TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
‹
›
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
MOJOKERTO KOTA – Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota, Polda Jawa Timur, berhasil membongkar jaringan produksi dan peredaran oli ilegal di dua lokasi berbeda.
Lokasi pertama berada di Jalan Bypass KM 2, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sementara lokasi kedua merupakan gudang produksi di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Dody Munandar, S.I.K., didampingi Kasat Reskrim AKP Muhamad Kevin Ramadhan dan Kasi Humas IPTU Suhartanto saat konferensi pers pada Jumat (6/11/2026).
AKBP Dody Munandar mengungkapkan bahwa dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka pria berinisial FR (43), warga Kota Mojokerto, yang diduga kuat sebagai dalang di balik praktik produksi ilegal ini.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, modus operandi yang dilakukan tersangka yakni menyewa gudang untuk dijadikan tempat produksi oli tanpa izin resmi," jelas AKBP Dody.
Dalam menjalankan aktivitasnya, tersangka meracik dan mencampur sejumlah bahan baku untuk menghasilkan produk oli tiruan. Produk tersebut kemudian dikemas sedemikian rupa dan diberi label palsu agar siap diedarkan ke pasaran luas.
Selain mengamankan tersangka, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).
Barang bukti tersebut meliputi 55 jerigen kosong, 1 jerigen berisi oli siap edar, 9 drum bahan oli berwarna kuning, 4 drum bahan oli, 1 tabung LPG ukuran 12 kg, satu unit alat pengaduk (mixer), 10 drum kosong, serta puluhan lembar label stiker dan dokumen laminating palsu serta barang bukti lainya.
Atas perbuatannya, tersangka FR kini harus mendekam di sel tahanan dan terancam dijerat pasal berlapis sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku mengenai perlindungan konsumen dan perindustrian.
Kapolres Mojokerto Kota menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen nyata kepolisian dalam menindak tegas segala bentuk tindak pidana, khususnya praktik produksi ilegal yang merugikan masyarakat luas sebagai konsumen. Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu jeli dalam membeli produk otomotif.
"Apabila masyarakat mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas yang melanggar hukum di lingkungan sekitar, segera laporkan melalui layanan bebas pulsa Polri 110 agar dapat langsung kami tindaklanjuti," pungkas AKBP Dody Munandar. (*)
TUBAN – Mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polresta Tuban Polda Jawa Timur kembali menggelar kegiatan Subuh Keliling (Suling).
Kali ini, program yang masuk dalam 100 hari Program Kerja Kapolri tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Fajri, Kelurahan Latsari, Kabupaten Tuban, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kegiatan ini, Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Tuban.
Selain melaksanakan ibadah salat Subuh berjamaah, momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dua arah dan dialog langsung untuk menyerap aspirasi serta keluhan yang berkembang di lingkungan warga.
Salah satu poin penting yang disosialisasikan secara masif dalam dialog tersebut adalah keberadaan layanan Call Center Polri 110.
Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa Layanan Call Center 110 ini beroperasi penuh selama 24 jam untuk menerima laporan maupun pengaduan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara gratis, baik melalui telepon seluler maupun telepon rumah.
"Ini adalah komitmen kami agar kepolisian dapat memberikan respons secara cepat ketika terjadi situasi darurat atau gangguan kamtibmas di sekitar Anda. Jadi, jangan ragu menghubungi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian," ujar Kombes Pol Jazuli Dani.
Selain menyosialisasikan layanan darurat tersebut, Kapolresta Tuban juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas krusial.
Ia mengajak jemaah Masjid Al-Fajri untuk meningkatkan kesadaran dalam keselamatan berlalu lintas guna mencegah fatalitas kecelakaan di jalan raya.
Tak kalah penting, Kapolresta Tuban juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika yang mengancam masa depan generasi muda.
Ia meminta peran aktif seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing, agar jangan sampai wilayah Tuban menjadi tempat berkembangnya peredaran narkoba
"Apabila mengetahui adanya indikasi mencurigakan terkait narkoba atau potensi gangguan keamanan lainnya, segera informasikan kepada kami," tegasnya.
Melalui konsistensi kegiatan Subuh Keliling ini, Polresta Tuban Polda Jatim berharap hubungan yang harmonis dan sinergis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin. (*)
SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jatim menerapkan cara berbeda dalam menyambut Hari Pahlawan 2026.
Tidak sekadar mengajak warga mengenang jasa pejuang, kepolisian juga menghadirkan aksi nyata lewat pemasangan 1.000 alarm sepeda motor gratis dan pembagian makan siang di Taman Bungkul, Surabaya, Sabtu (7/11/2026).
Program yang digagas Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan keamanan kendaraan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga.
Proses pemasangan alarm dimulai pukul 08.00 WIB, sedangkan pembagian makan siang gratis berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga persediaan habis.
Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan kendaraan pribadi.
Langkah ini sangat penting guna mengantisipasi ancaman pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang membutuhkan kewaspadaan bersama.
"Pemasangan alarm motor diharapkan menjadi langkah preventif yang memberikan perlindungan tambahan," ujar Kombes Pol Luthfi.
Kendati demikian, Kombes Pol Luthfi mengingatkan warga agar tetap membiasakan diri memarkir kendaraan di tempat aman dan selalu menggunakan kunci pengaman ganda.
Momentum Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan kini dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap keselamatan sesama.
Selain pemasangan alarm, penyediaan makan siang menjadi bentuk pendekatan humanis kepolisian guna membuka ruang interaksi yang lebih hangat bersama warga.
Mengingat kuota yang terbatas dan tingginya antusiasme, masyarakat yang ingin berpartisipasi diimbau datang lebih awal untuk mengambil nomor antrean.
Polrestabes Surabaya Polda Jatim berharap aksi ini memicu warga untuk lebih aktif menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu bekerja sama dengan kepolisian.
Dengan mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani", kegiatan ini diharapkan menjadi wujud pelayanan yang semakin dekat, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Pahlawan.(*)
BONDOWOSO – Dalam rangka mengimplementasikan program prioritas “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Bondowoso Polda Jatim menggelar cangkrukan bersama komunitas ojek online (ojol) se-Kabupaten Bondowoso di Alun-alun RBA Ki Ronggo, Rabu (4/11/2026).
Langkah ini menjadi wujud kepedulian Polres Bondowoso Polda Jatim sekaligus ajakan bagi driver ojol untuk menjadi mitra aktif kamtibmas dalam menyukseskan program “Jogo Omah” (Menjaga Rumah) yang digagas oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.
Acara dihadiri langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Wakapolres KOMPOL I Gede Suartika, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta puluhan pengemudi Grab, Gojek, dan ShopeeFood.
Dalam sambutannya, AKBP Aryo menegaskan bahwa driver ojol memiliki peran strategis di garis depan masyarakat. Mobilitasnya yang tinggi hingga ke pelosok pemukiman menjadikannya mitra potensial kepolisian dalam mengawasi keamanan lingkungan.
"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami hadir untuk merangkul rekan-rekan ojol. Kami mengajak Anda semua menjadi mata dan telinga kamtibmas demi menyukseskan program 'Jogo Omah' Kapolda Jatim," ujar AKBP Aryo.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kapolres Bondowoso langsung menampung aspirasi driver terkait kendala lapangan, seperti kemudahan pengurusan SIM, denda pajak kendaraan, hingga dilema menghadapi penumpang yang menolak memakai helm.
AKBP Aryo menegaskan segera berkoordinasi dengan Satlantas untuk memfasilitasi solusi terbaik bagi komunitas ojol. Ia juga mengingatkan pemanfaatan Call Center bebas pulsa 110 saat darurat.
Kebersamaan tanpa sekat ini diakhiri dengan momen makan nasi kotak bersama secara lesehan. Salah satu pengemudi ojol mengaku sangat mengapresiasi perhatian kepolisian.
"Kami senang karena Polres Bondowoso begitu peduli. Kami tidak hanya didengar keluhannya, tetapi juga dirangkul sebagai mitra untuk menjaga keamanan Bondowoso," ungkapnya.
Melalui sinergi kokoh ini, diharapkan para driver dapat bekerja dengan aman dan nyaman sekaligus berkontribusi aktif menjaga kondusifitas wilayah. (*)
MALANG KOTA – Mengantisipasi lonjakan potensi bencana hidrometeorologi selama musim hujan, Polresta Malang Kota Polda Jatim memperkuat mitigasi dengan memetakan wilayah rawan di lima kecamatan.
Langkah taktis ini diperkuat melalui Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana yang diikuti 357 personel gabungan TNI, Polri, Pemkot Malang, BPBD, serta relawan di Lapangan Buring, Kedungkandang, Jumat (6/11/2026).
Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS, menegaskan bahwa apel ini merupakan sarana konsolidasi lintas instansi untuk menyatukan kesiapan personel dan memastikan langkah penanganan yang cepat saat terjadi bencana fisik maupun dampak kesehatan.
"Intensitas hujan mulai meningkat. Seluruh unsur harus saling berkoordinasi erat dan memantau perkembangan situasi cuaca secara berkelanjutan di wilayah Kota Malang," ujar Kombes Danang.
Karakteristik perkotaan membuat Malang Kota rawan terhadap genangan air yang mengganggu lalu lintas. Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menyusun peta kerawanan hingga tingkat kelurahan.
Data ini terus diperbarui dengan mempertimbangkan perubahan lingkungan, saluran drainase, serta proyek infrastruktur. Sejumlah kawasan di Kecamatan Lowokwaru dan Kedungkandang menjadi perhatian utama, khususnya wilayah di sepanjang aliran sungai.
Kombes Pol Danang meminta sinergi berjenjang dari tingkat kelurahan hingga kecamatan diperkuat. Lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas wajib aktif bertukar informasi.
Untuk mempercepat penanganan kedaruratan, posko terpadu akan langsung didirikan di lokasi kejadian secara on the spot.
Selain ancaman banjir dan tanah longsor, Kombes Pol Danang juga mengingatkan potensi lonjakan penyakit lingkungan musim hujan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan diare.
"Evaluasi kejadian tahun lalu harus menjadi dasar peningkatan mitigasi. Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama, dan keselamatan masyarakat Kota Malang tetap menjadi prioritas utama," pungkasnya. (*)
SURABAYA – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian dan memperkuat peran keluarga dalam mencegah penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.
Ajakan tersebut disampaikan saat Kapolda Jatim melaksanakan kegiatan Subuh Keliling (Suling) bersama masyarakat di Masjid Al-Hidayah, Jalan Ketintang Baru 15, Gayungan, Surabaya, Sabtu (7/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi langsung antara Polri dengan masyarakat, sejalan dengan semangat program Polisi Bersama Masyarakat yang digaungkan Kapolri.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jatim menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan langkah penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
“Persoalan narkoba ini sudah sangat mengkhawatirkan. Kita tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Jangan sampai narkoba yang awalnya kita anggap jauh, ternyata sudah masuk ke lingkungan bahkan keluarga kita sendiri,” ujar Irjen Pol Dekananto.
Kapolda Jatim juga menyoroti ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang masih menjadi tantangan serius, termasuk di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Ia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penyalahgunaan narkotika, termasuk potensi penggunaan rokok elektrik atau vape sebagai media konsumsi zat terlarang.
Menurut Kapolda Jatim, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran dan memberikan perlindungan kepada anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk meningkatkan komunikasi dan pengawasan terhadap lingkungan pergaulan anak, sekaligus mendorong masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan kepolisian 110 yang dapat diakses secara gratis untuk menyampaikan laporan maupun informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Kapolda Jatim menegaskan bahwa upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba merupakan bagian penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Selain menyampaikan pesan pencegahan narkoba, Kapolda Jatim juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun institusi Polri yang profesional, berintegritas, dan semakin dekat dengan masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh personel kepolisian agar senantiasa mengedepankan pelayanan yang humanis, menjaga kepercayaan publik, serta tidak menyalahgunakan kewenangan dalam pelaksanaan tugas.
“Saya selalu mengingatkan seluruh anggota, ambil hati masyarakat, jangan ambil harta masyarakat. Jika ada anggota yang melakukan tindakan meresahkan, silakan laporkan. Saya akan tindak tegas,” tegasnya.
Kapolda Jatim juga menyampaikan keterbukaannya terhadap kritik, masukan, maupun laporan masyarakat sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan kepolisian.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat pelayanan maupun sikap anggota kepolisian yang belum memenuhi harapan masyarakat.
Melalui kegiatan Subuh Keliling, Kapolda Jatim berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Semangat tersebut sejalan dengan JOGO OMAH, yang menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan masyarakat dan kepolisian dapat bersama-sama mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (*)
MALANG KOTA – Polresta Malang Kota Polda Jatim melantik 57 Da'i Kamtibmas berasal dari berbagai wilayah yang mencakup 57 kelurahan di Kota Malang.
Kegiatan ini sebagai upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) melalui pendekatan keagamaan.
Para da’i tersebut diharapkan menjadi mitra strategis Polri dalam membangun kesadaran hukum, mencegah potensi gangguan keamanan, serta menjaga kerukunan masyarakat hingga lingkungan terkecil, melalui pesan-pesan keagamaan yang sejuk, dan mengedepankan nilai toleransi serta persatuan.
Pelantikan dipimpin Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo P.S., didampingi Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar, di Mapolresta Malang Kota, Rabu (04/11/2026).
Pengukuhan secara simbolis dengan pemakaian seragam jas berwarna cokelat diberikan kepada Ketua Da'i Kamtibmas, Mochamad Soleha, dan Wakil Ketua, Winardi.
Kombes Pol Danang menjelaskan, pembentukan Da'i Kamtibmas bagian dari “Polri Bersama Masyarakat” untuk meningkatkan Harkamtibmas dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama.
"Da'i Kamtibmas merupakan mitra Polri dalam membangun keamanan melalui pendekatan agama, para dai bisa menyampaikan pesan-pesan kedamaian, memperkuat persaudaraan, meningkatkan kesadaran hukum, serta mengajak masyarakat berperan aktif menjaga Kamtibmas," jelas Kombes Pol Danang.
Keberadaan para dai juga diharapkan bisa membantu untuk mendeteksi sejak dini potensi permasalahan sosial, mencegah perselisihan, serta mengantisipasi berbagai pengaruh negatif yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
“Dalam pelaksanaannya, Da'i Kamtibmas memiliki peran sebagai mitra Polri dalam pembinaan, melalui kegiatan dakwah, terutama menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.”ujarnya.
Untuk memastikan program berjalan berkelanjutan, Polresta Malang Kota Polda Jatim akan menggelar pertemuan rutin dengan Da'i Kamtibmas setiap tiga bulan sekali sebagai sarana evaluasi kegiatan, penyampaian masukan, sekaligus memperkuat komunikasi dan koordinasi antara kepolisian dan para dai.
“Para da’i lebih bijak dalam penyampaian Solusi, bisa menjadi penengan dan mampu mendekati, masyarakat untuk mencegah konflik sosial dilingkungan keluarga, serta merukunkan warga dari berbagai latar belakang,” pungkasnya. (*)
Langganan:
Postingan (Atom)


