Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Bogor – Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7), tidak hanya dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dan jajaran pejabat negara, tetapi juga melibatkan ribuan masyarakat dari berbagai elemen. Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu ciri utama peringatan Hari Bhayangkara tahun ini yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, pelibatan masyarakat dalam peringatan Hari Bhayangkara merupakan wujud nyata bahwa keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama.

“Pelibatan berbagai elemen masyarakat menegaskan bahwa Polri berorientasi kepada masyarakat. Masyarakat adalah kekuatan sejati Polri, dan keamanan serta rasa aman merupakan tugas bersama. Karena itu, kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik dan kepercayaan masyarakat kepada Polri menjadi prioritas kami,” ujar Johnny.

Dalam rangkaian upacara, Polri menampilkan berbagai atraksi kemampuan personel, mulai dari demonstrasi keterampilan Korps Brimob, penerjunan personel, simulasi pembebasan sandera, parade kendaraan operasional, hingga defile yang melibatkan 32 elemen masyarakat, di antaranya pengemudi ojek online, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, konfederasi buruh, Pramuka, serta berbagai komunitas lainnya.

Menurut Johnny, keterlibatan masyarakat tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dan seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan nasional.

“Kami ingin memperkuat sinergi dan kolaborasi, karena keamanan dan rasa aman tidak mungkin diwujudkan sendiri oleh Polri. Semua elemen bangsa harus bersama-sama membangun keamanan sebagai fondasi pembangunan Indonesia yang maju,” katanya.

Selain upacara, rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 juga diisi berbagai kegiatan sosial yang telah dilaksanakan sejak beberapa pekan terakhir, seperti bakti kesehatan, bakti sosial, bedah rumah, operasi bibir sumbing, khitanan massal, turnamen olahraga, hingga Kapolri Cup Esports yang melibatkan generasi muda.

Johnny menambahkan, transformasi Polri juga terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi digital, antara lain melalui Super Apps Polri, layanan SKCK Online, SIM Digital, kanal pengawasan berbasis teknologi, serta layanan darurat 110 yang memungkinkan masyarakat memperoleh bantuan kepolisian secara cepat, mudah, dan gratis.

“Semua inovasi tersebut merupakan wujud komitmen Polri untuk terus bertransformasi dan menghadirkan pelayanan yang semakin mudah diakses, cepat, transparan, serta benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Johnny.


 

Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Transformasi Berkelanjutan untuk Hadir dan Mengabdi kepada Masyarakat

Bogor – Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi refleksi perjalanan panjang Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Selama delapan dekade, Polri terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, dan adaptif dengan tetap menjadikan masyarakat sebagai orientasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko di sela-sela Upacara Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).

Brigjen Pol. Trunoyudo mengatakan, usia ke-80 Polri memiliki makna historis, konstitusional, dan institusional yang menunjukkan perjalanan panjang Polri tumbuh bersama rakyat.

“Hari Bhayangkara ke-80 merupakan perjalanan yang sangat panjang. Ada pendekatan historis, konstitusional, dan institusional yang menunjukkan bagaimana Polri terus berkembang bersama rakyat. Makna dari semua itu adalah bahwa Polri benar-benar untuk masyarakat,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Polri memiliki tugas sebagai pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, pelindung, pengayom, pelayan masyarakat, serta penegak hukum. Karena itu, keamanan menjadi fondasi utama bagi keberlangsungan pembangunan nasional.

“Presiden juga menyampaikan bahwa keamanan merupakan modal utama pembangunan, baik dalam konteks sosial, ekonomi, maupun program pembangunan pemerintah. Oleh karena itu, Polri akan selalu berada di tengah-tengah masyarakat, melindungi ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, melayani, membantu, serta melakukan penegakan hukum dalam rangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, semangat “Polri untuk Masyarakat” tidak hanya diwujudkan melalui pelaksanaan tugas kepolisian, tetapi juga melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang telah digelar sejak rangkaian Bulan Bakti Bhayangkara.

“Makna Bulan Bakti Bhayangkara adalah Polri hadir di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan seperti bakti kesehatan, bakti sosial, pasar murah, bazar UMKM, hingga program-program sosial lainnya menunjukkan bahwa Polri hadir ketika masyarakat membutuhkan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Trunoyudo juga menegaskan bahwa transformasi Polri terus berjalan secara berkelanjutan melalui empat bidang utama yang digagas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yakni transformasi operasional, organisasi, pelayanan publik, dan pengawasan. Transformasi tersebut diperkuat melalui digitalisasi layanan seperti Super Apps Polri, layanan darurat Polisi 110, hingga penguatan respons cepat terhadap pengaduan masyarakat.

Selain memperkuat pelayanan publik, Polri juga terus mendukung berbagai program strategis nasional, seperti ketahanan pangan, pemenuhan gizi bagi anak-anak, peningkatan kualitas pendidikan melalui Yayasan Kemala Bhayangkari, serta penguatan kerja sama internasional dalam penanganan kejahatan transnasional.

Menurut Trunoyudo, seluruh upaya tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Kapolri selalu menegaskan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat dan Polri untuk masyarakat. Walaupun Polri dituntut semakin modern dan adaptif, hakikatnya Polri harus tetap berada di tengah-tengah masyarakat. Integritas dan prestasi Polri diukur dari kepercayaan publik. Oleh karena itu, Polri akan terus meningkatkan profesionalisme, kualitas sumber daya manusia, serta berpegang teguh pada nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya sebagai kompas moral setiap insan Bhayangkara,” tutupnya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi penegasan komitmen Polri untuk terus bertransformasi dan memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa, sehingga mampu menghadirkan rasa aman, memberikan pelayanan terbaik, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.


 

SIDOARJO - Sebagai wujud pengabdian Polri untuk masyarakat, di peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Polresta Sidoarjo Polda Jatim bersama Forkopimda Sidoarjo membagikan Tiga ton beras kepada masyarakat, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin oleh Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing usai upacara hari Bhayangkara tersebut dilaksanakan di depan Mapolresta Sidoarjo.

Kombes. Pol. Christian Tobing menjelaskan, bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama Pemerintah dan stake holder terkait untuk masyarakat,sekaligus sebagai rangkaian rasa syukur Polri 80 tahun mengabdi untuk masyarakat.

"Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami bersama Forkopimda Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan sosial berupa 3 ton beras kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk rekan-rekan pengemudi ojek online," kata Kombes. Pol. Christian Tobing.

Ia berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan masyarakat.

Kombes. Pol. Christian Tobing mengaku, Polresta Sidoarjo terus berkomitmen membangun kedekatan dengan masyarakat melalui komunikasi yang baik, peningkatan pelayanan publik dan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat.

"Kami juga mensolidkan sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi lintas sektor lainnya serta seluruh elemen masyarakat yang menjadi modal penting dalam menjaga situasi Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan kondusif," pungkasnya.

Sementara itu beberapa pengemudi ojek online, tukang becak,sopir angkot mengaku sangat terbantu dengan pemberian beras oleh Polresta Sidoarjo bersama forkopimda ini.

"Alhamdulillah, tadi saya pikir ada operasi, ternyata diberi beras sama pak Polisi. Selamat hari Bhayangkara semoga Polisi semakin dicintai masyarakat dan tetap jaya," ungkap pengemudi ojol yang mengaku bernama Rustam. (*)


 

PROBOLINGGO - Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif terus menggelorakan optimalisasi pelayanan publik untuk mewujudkan hadirnya Polri untuk masyarakat.

Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penyediaan sarana dan prasarana yang lebih representatif tersebut juga dilakukan dengan meresmikan renovasi gedung Polsek Bantaran dan Polsek Besuk pada Senin (29/6/2026) yang lalu.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Polres Probolinggo Polda Jatim dalam menghadirkan fasilitas yang memadai guna mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengatakan, keberadaan Polsek memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

"Polsek merupakan ujung tombak pelayanan kepolisian, diharapkan seluruh personel semakin semangat dalam menjalankan tugas serta mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, cepat, dan humanis kepada masyarakat," ujar AKBP Latif, Rabu (1/7/2026).

Kapolres Probolinggo menegaskan, pelayanan publik yang prima harus didukung oleh sarana yang memadai sehingga masyarakat dapat merasakan kehadiran Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

"Renovasi ini bukan sekadar memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga harus diiringi dengan peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik, sehingga masyarakat dapat benar-benar merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," tegas AKBP Latif.

Selain meresmikan bangunan yang telah direnovasi, Kapolres Probolinggo juga meninjau sejumlah fasilitas di Polsek Bantaran dan Polsek Besuk untuk memastikan seluruh sarana dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.

Kapolres Probolinggo berharap, dengan wajah baru kedua Polsek tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat serta sinergitas antara kepolisian dan masyarakat terus terjalin dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Probolinggo.

Peresmian renovasi ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng sebagai simbol dimulainya penggunaan gedung yang telah selesai direnovasi. (*)


 

SURABAYA,– Polda Jawa Timur menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Mapolda Jatim, Surabaya, Rabu (1/7/2026).

Upacara berlangsung khidmat ini dipimpin Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce, dengan dihadiri unsur Forkopimda Jawa Timur, instansi terkait, purnawirawan Polri, serta sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Wakapolda Jatim Brigjen Pol Pasma Royce membacakan amanat Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, menekankan pentingnya pengabdian Polri yang semakin profesional, humanis, dan berorientasi penuh pada pelayanan masyarakat.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Wakapolda Jatim, diawali dengan ungkapan syukur atas perjalanan pengabdian institusi Polri yang telah memasuki usia ke-80 tahun. 

Kapolda Jatim menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Polda Jatim dan instansi lintas sektor, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini terus bersinergi menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur.

“Atas nama Kapolda Jawa Timur dan institusi, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran Polda Jawa Timur, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat atas dedikasi dan kerja keras dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Timur,” ungkap Irjen Pol Nanang Avianto melalui Wakapolda Jatim.

Kapolda Jatim juga menyoroti berbagai capaian selama satu tahun terakhir yang menjadi bukti nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat, mulai dari penanganan evakuasi tanggap darurat, pengamanan aksi unjuk rasa, hingga pengelolaan arus lalu lintas dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 yang berjalan aman dan lancar.

Menurut Kapolda Jatim, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh personel di tingkat satuan kerja maupun satuan wilayah.

Kapolda Jatim dalam sambutan tertulisnya juga menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan sosial telah dilaksanakan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80 seperti bakti sosial, bakti religi, bedah rumah, hingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Kapolda Jatim dalam amanatnya menyampaikan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap Polri terus mengalami peningkatan. 

Berdasarkan survei Litbang Kompas April 2026, profesionalitas layanan Polri mencapai angka 8,37, dengan 80,6 persen masyarakat menyatakan kinerja Polri semakin baik.

“Kepercayaan publik tersebut menjadi amanah besar yang harus kita jawab dengan transformasi kinerja, menjadikan hukum sebagai panglima yang berkeadilan, proporsional, dan senantiasa berpijak pada perlindungan hak asasi manusia,” tegas Kapolda Jatim.

Tak hanya itu, Kapolda Jatim juga mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan kehormatan tertinggi yang diterima Polda Jatim tahun ini, yakni Samkaryanugraha Nugraha Sakanti yang disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada puncak Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor.

“Penghargaan ini bukan akhir dari pengabdian kita. Justru menjadi motivasi untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Jangan biarkan api perjuangan ini padam, terus gelorakan semangat Jogo Jatim sebagai fondasi mendukung Indonesia Emas 2045,” lanjut Irjen Nanang.

Menutup amanatnya, Kapolda Jatim memberikan penekanan kepada seluruh personel agar terus menjaga kondusivitas kamtibmas, memberikan pelayanan terbaik dengan integritas, profesionalisme dan sikap humanis, serta menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat mencederai kepercayaan publik.

“Mantapkan soliditas internal dan perkuat sinergitas eksternal dengan TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama serta seluruh elemen bangsa. Dirgahayu Hari Bhayangkara ke-80, Polri untuk Masyarakat,” pungkas amanat Kapolda Jatim yang dibacakan Wakapolda Jatim.

Usai pelaksanaan Upacara, dilanjutkan dengan peragaan Polisi Cilik (Pocil), peragaan Kolone Senjata, peragaan K9, peragaan Penjinakan Bom, dan diakhiri dengan tasyakuran. (*)


 

Bogor – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, usia ke-80 bukan sekadar perjalanan waktu bagi institusi Polri, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Hari Bhayangkara ke-80 memiliki makna yang sangat penting. Delapan puluh tahun bukan sekadar perjalanan usia sebuah institusi, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Momentum ini menjadi refleksi untuk memperteguh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Johnny.

Menurutnya, melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi kepolisian yang modern, profesional, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Johnny menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” dipilih karena masyarakat merupakan kekuatan utama Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ sangat relevan karena kami menyadari bahwa kekuatan sejati Polri adalah masyarakat. Oleh karena itu, orientasi kepada masyarakat menjadi komitmen dalam setiap pelaksanaan tugas, baik pelayanan publik, perlindungan, pengayoman, maupun penegakan hukum yang berkeadilan,” katanya.

Ia menambahkan, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, humanis, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan keamanan yang terus berkembang.


 

Bogor – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, upacara berlangsung khidmat dan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto selaku Inspektur Upacara, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, jajaran pimpinan lembaga negara, para menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI, Kapolri, serta tamu undangan dari dalam dan luar negeri.

Upacara Hari Bhayangkara ke-80 diikuti ribuan peserta yang terdiri atas personel Polri, TNI, Taruna Akpol, Aparatur Sipil Negara Polri, serta berbagai komponen masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan juga ditampilkan defile pasukan, atraksi kemampuan personel, parade kendaraan operasional, fly pass, hingga keterlibatan elemen masyarakat sebagai wujud sinergi Polri bersama seluruh komponen bangsa dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Selain upacara, rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga diisi dengan penganugerahan tanda kehormatan dan penghargaan kepada tokoh bangsa, personel, serta satuan kerja berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Kadivhumas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan pengabdian Polri sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, dan menghadirkan pelayanan yang semakin Presisi. Melalui tema ‘Polri untuk Masyarakat’, kami ingin menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan tugas Polri harus selalu berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Ia menambahkan, keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam upacara tahun ini menunjukkan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang dibangun melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Kehadiran berbagai komponen masyarakat dalam Upacara Hari Bhayangkara ke-80 mencerminkan kuatnya sinergi antara Polri dan masyarakat. Ini menjadi semangat bersama untuk terus menjaga persatuan, memperkuat keamanan, serta mendukung pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju,” katanya.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 juga menjadi ajang untuk menampilkan hasil transformasi Polri yang semakin modern dan adaptif, baik melalui penguatan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, maupun peningkatan kualitas pelayanan publik. Seluruh rangkaian kegiatan mencerminkan komitmen Polri untuk terus bertransformasi sebagai institusi yang profesional, humanis, dan dipercaya masyarakat.

Melalui semangat “Polri untuk Masyarakat”, Hari Bhayangkara ke-80 diharapkan menjadi penguat tekad seluruh insan Bhayangkara untuk terus mengabdi kepada bangsa dan negara serta memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, dan penegakan hukum yang berkeadilan demi terwujudnya Indonesia yang aman, tertib, dan sejahtera.