraan dengan lebih mudah.
Kegiatan tersebut digelar di depan Mako Polres Probolinggo menjelang waktu berbuka puasa, Jumat (6/3/26).
Kapolres Probolinggo, AKBP M. Wahyudin Latif menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat, khususnya di bulan Ramadan.
“Kami ingin menghadirkan pelayanan yang lebih cepat,dekat dan bersahabat untuk warga masyarakat,"ujar AKBP Latif.
Kapolres Probolinggo menerangkan, pada kegiatan Polres Probolinggo berbagi takjil itu warga juga bisa memanfaatkan layanan Samsat dan Sim Keliling untuk membayar pajak kendaraan tanpa harus datang ke kantor Samsat.
AKBP Latif menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat sekaligus memperkuat kebersamaan di bulan yang penuh berkah ini,” tambah AKBP Latif.
Antusiasme masyarakat terlihat cukup tinggi. Banyak pengendara yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan mereka.
Warga juga menyambut baik pembagian takjil yang dilakukan oleh petugas menjelang waktu berbuka puasa.
“Alhamdulillah sangat membantu untuk melakukan pembayaran pajak tahunan dan prosesnya cepat,” ungkap Halimatus, salah satu warga.
Melalui kegiatan ini, Polres Probolinggo Polda Jatim berharap dapat meningkatkan kesadaran warga dalam memenuhi kewajiban administrasi kendaraan bermotor.
Selain itu, kegiatan berbagi takjil di bulan Ramadan juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
KOTA MADIUN – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur berhasil mengungkap Dua kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kota Madiun sepanjang Februari 2026.
Dalam Dua pengungkapan tersebut, petugas mengamankan Dua orang tersangka beserta barang bukti sabu dan pil ekstasi.
Kasus pertama diungkap pada Kamis, 12 Februari 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Jalan Rimba Dharma, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun.
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial T.P (30), warga Kabupaten Magetan.
Dari tangan tersangka, Polisi menyita 24 paket sabu dengan berat total sekitar 200,06 gram serta 19 butir pil ekstasi.
Selain itu, petugas juga mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk aktivitas peredaran narkotika, di antaranya timbangan digital, plastik klip, sedotan, satu unit telepon genggam, serta sepeda motor yang digunakan pelaku.
Sementara itu, pengungkapan kasus kedua terjadi pada Jumat, 20 Februari 2026 sekitar pukul 17.30 WIB di sebuah rumah di Jalan Panglima Sudirman Gang Jambe, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman, Kota Madiun.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan seorang pria berinisial Y.Y (35), warga Kota Madiun.
Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas menemukan sabu seberat sekitar 95,20 gram serta 82 butir pil ekstasi yang disimpan dalam wadah tertutup.
Polisi juga menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk mengemas dan mengonsumsi narkotika, seperti timbangan digital, sedotan, bong, plastik klip, serta telepon genggam yang digunakan untuk komunikasi transaksi.
Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto, SIK, melalui Kasat Resnarkoba AKP Tri Wiyono, menjelaskan bahwa kedua tersangka diduga berperan sebagai kurir dalam jaringan peredaran narkotika.
Kasat Resnarkoba Polres Madiun Kota mengatakan para tersangka ini diduga hanya sebagai kurir yang menjalankan perintah dari seseorang yang saat ini masih berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).
"Kami masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan di atasnya,” ujar AKP Tri Wiyono, Sabtu (7/3/26).
Ia juga menjelaskan bahwa para pelaku menggunakan modus sistem ranjau, yakni dengan menaruh narkotika di suatu lokasi tertentu untuk kemudian diambil oleh pembeli.
“Modus ini kerap digunakan untuk memutus rantai pertemuan langsung antara penjual dan pembeli," ungkapnya.
Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.(*)
BOJONEGORO – Kapolres Bojonegoro Polda Jatim, AKBP Afrian Satya Permadi menegaskan bahwa keberadaan Dai dan Pendeta Kamtibmas menjadi salah satu pondasi penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
"Kondisi wilayah yang aman dan kondusif tidak terlepas dari peran para tokoh agama yang terus menyampaikan pesan damai kepada umat," ujar AKBP Afrian di Bojonegoro, Sabtu (7/3/26).
Oleh karena itu Kapolres Bojonegoro mengajak seluruh pihak untuk senantiasa mendoakan agar situasi keamanan, baik di tingkat nasional maupun internasional, tetap dalam kondisi yang kondusif.
Ia berharap Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Kabupaten Bojonegoro, senantiasa berada dalam situasi aman, damai, dan penuh toleransi.
AKBP Afrian menambahkan, hingga hari ke-16 Ramadan, masyarakat Bojonegoro dinilai mampu menjaga sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan selama menjalankan ibadah puasa.
"Kondisi ini juga tidak lepas dari peran para Dai dan Pendeta Kamtibmas yang secara aktif memberikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat," ungkap AKBP Afrian.
Sebelumnya, Polres Bojonegoro Polda Jatim juga menggelar kegiatan silaturahmi Ramadan bersama para Dai dan Pendeta Kamtibmas di Gedung AP I Rawi Mapolres Bojonegoro, Kamis (5/3/2026) yang lalu.
Kegiatan ini digelar sebagai upaya memperkuat sinergitas serta mempererat hubungan antara kepolisian dan tokoh agama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dengan mengusung tema “Bersama Membangun Negeri, Polri Untuk Masyarakat”, kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolres Bojonegoro, para pejabat utama (PJU) Polres Bojonegoro, Ketua Dai Kamtibmas KH. Alamul Huda Masyhur, serta para dai dan pendeta Kamtibmas.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memohon doa dan dukungan dari para tokoh agama menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026 yang akan dimulai pada 13 Maret mendatang.
Operasi ini bertujuan untuk mengamankan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri agar berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, Ketua Dai Kamtibmas Bojonegoro KH. Alamul Huda Masyhur dalam tausiyah singkatnya menyampaikan bahwa terciptanya keamanan dan keadilan dalam suatu wilayah memerlukan sinergi antara ulama dan umara.
Menurutnya, pemerintah dan tokoh agama harus berjalan seiring untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
Ia juga mengibaratkan persatuan sebagai filosofi sapu lidi. Jika sapu lidi diikat menjadi satu, maka akan kuat dan mampu membersihkan halaman. Namun jika berdiri sendiri, sapu lidi tidak akan memiliki kekuatan.
KH. Alamul Huda Masyhur mengajak seluruh elemen, baik pemerintah, ulama, maupun tokoh agama lainnya, untuk terus bersatu demi mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan. (*)
Kegiatan yang digelar menjelang waktu berbuka puasa itu dipusatkan di Pertigaan Tongas, Jalan Raya Tongas, Dusun Krajan, Desa Tongas Wetan. Pengguna jalan roda dua maupun roda empat yang melintas tampak antusias menerima takjil yang dibagikan oleh petugas.
Pembagian takjil tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tongas AKP Ahmad Jayadi S.H., M.H. bersama anggota Polsek Tongas serta Bhayangkari Ranting Tongas.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 150 bungkus takjil dibagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
AKP Ahmad Jayadi mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan.
“Kegiatan ini merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat, agar dapat hadir, berbuat dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama di bulan Ramadan,” ujar Ahmad Jayadi.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat di wilayah Kecamatan Tongas.
Salah satu pengendara yang menerima takjil, Roni, mengaku senang dengan kegiatan yang dilakukan oleh Polsek Tongas. Ia mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah berbagi kepada masyarakat.
“Terima kasih kepada bapak-bapak polisi yang sudah berbagi takjil. Semoga menjadi berkah di bulan Ramadan ini. Kami juga mendoakan semoga polisi selalu diberi kesehatan, kelancaran dalam bertugas, dan selalu dekat dengan masyarakat,” ujar Roni.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif. Masyarakat yang menerima takjil pun terlihat menyambut baik kegiatan sosial yang dilakukan oleh jajaran Polsek Tongas tersebut.
NGAWI – Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan serta menjelang Idul Fitri 1447 H, Polres Ngawi Polda Jatim menggelar kegiatan pasar murah bagi masyarakat.
Kegiatan pasar murah yang juga dihadiri Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko tersebut dilaksanakan di halaman Polres Ngawi pada Jumat (6/3/2026).
Pasar murah Polres Ngawi mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang datang sejak pagi hari untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan bentuk kepedulian Polres Ngawi Polda Jatim terhadap masyarakat.
Selain itu, pasar murah ini juga menjadi bagian dari upaya Polres Ngawi dalam mendukung stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Ngawi.
"Kami berupaya membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok penting di pasaran menjelang Hari Raya Idul Fitri untuk membantu masyarakat," ujar AKBP Prayoga.
Melalui kegiatan pasar murah ini Polres Ngawi Polda Jatim berharap dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Adapun batas maksimal pembelian bagi setiap masyarakat yaitu:
* Beras SPHP maksimal 2 bungkus @5 kg
* Minyakita maksimal 3 pcs @2 liter
* Gula maksimal 2 kg
* Telur maksimal 2 kg
* Daging/ayam maksimal 2 kg
* Lele maksimal 2 kg
* Bawang merah maksimal 1 kg
* Bawang putih maksimal 1 kg
* Cabe rawit maksimal 1 kg
* Beras premium maksimal 2 pcs @5 kg
Dengan adanya pasar murah ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta membantu menjaga stabilitas harga pangan selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 H. (*)
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membeberkan peran pemerintah dalam rangka menjaga perdamaian dan ekonomi ditengah konflik global.
Hal tersebut disampaikan Kapolri dalam sambutannya di acara Silaturahmi Ramadan dengan DPD KSPSI Jawa Barat di PT NOK, pada Jumat (6/3) sore.
Kapolri mengatakan situasi global saat ini sedang tidak menentu akibat eskalasi yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sigit mengatakan pemerintah Indonesia sebagai negara nonblok tinggal diam atas situasi tersebut. Ia menyebut pelbagai upaya diplomasi terus dilakukan untuk menciptakan perdamaian.
"Tentunya saya sampaikan kepada rekan-rekan semua bagaimana pemerintah terus berusaha untuk bekerja keras sebagai negara non-blok untuk melaksanakan politik bebas dan aktif," ujarnya.
"Kemudian Indonesia ingin berperan aktif untuk ikut mendamaikan Palestina dan Israel dengan usulan two-state solution," imbuh Kapolri.
Dari sisi ekonomi, Sigit mengatakan pemerintah juga terus melakukan negosiasi untuk menurunkan besaran tarif yang dikenakan Amerika Serikat kepada Indonesia. Ia menyebut lewat upaya yang dilakukan pemerintah besaran tarif bisa diturunkan dari 32 persen menjadi 19 persen.
Tak hanya itu, Kapolri mengatakan kedepan pemerintah juga akan mendorong hilirisasi di pelbagai macam industri untuk meningkatkan perekonomian. Mulai dari industri otomotif, baterai listrik hingga lifting minyak.
Di sisi lain, Sigit menegaskan pemerintah melalui program Asta Cita juga terus berupaya menciptakan ketahanan pangan hingga energi agar Indonesia dapat mandiri dan tidak bergantung dengan negara lain.
"Berbagai macam program Asta Cita ini juga terus didorong, sehingga di dalam kondisi apa pun Indonesia tetap bisa terjaga, khususnya dalam situasi menghadapi pertarungan, menghadapi berbagai macam tekanan," jelasnya.
Oleh karenanya, ia meminta agar kelompok buruh juga dapat bersatu agar dapat menjaga iklim investasi di Indonesia terus tumbuh. Selain itu, Sigit meminta agar seluruh peluang dan sumber daya alam yang ada dapat dikelola dengan sebaik-baiknya agar bermanfaat bagi masyarakat.
"Dalam situasi global seperti saat ini, kondisi seperti saat ini, mau tidak mau Indonesia harus bisa mandiri, harus bisa berdiri di atas kaki sendiri," jelasnya.
"Oleh karena itu tentunya kita harus bisa mengelola seluruh sumber daya alam yang kita miliki untuk kemudian betul-betul kita manfaatkan untuk masyarakat kita, bangsa kita," sambungnya.
Terakhir, Sigit juga meminta agar kelompok buruh terus mempersiapkan diri dan meningkatkan kualitasnya agar tidak kalah bersaing dengan luar negeri.
"Sehingga ketika ada program-program yang terkait dengan masalah hilirisasi, hal-hal yang kemudian memang harus kita dorong untuk kualitas SDM kita harus siap, maka buruh-buruh kita tidak kalah dengan negara lain, karena ini bagian dari kompetisi kita dengan negara-negara yang ada," pungkasnya.
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak kalangan buruh untuk memperkuat persatuan dan soliditas bersama pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global yang dapat memengaruhi kondisi nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan jajaran Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) di Jawa Barat, Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya, Sigit menekankan bahwa dinamika dan eskalasi situasi global saat ini berpotensi berdampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan sosial di dalam negeri.
Karena itu, menurutnya, sinergi antara pemerintah dan para pekerja sangat penting agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul.
“Eskalasi yang terjadi di luar negeri tentu akan berdampak pada situasi dalam negeri. Oleh karena itu kita harus solid dan bekerja sama menghadapi situasi yang ada,” ujar Sigit yang juga Dewan Penasehat KSPSI.
Sigit juga menyinggung berbagai program strategis pemerintah yang bertujuan memperkuat perekonomian nasional, termasuk kebijakan hilirisasi sumber daya alam.
Program tersebut dinilai dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, termasuk bagi kalangan buruh.
"Dengan pengelolaan sumber daya alam yang lebih optimal di dalam negeri, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus memperluas kesempatan kerja," ungkapnya.
Selain itu, Kapolri juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar mampu bersaing secara global.
Polri, kata dia, juga membuka peluang kerja sama dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui fasilitas pendidikan dan pelatihan yang dimiliki institusi kepolisian.
Program pelatihan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana transfer pengetahuan bagi tenaga kerja Indonesia, terutama dalam menghadapi investasi perusahaan dalam dan luar negeri.
“Dengan pelatihan dan peningkatan kompetensi, SDM kita akan semakin siap dan profesional untuk bersaing dengan negara lain,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menyampaikan bahwa fasilitas kesehatan milik Polri dapat dimanfaatkan oleh kalangan buruh sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Polri dan organisasi pekerja sekaligus memberikan kemudahan akses layanan kesehatan.
Kapolri menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa perlu bersatu dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan agar cita-cita besar Indonesia dapat tercapai.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja menjadi kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Ke depan kita harus bersama-sama mempersiapkan semuanya sehingga Indonesia benar-benar mampu mewujudkan cita-cita besar menuju Indonesia Emas,” tutupnya.
