Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

‹
›

Shooting

Racing

News

 

SURABAYA – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelabuhan Tanjung Perak,Polda Jawa Timur mengintensifkan penertiban kendaraan besar yang melanggar pembatasan operasional di kawasan Kalianak dan Karang Tembok, saat memasuki hari ke-13 Operasi Patuh Semeru 2026.

Penertiban dilakukan rutin pagi dan sore hari, menyusul masih banyaknya kendaraan besar yang melanggar meski sudah sering ditindak. Pelanggaran ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kasat Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Imam Sayfudin Rodji menegaskan penindakan bukan untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan.

"Penindakan ini wujud kepedulian kami. Kecelakaan dapat bermula dari sebuah pelanggaran. Kepatuhan harus menjadi kesadaran bersama," kata AKP Imam, Sabtu (7/11/2026).

Penindakan dilakukan melalui ETLE dan tilang langsung. Dalam kegiatan tersebut, petugas menindak 15 pelanggaran.

Kasat Lantas juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, LSM, media, dan seluruh pemangku kepentingan ikut menyosialisasikan tertib berlalu lintas.

"Keselamatan adalah tanggung jawab kita semua. Harapan kami masyarakat patuh karena kesadaran diri, bukan karena takut petugas," jelas AKP Imam.

Ia berpesan agar pengendara selalu mengutamakan keselamatan karena ada keluarga yang menunggu di rumah.

"Patuhi aturan lalu lintas dan utamakan keselamatan. Ingat, ada keluarga yang menunggu kita pulang," pesannya.

Dengan semangat "Polisi Bersama Masyarakat", Satlantas Tanjung Perak berkomitmen menekan pelanggaran dan kecelakaan fatal demi terwujudnya Kamseltibcarlantas di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak. (*)


 

KOTA MADIUN – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Madiun Kota Polda Jawa Timur berhasil mengungkap dua kasus dugaan peredaran obat keras ilegal jenis pil berlogo LL. 

Dalam operasi tersebut, Polisi mengamankan Tiga orang tersangka pengedar beserta ribuan butir obat keras berbahaya yang siap diedarkan.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Madiun Kota, AKBP Rizki Pratama, dalam konferensi pers di Mapolres Madiun Kota, Jumat (6/11/2026). 

Kapolres Madiun Kota menerangkan bahwa dua lokasi yang menjadi sasaran penggerebekan adalah sebuah lapak di Kecamatan Kartoharjo, serta  kafe di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.

Kasus pertama terungkap di Lapak Kembul Sari berkat laporan masyarakat. Melalui penyelidikan intensif, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial L.U (28). 

Saat digeledah, Polisi menemukan satu botol plastik putih berisi 1.034 butir pil LL. Petugas juga menyita satu ponsel dan uang tunai Rp1.000.000 hasil penjualan. 

"Nilai transaksi pembelian obat keras tersebut diperkirakan mencapai Rp1.650.000," ujar AKBP Rizki.

Sementara itu, pengungkapan kedua dilakukan di sebuah kafe di Jalan Yos Sudarso melalui skema COD (Cash on Delivery). 

Petugas awalnya meringkus M.S.F (20) dan menyita barang bukti berupa 800 butir pil LL di dalam kotak perkakas, 100 butir pil LL di kotak rokok, dua botol berisi total 2.003 butir pil LL, serta dua unit ponsel.

Kasus ini kemudian dikembangkan hingga petugas berhasil menciduk pemasoknya berinisial I.K (28) di Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. 

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 435 dan/atau Pasal 436 ayat (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.

AKBP Rizki menegaskan, pengungkapan ini adalah bagian dari upaya Polres Madiun Kota Polda Jatim dalam menekan peredaran obat keras ilegal yang merusak kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda.

"Polres Madiun Kota berkomitmen untuk terus menindak tegas segala bentuk peredaran obat keras ilegal. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika mengetahui adanya aktivitas peredaran obat-obatan yang melanggar hukum," tegas AKBP Rizki.(*)


 

SURABAYA – Polda Jawa Timur terus mempererat kedekatan dengan masyarakat melalui Program Minggu Kasih sebagai ruang silaturahmi, komunikasi, dan dialog untuk bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kali ini, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast hadir menyapa jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Rungkut Asri, Surabaya, dalam ibadah kebaktian kedua, Minggu (8/11/2026).

Melalui kegiatan tersebut, Polda Jatim mengajak jemaat untuk memperkuat peran keluarga dan lingkungan dalam melindungi anak-anak serta generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Kombes Pol Abast menyampaikan bahwa Program Minggu Kasih merupakan salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya umat Kristiani, untuk membangun komunikasi yang lebih dekat sekaligus mendengarkan berbagai persoalan kamtibmas.

“Melalui Minggu Kasih, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bukan hanya menyampaikan pesan kamtibmas, tetapi juga mendengarkan aspirasi, masukan, dan berbagai persoalan yang dihadapi warga,” ujar Kombes Pol Abast.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut sejalan dengan semangat “Polisi Bersama Masyarakat” yang digaungkan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yakni membangun kemitraan antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

Di Jawa Timur, semangat tersebut juga diwujudkan melalui “JOGO OMAH”, yang digaungkan Kapolda Jatim Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Menurut Kombes Pol Abast, JOGO OMAH bukan sekadar menjaga rumah secara fisik, melainkan juga menjaga keluarga, lingkungan, dan masa depan generasi muda dari berbagai ancaman kejahatan, termasuk narkoba.

“Rumah yang aman bukan hanya rumah yang pintunya terkunci, tetapi rumah yang keluarganya terlindungi. Karena itu, menjaga keluarga dari bahaya narkoba harus dimulai dari kepedulian kita sendiri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Jatim mengajak jemaat untuk menguatkan tiga langkah sederhana, yakni Jogo Keluarga, Jogo Lingkungan, dan Jogo Masa Depan Generasi Muda.

Ia menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan anak, kepedulian terhadap lingkungan pergaulan, serta pemberian pemahaman mengenai bahaya narkoba sejak dini.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, tokoh agama, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat.

“Jangan menunggu sampai narkoba masuk ke dalam rumah kita, baru kita peduli. Mari kita mulai dari keluarga, membangun komunikasi dengan anak-anak, mengenali lingkungan pergaulan mereka, dan memberikan pemahaman tentang bahaya narkoba sejak dini,” pesannya.

Kombes Pol Abast juga berharap gereja dan tokoh agama dapat terus menjadi mitra kepolisian dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta penguatan nilai-nilai kehidupan kepada generasi muda.

Ia menegaskan bahwa Polda Jatim berkomitmen melakukan pencegahan dan penegakan hukum terhadap peredaran gelap narkoba secara tegas dan profesional.

Namun demikian, terhadap masyarakat yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, pendekatan penanganan dan pemulihan, termasuk rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku, juga menjadi perhatian.

“Kita tidak ingin ada keluarga yang takut mencari pertolongan ketika anggota keluarganya menghadapi persoalan penyalahgunaan narkoba. Tujuan kita bukan hanya menindak pelaku kejahatan, tetapi juga menyelamatkan keluarga dan masa depan generasi muda,” jelasnya.

Selain memberikan edukasi, Kabid Humas Polda Jatim mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan peredaran narkoba maupun gangguan kamtibmas di lingkungan tempat tinggal.

Masyarakat dapat menghubungi layanan kepolisian 110 secara gratis atau melapor melalui kantor polisi terdekat.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri terhadap pihak yang dicurigai terlibat dalam peredaran narkoba, melainkan menyerahkan penanganannya kepada kepolisian sesuai ketentuan hukum.

Menutup pesannya, Kombes Pol Abast mengajak seluruh jemaat untuk terus membangun kepedulian dan kebersamaan dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan dan kerja sama masyarakat. Ketika keluarga kita aman, lingkungan kita aman, maka Jawa Timur juga akan semakin aman,” pungkasnya.

Melalui Program Minggu Kasih, Polda Jawa Timur berharap komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda yang sehat dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba. (*)


BLITAR – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Blitar Polda Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus menjaga moral generasi muda. 

Melalui program unggulan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Polres Blitar Polda Jatim secara masif menggelar sosialisasi guna membentengi para pelajar dari ancaman kejahatan di era digital.

Kali ini, implementasi program Polidik dilaksanakan oleh satuan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Blitar dengan menyambangi para pelajar di SMK PGRI Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai bahaya judi online (Judol), modus penipuan digital, hingga pentingnya etika dalam bermedia sosial.

Disela-sela kegiatan, Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni turun langsung memberikan pemahaman mendalam secara interaktif. 

Para pelajar diajak untuk tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan instan yang kerap menjadi kedok perjudian dan penipuan online.

Mereka juga diimbau untuk lebih bijak serta bertanggung jawab saat beraktivitas di ruang digital agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber.

Secara terpisah, Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H menegaskan bahwa program Polidik ini merupakan langkah preventif strategis Polri untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari dampak buruk teknologi.

"Kami dari jajaran Polres Blitar terus berkomitmen dan berupaya keras memerangi praktik judi online serta mencegah berbagai tindak kejahatan siber. Salah satu jalur terbaiknya adalah melalui edukasi dini dan pendekatan langsung ke lingkungan sekolah seperti ini," ujar AKBP Ardhy.

Melalui keberlanjutan program Polisi Peduli Pendidikan ini, Polres Blitar Polda Jatim berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu menyaring informasi secara bijak. 

"Keterlibatan aktif sekolah dan pelajar ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta kondusif di wilayah hukum Polres Blitar," pungkas AKBP Ardhy. (*)
KEDIRI – Polres Kediri Polda Jatim resmi mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas di Pondok Pesantren Nurul Azizah, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jumat (6/11/2026). 

Langkah ini diambil guna menggelorakan semangat "Polisi Bersama Masyarakat" serta mendukung program "Jogo Omah" (Menjaga Rumah) yang diinisiasi oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. 

Sinergi strategis dengan tokoh agama ini bertujuan untuk meredam maraknya hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Kediri, AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran para dai merupakan mitra penting dalam menyebarkan pesan persaudaraan, toleransi, dan kepatuhan hukum ke seluruh lapisan masyarakat. 

"Esensi utama dari pengukuhan ini sejalan dengan program Bapak Kapolda Jatim yaitu Jogo Omah, yaitu menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan secara bersama-sama," ujar AKBP Latif usai acara pengukuhan.

Dalam arahannya, Kapolres Kediri meminta para Da'i mengedepankan dakwah yang santun, moderat, dan menyejukkan. 

Pesan tersebut mencakup penguatan tiga pilar persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah (sesama umat), ukhuwah wathaniyah (sebangsa dan setanah air), serta ukhuwah insaniyah (sesama manusia).

"Harapan kami, para Da'i dapat menjadi pelopor persatuan dan toleransi serta membawa kesejukan melalui dakwah yang santun dan bijaksana, serta jangan sampai menimbulkan perpecahan,” kata AKBP Latif.

Semangat kebersamaan antara Polisi dan masyarakat ini juga diarahkan ke ranah digital. Para Dai didorong memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten keagamaan yang edukatif dan inspiratif. 

Gerakan ini diperkuat dengan komunikasi berkala di lapangan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta unsur masyarakat lainnya demi memastikan rasa aman terjaga hingga ke lingkungan terkecil.

“Pengukuhan ini menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKBP Latif.

Sebagai keberlanjutan program, Kapolres Kediri menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk intens melakukan koordinasi dengan para dai serta melibatkan mereka dalam penyuluhan kamtibmas maupun kegiatan keagamaan lokal. 

Melalui sinergi erat dengan mengusung spirit Jogo Omah dan kedekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Polda Jatim optimis stabilitas keamanan dan kerukunan warga di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, dapat terus terawat dengan baik. (*)
JAKARTA – Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja sama dalam mencegah dan menangani kejahatan terhadap anak, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan narkotika.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan Ketua KPAI beserta jajaran di Mabes Polri, Jakarta. Kedua pihak menekankan pentingnya penegakan hukum yang mengedepankan perlindungan anak, baik sebagai korban maupun dalam upaya pencegahan kejahatan.

Kapolri mengatakan, perlindungan anak menjadi perhatian bersama yang harus dilakukan melalui langkah pencegahan, edukasi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.

“Penanganan khususnya terkait TPPO dan lebih khusus lagi terhadap anak ini menjadi perhatian kita bersama. Kita berupaya bagaimana menjaga dan melindungi anak-anak agar tidak menjadi korban,” ujar Suyudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (06/11/2026).

Ia menjelaskan, Polri bersama KPAI selama ini melakukan pemetaan terhadap pelaku kejahatan, baik melalui pemantauan di wilayah maupun patroli siber. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi kejahatan terhadap anak di ruang digital, termasuk eksploitasi seksual dan kekerasan.

Menurut Suyudi, penyalahgunaan narkotika juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi karena anak-anak berpotensi menjadi korban penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Kita tidak ingin anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini menjadi korban atau menjadi objek dari orang-orang atau pelaku kejahatan yang memang menargetkan anak,” tegasnya.

Untuk memperkuat koordinasi, Kapolri menyebut Polri bersama KPAI dan kementerian serta dinas terkait juga membahas kemungkinan pengembangan aplikasi yang dapat menyelaraskan kerja sama antarlembaga. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan kasus perlindungan anak secara lebih efektif.

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Dr. Jasra Putra, menyampaikan bahwa kondisi perlindungan anak di Indonesia membutuhkan dukungan penegakan hukum yang memiliki perspektif perlindungan anak. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi anak korban narkotika, TPPO, kekerasan seksual, serta kekerasan fisik dan psikis.

“Kami mengapresiasi Pak Kapolri yang menyambut masukan-masukan kami mengenai bagaimana mengarusutamakan perlindungan anak dalam penegakan hukum. Beliau juga menyampaikan komitmen terhadap upaya pemberatan hukum bagi para pelaku kejahatan terhadap anak, termasuk pelaku pedofilia,” ujar Jasra.

KPAI berharap perlindungan anak menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan dan pelaksanaan tugas Polri, sehingga upaya pencegahan maupun penanganan kejahatan terhadap anak dapat berjalan lebih optimal.

 

MOJOKERTO KOTA – Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota, Polda Jawa Timur, berhasil membongkar jaringan produksi dan peredaran oli ilegal di dua lokasi berbeda. 

Lokasi pertama berada di Jalan Bypass KM 2, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sementara lokasi kedua merupakan gudang produksi di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Dody Munandar, S.I.K., didampingi Kasat Reskrim AKP Muhamad Kevin Ramadhan dan Kasi Humas IPTU Suhartanto saat konferensi pers pada Jumat (6/11/2026).

AKBP Dody Munandar mengungkapkan bahwa dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka pria berinisial FR (43), warga Kota Mojokerto, yang diduga kuat sebagai dalang di balik praktik produksi ilegal ini.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, modus operandi yang dilakukan tersangka yakni menyewa gudang untuk dijadikan tempat produksi oli tanpa izin resmi," jelas AKBP Dody.

Dalam menjalankan aktivitasnya, tersangka meracik dan mencampur sejumlah bahan baku untuk menghasilkan produk oli tiruan. Produk tersebut kemudian dikemas sedemikian rupa dan diberi label palsu agar siap diedarkan ke pasaran luas.

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP). 

Barang bukti tersebut meliputi 55 jerigen kosong, 1 jerigen berisi oli siap edar, 9 drum bahan oli berwarna kuning, 4 drum bahan oli, 1 tabung LPG ukuran 12 kg, satu unit alat pengaduk (mixer), 10 drum kosong, serta puluhan lembar label stiker dan dokumen laminating palsu serta barang bukti lainya.

Atas perbuatannya, tersangka FR kini harus mendekam di sel tahanan dan terancam dijerat pasal berlapis sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku mengenai perlindungan konsumen dan perindustrian.

Kapolres Mojokerto Kota menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen nyata kepolisian dalam menindak tegas segala bentuk tindak pidana, khususnya praktik produksi ilegal yang merugikan masyarakat luas sebagai konsumen. Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu jeli dalam membeli produk otomotif.

"Apabila masyarakat mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas yang melanggar hukum di lingkungan sekitar, segera laporkan melalui layanan bebas pulsa Polri 110 agar dapat langsung kami tindaklanjuti," pungkas AKBP Dody Munandar. (*)