Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News


 NGANJUK – Satreskrim Polres Nganjuk Polda Jatim membuktikan komitmennya dalam menjaga kamtibmas dengan bergerak cepat merespons laporan masyarakat. 


Petugas Unit Resmob langsung menerjunkan personel untuk menggerebek dua lokasi yang diduga menjadi sarang aktivitas sabung ayam di wilayah Sukomoro dan Loceret.


Langkah cepat ini diambil setelah kepolisian menerima informasi dari warga mengenai adanya indikasi perjudian di lahan kosong Desa Jatirejo (Loceret) pada Sabtu (29/8/2026) dan lahan kosong Desa Sumengko (Sukomoro) pada Minggu (30/8/2026).


Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menegaskan bahwa Polres Nganjuk Polda Jatim tidak akan menoleransi setiap potensi gangguan keamanan di wilayah hukumnya.


"Setiap informasi dari masyarakat terkait potensi gangguan kamtibmas pasti akan segera kami tindaklanjuti di lapangan. Kami langsung terjunkan anggota untuk memastikan kondisi dan menyisir lokasi tersebut," tegas AKBP Suria Miftah Irawan, Rabu (2/9/2026).


Dari operasi respons cepat tersebut, petugas berhasil mengamankan total empat ekor ayam aduan sebagai barang bukti.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP M. Patria Pratama, S.Tr.K., S.I.K.,menambahkan selain menyita ayam aduan, petugas juga langsung memberikan edukasi dan imbauan keras kepada warga di sekitar lokasi.


"Kami berikan imbauan tegas kepada warga agar lahan kosong tersebut tidak lagi digunakan sebagai tempat sabung ayam atau kegiatan lain yang melanggar hukum," pungkas AKP M. Patria Pratama. (*)


 JAKARTA — Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat di lingkungan Polri. Upacara tersebut digelar di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).


Serah terima jabatan tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Berdasarkan daftar pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan, sejumlah posisi mengalami pergantian sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri.


Beberapa jabatan yang diserahterimakan antara lain Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri), Kapolda Sulawesi Utara, Karopaminal Divpropam Polri, Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Kapolri, Koorsahli Kapolri, hingga sejumlah jabatan kewilayahan.


Dalam rotasi tersebut, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. menyerahkan jabatan Astamaops Kapolri dan memasuki masa pensiun. Posisi tersebut selanjutnya diisi Irjen Pol. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara.


Sementara itu, jabatan Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya diemban Brigjen Pol. Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.


Pergantian juga terjadi pada posisi AS SDM Kapolri. Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si. memasuki masa pensiun dan posisinya digantikan Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.


Selain itu, Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si. memasuki masa pensiun dari jabatan koorsahli Kapolri. Posisi tersebut selanjutnya diisi Irjen Pol. Drs. Ruslan Effendi, M.Si. yang sebelumnya menjabat Sahli Sosial Politik Kapolri.


Pada jabatan kewilayahan, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han. yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Kapolda Papua Barat Daya selanjutnya diisi Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau.


Sementara itu, sejumlah jabatan lainnya yang turut berganti yakni Kayanma Polri, Karobinopsnal Baharkam Polri, serta Kabagpamwal Roprovos Divpropam Polri.


Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, upacara serah terima jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.


“Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Pergantian ini merupakan proses pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi untuk memastikan roda organisasi terus berjalan secara optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Isir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).


Ia menambahkan, setiap pejabat yang menerima amanah baru diharapkan dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawabnya serta melanjutkan program yang telah berjalan.


“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalitas, dan komitmen. Polri berharap para pejabat yang baru dapat segera menjalankan tugas serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.


 48 Buku Terbit Sejak Pusat Studi Kepolisian Diresmikan, Jadi Bekal Anggota Polri


JAKARTA — Pusat Studi Kepolisian terus membangun tradisi keilmuan di lingkungan Polri. Sejak diresmikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. pada 10 Maret 2026, ekosistem akademik kepolisian tidak hanya bergerak melalui diskusi, seminar, dan penelitian, tetapi juga melahirkan karya literasi yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan ilmu dan praktik kepolisian.


Sebanyak 48 buku menjadi bagian dari jejak karya dan pengembangan keilmuan dalam ekosistem Pusat Studi Kepolisian. Karya-karya tersebut mencakup berbagai bidang, mulai dari ilmu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, pemolisian masyarakat, sumber daya manusia, teknologi, digital policing, hingga persoalan sosial dan pembangunan nasional.


Sebagian buku tersebut telah dibedah oleh para ahli dan akademisi dalam berbagai forum ilmiah. Bedah buku menjadi ruang untuk menguji gagasan, memperkaya perspektif, serta menghubungkan isi buku dengan kebutuhan pengembangan organisasi dan praktik kepolisian di lapangan.


Termasuk di dalamnya sejumlah buku karya Wakapolri yang telah dibedah dalam forum akademik, seperti Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern, Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital: Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO, Rekrutmen, Meritokrasi, & Teknologi, Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital, serta Mengawal Pangan Menuai Aman. Buku terakhir merupakan karya bersama Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si., dan Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si.


Kehadiran buku-buku tersebut, ditambah pembahasan kritis dari para ahli dan akademisi, memperlihatkan bahwa tradisi akademik di tubuh Polri diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan yang dapat dibaca, dikaji, diuji, dan dimanfaatkan. Pusat Studi tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi diharapkan menjadi jembatan antara persoalan yang ditemukan di lapangan dan kajian ilmiah yang dapat memberikan rekomendasi bagi organisasi.


Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pusat studi harus menjadi ruang tumbuhnya pemikiran dan penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi Polri dan masyarakat.


"Pusat studi harus terus berkarya. Jangan berhenti pada diskusi dan seminar. Hasil penelitian dan pemikiran harus dituangkan menjadi karya yang dapat dibaca, diuji, dikembangkan, dan dimanfaatkan untuk memperkuat kebijakan serta praktik kepolisian,” ujar Wakapolri.


Menurutnya, pengembangan ilmu kepolisian merupakan bagian penting dalam membangun evidence-based policing, yakni pemolisian yang semakin kuat karena keputusan dan kebijakannya didukung oleh data, penelitian, ilmu pengetahuan, serta pengalaman empiris.


"Kita ingin membangun evidence-based policing. Kebijakan kepolisian harus semakin kuat karena didukung ilmu pengetahuan, data, penelitian, dan pengalaman empiris. Dari sinilah pusat studi memiliki peran strategis,” kata Wakapolri.


Karya-karya tersebut memiliki spektrum kajian yang luas. Di antaranya Police Governance: Teori, Model dan Reformasi Tata Kelola Pemolisian dalam Sistem Pemerintahan Indonesia; Teori Hukum dan Hukum Pidana Kontemporer Jilid 1; Teori Kriminologi dan Viktimologi; Kejahatan Lintas Negara; Masalah Sosial dan Konflik Sosial; Filsafat Ilmu; Studi Keamanan; Manajemen Transportasi; Risk Based Policing; hingga Mozaik Polmas Nusantara.


Kajian kemudian berkembang ke bidang administrasi dan tata kelola melalui Administrasi Kepolisian, Etika dan Kepolisian, Kebijakan Publik, Teori Hukum Jilid 2, dan Metodologi Penelitian.


Pada bidang sumber daya manusia dan pengembangan personel terdapat Pengantar MSDM, Perwira Bhayangkara: Tangguh Mengabdi untuk Negeri, serta berbagai karya yang membahas transformasi organisasi, meritokrasi, kepemimpinan, dan generasi muda.


Sementara itu, perkembangan tantangan keamanan modern tercermin dalam karya seperti Viktimologi Siber Indonesia, Pemolisian Digital: Transformasi di Era Akal Imitasi, TI dan Komunikasi Kepolisian, Radikalisme, Terorisme, dan Deradikalisasi, serta Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital.


Karya-karya lain mengangkat pemolisian masyarakat melalui Memahami Polmas dan Polmas Kontemporer, sementara dimensi kepolisian dan masyarakat diperkuat melalui Ilmu Kepolisian, Teori Kepolisian, serta kajian mengenai konflik sosial, keamanan, dan kebijakan publik.


Selain itu, terdapat karya yang merekam pengalaman, pemikiran, dan dinamika organisasi, antara lain Transformasi Polri: Narasi Menuju Realita, Transformasi Polri: Keselarasan Citra dan Realita, Paradigma Berpikir Kritis: Persepsi Polwan Cendekia, Rasio dan Nurani: Catatan Kritis Polisi Cendekia, Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri, Strukturasi Logistik Polri, Slog Polri: Struktur Pendukung Dinamika Organisasi, hingga Pendekatan Humanis Merebut Hati Papua.


Dari perspektif sosial dan pendidikan, ekosistem karya tersebut juga diperkuat melalui Masyarakat Sadar Wisata, Kisar Pendidikan, serta Jejak dan Modernisasi Lemdiklat Polri.


Sebagian buku tersebut kemudian dibedah oleh para ahli dan akademisi untuk melihat relevansi gagasan, kekuatan analisis, serta kemungkinan penerapannya dalam kebijakan dan tugas kepolisian. Forum bedah buku juga menjadi sarana untuk mempertemukan penulis dengan pembaca, peneliti, dosen, mahasiswa, dan anggota Polri.


Berikut daftar 48 buku yang menjadi bagian dari ekosistem karya Pusat Studi Kepolisian:


1. Police Governance: Teori, Model dan Reformasi Tata Kelola Pemolisian dalam Sistem Pemerintahan Indonesia — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.; Irjen Pol. (Purn.) Dr. Umar Effendi, S.I.K., M.Si.; Dr. Riant Nugroho, M.Si.

2. Teori Hukum dan Hukum Pidana Kontemporer Jilid 1 — Dr. Zulkarnein Koto, S.H., M.Hum.; Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum.

3. Teori Kriminologi dan Viktimologi — Dr. Supardi Hamid, M.Si.

4. Kejahatan Lintas Negara — Dr. Supardi Hamid, M.Si., dkk.

5. Masalah Sosial dan Konflik Sosial — Dr. Sutrisno, M.Si.; Dr. Sukarman, Ds., S.S., S.H., M.Si.; Dr. Benny Maringan Saragih, S.H., S.I.K., M.Si.

6. Filsafat Ilmu — Dr. Sutrisno, M.Si.; Dr. Adwin Wibisono, M.I.M.; Dr. Novi Indah Earlyanti, M.Pd.; Dr. Benyamin Lufpi, S.S., M.Hum.

7. Studi Keamanan — Dr. Rendy Ananta Prasetya, S.Sos., S.H., M.H., IJP. (P.); Dr. Umar Effendi, M.Si.; Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si.

8. Manajemen Transportasi — Prof. Dr. Chrysnanda Dwilaksana, M.Si.; Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si.

9. Risk Based Policing — Prof. Dr. Oscarius Yudhi Ari Wijaya, M.Si., M.H., M.M., CLI.

10. Mozaik Polmas Nusantara — Ade Julita Patadungan, S.H., dkk.

11. Administrasi Kepolisian — Dr. Yopik Gani, M.Si.

12. Etika dan Kepolisian — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.; Dr. Sutrisno, M.Si.

13. Kebijakan Publik — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.

14. Teori Hukum Jilid 2 — Dr. Zulkarnein Koto, S.H., M.Hum.; Andrea H. Poeloengan, S.H., M.Hum., M.T.C.P.

15. Metodologi Penelitian — Prof. Dr. Lindrianasari, S.E., M.Si., Ak., C.A., CERT.DA.

16. Pengantar MSDM — Dr. Vita Mayastinasari, S.E., M.Si.; Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, S.I.K., M.Si.; KBP Dr. Bayu Suseno, S.H., S.I.K., M.M., M.H.; Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.Si.

17. Kriminologi: Dari Teori ke Jalanan — Dr. Supardi Hamid.

18. Disparitas Pemidanaan dan Pertimbangan Hakim — BJP. Dr. Kif Aminanto, S.I.K., S.H., M.H.

19. Perwira Bhayangkara: Tangguh Mengabdi untuk Negeri — Arel Dewanta Bhara Prabowo, S.Tr.K., M.H.; Ilham Urane Aziz, S.Tr.K., M.H., M.Si.; Meddif Wisudawan Bima Sakti Kusnan, S.Tr.K., M.Si.; dkk.

20. Viktimologi Siber Indonesia — Dr. Supardi Hamid.

21. Memahami Polmas — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.

22. Polmas Kontemporer — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.

23. Radikalisme, Terorisme, dan Deradikalisasi: Teori, Kebijakan, dan Praktik Penanggulangan Terorisme di Indonesia — Kombes Pol. Dr. Didik Novi Rahmanto, S.I.K., M.H.; Komjen Pol. (Purn.) Prof. Dr. Petrus Reinhard Golose, M.M.

24. Ilmu Kepolisian — Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto, M.Si.

25. Teori Kepolisian — KBP. Dr. Tagor Hutapea, S.I.K., M.Si.

26. TI dan Komunikasi Kepolisian — Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, M.Si.; Dr. Jarot.

27. Seminar Usulan Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah — Prof. Dr. Ilham Prisgunanto, M.Si.

28. Pemolisian Digital: Transformasi di Era Akal Imitasi — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, dkk.

29. Transformasi Polri: Narasi Menuju Realita — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto, dkk.

30. Polisi Muda & Gen Z — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

31. Transformasi Polri: Keselarasan Citra dan Realita — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

32. Paradigma Berpikir Kritis: Persepsi Polwan Cendekia — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

33. Rasio dan Nurani: Catatan Kritis Polisi Cendekia — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

34. Standar Etika Moral Menuju Transformasi Birokrasi Polri — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

35. Pesawat dari Ostrava: Dinamika Pengadaan Pesawat Berbadan Besar P-7301 — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

36. Infinite Noken: Terajut Asa Terisi Harap — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

37. Strukturasi Logistik Polri — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

38. Slog Polri: Struktur Pendukung Dinamika Organisasi — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

39. Interaksi Agensi Struktur Internasional Policing Polri — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

40. Pendekatan Humanis Merebut Hati Papua — Irjen Pol. Dr. Eko Rudi Sudarto.

41. Masyarakat Sadar Wisata — Prof. Dr. Chryshnanda DL, M.Si.; Dr. Susilo Teguh R., M.Si.

42. Kisar Pendidikan — Dr. Susilo Teguh R., M.Si.

43. Jejak dan Modernisasi Lemdiklat Polri — Dr. Susilo Teguh R., M.Si.; Ratna Setyawati, S.H., M.Pd.

44. Teknologi Kepolisian: Automasi dalam Dinamika Keamanan Modern — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.

45. Rasa Bhayangkara Nusantara: Perlindungan Perempuan dan Anak di Era Digital: Strategi Polri dalam Pemberantasan TPPO — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., dkk.

46. Rekrutmen, Meritokrasi, & Teknologi — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.

47. Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K., M.H.; Irjen Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K.

48. Mengawal Pangan Menuai Aman — Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M.; Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si.; Irjen Pol. Dr. Susilo Teguh Raharjo, M.Si.


Wakapolri menekankan agar buku-buku tersebut tidak berhenti sebagai koleksi perpustakaan maupun dokumentasi akademik. Karya-karya itu harus menjadi bahan bacaan, referensi, dan kajian akademis bagi anggota Polri yang sedang bertugas, sehingga pengetahuan yang dibangun di lingkungan akademik dapat memberikan perspektif tambahan dalam menghadapi persoalan nyata di lapangan.


Pembahasan yang dilakukan oleh para ahli dan akademisi juga diharapkan dapat membantu anggota Polri memahami isi buku secara lebih kritis. Dengan demikian, buku tidak hanya dibaca sebagai karya teoritis, tetapi juga dapat dikaitkan dengan pengalaman tugas, kebutuhan organisasi, dan tantangan keamanan yang dihadapi masyarakat.


"Buku-buku ini jangan hanya tersimpan di perpustakaan. Jadikan sebagai bahan bacaan, referensi, dan kajian bagi anggota Polri yang bertugas. Apa yang ditulis oleh para akademisi harus dapat menjadi bekal bagi anggota untuk memahami persoalan secara lebih mendalam dan mengambil langkah yang semakin tepat,” ujar Wakapolri.


Menurutnya, hubungan antara pusat studi dan satuan kerja harus terus diperkuat. Persoalan yang ditemukan anggota di lapangan dapat menjadi bahan penelitian, sementara hasil penelitian dapat kembali digunakan untuk memperbaiki kebijakan dan praktik kepolisian.


"Persoalan di lapangan dikaji secara ilmiah, hasil kajiannya menjadi pengetahuan, kemudian pengetahuan itu kembali digunakan untuk memperbaiki praktik kepolisian. Siklus inilah yang harus terus kita bangun,” katanya.


Peresmian pusat-pusat studi di lingkungan PTIK sendiri menjadi bagian dari penguatan ekosistem akademik Polri. Pusat studi diarahkan menjadi wadah riset dan diskusi akademik sekaligus ruang pengembangan ilmu kepolisian untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.


Keberadaan 48 buku tersebut menjadi salah satu penanda bahwa transformasi Polri juga berlangsung melalui transformasi pengetahuan.


Buku menjadi ruang untuk menyimpan pengalaman, menguji gagasan, mendokumentasikan penelitian, membaca perubahan sosial, sekaligus menawarkan perspektif baru bagi pengembangan kebijakan kepolisian. Sementara itu, forum bedah buku yang melibatkan para ahli dan akademisi menjadi ruang untuk memperdalam, mengkritisi, dan mengembangkan gagasan yang terkandung di dalamnya.


Karena itu, Pusat Studi Kepolisian didorong untuk terus memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, akademisi, praktisi, lembaga pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Semakin banyak persoalan yang dikaji secara ilmiah dan semakin banyak karya yang dibedah secara kritis, semakin besar pula peluang lahirnya kebijakan yang tepat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.


"Empat puluh delapan buku ini bukan titik akhir. Ini adalah awal dari tradisi yang harus terus hidup. Kita ingin semakin banyak penelitian, semakin banyak buku, semakin banyak gagasan, dan semakin kuat hubungan antara ilmu kepolisian dengan kebutuhan masyarakat,” tegas Wakapolri.


Ia menambahkan, kekuatan institusi kepolisian di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan operasional, tetapi juga oleh kemampuan membangun pengetahuan dan mengubah pengetahuan tersebut menjadi tindakan yang bermanfaat.


"Ilmu harus bermuara pada kemanfaatan. Pengetahuan yang kita bangun harus membantu Polri menjadi semakin profesional, modern, humanis, adaptif, dan semakin dipercaya masyarakat,” pungkasnya.


Dengan demikian, 48 buku tersebut bukan sekadar daftar judul. Buku-buku itu menjadi bagian dari jejak intelektual Pusat Studi Kepolisian dalam upaya guna membangun tradisi bahwa setiap persoalan dapat dipelajari, setiap pengalaman dapat menjadi pengetahuan, setiap gagasan dapat diuji melalui forum akademik, dan setiap pengetahuan harus kembali memberi manfaat bagi masyarakat.


Dari ruang akademik lahir pengetahuan. Dari lapangan lahir persoalan. Para ahli dan akademisi membantu menguji serta memperkaya gagasan. Pusat Studi mempertemukan semuanya untuk membangun pemolisian yang semakin ilmiah, profesional, humanis, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

SURABAYA – Peredaran narkotika dengan memanfaatkan media sosial kembali menjadi perhatian Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim mengamankan seorang pemuda berinisial N.M.R. (23) dalam peredaran narkotika jenis ganja kering.

Dari pengungkapan tersebut, Polisi menyita delapan klip plastik berisi ganja kering dengan berat keseluruhan 41,8 gram. Dan sejumlah barang bukti lain yang berkaitan dengan aktivitas peredaran juga turut diamankan.

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Adik Agus Putrawan membenarkan pengungkapan perkara tersebut kita lakukan pada Rabu, (5/8) di wilayah Banyu Urip Kidul, Sawahan, Kota Surabaya.

"Saat kami lakukan penggeledahan, menemukan delapan klip plastik berisi ganja kering dengan berat 41,8 gram, yang di simpan dibawah meja kamar tersangka," tutur AKP Adik, pada Rabu (02/9/2026).

Selain ganja kering, Polisi juga mengamankan sebuah timbangan berwarna hitam, satu pak kertas papir, serta satu unit HP untuk transaksi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka N.M.R. mendapatkan ganja tersebut melalui transaksi media sosial Instagram (IG).

"Pelaku membeli sebanyak 11 klip ganja kering dengan nilai transaksi Rp1 juta. Pembayaran dilakukan melalui transfer." kata AKP Adik.

Setelah pembayaran dilakukan, tersangka kemudian mengambil paket ganja yang ditempatkan menggunakan sistem ranjau di kawasan wilayah Karah, Surabaya.

Paket tersebut, menurut keterangan AKP Adik, diletakkan di pinggir jalan, tepatnya di bawah sebuah batu dan dibungkus menggunakan kantong plastik.

Berdasarkan pengakuan pelaku, ganja tersebut ditawarkan kembali dalam dua ukuran. Untuk klip berukuran sedang, tersangka disebut memasang harga sekitar Rp210 ribu, sedangkan klip berukuran kecil sekitar Rp110 ribu.

Penjualan tidak dilakukan dalam jumlah yang tetap setiap harinya. Transaksi disebut bergantung pada adanya pesanan dari pembeli.

Penyidik menerapkan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sebagaimana ketentuan pidananya telah disesuaikan melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (*)
SIDOARJO - Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Christian Tobing turun langsung memantau kondisi kesehatan ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Kecamatan Tanggulangin, yang mengalami gangguan kesehatan diduga setelah mengonsumsi makanan, Selasa (1/9/2026).

Kapolresta Sidoarjo turut bersama Bupati Sidoarjo melakukan pengecekan ke sejumlah rumah sakit tempat para santri mendapatkan perawatan medis, di sejumlah rumah sakit diantaranya RSUD R.T. Notopuro dan RSI Siti Hajar.

Dalam kunjungannya, Kombes. Pol. Christian Tobing menyempatkan diri berkomunikasi langsung dengan para santri yang sedang menjalani perawatan dan memberikan dukungan kepada orang tua santri.

"Semoga segera pulih dan sehat kembali. Kami pastikan aman dan tim medis telah melakukan penanganan secara maksimal," kata Kombes. Pol. Christian Tobing.

Selain memberikan semangat kepada para santri, Kapolresta Sidoarjo juga mengimbau para orang tua agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya atau hoaks.

Menurutnya, Polresta Sidoarjo bersama pemerintah daerah dan tenaga kesehatan, serta pihak terkait, terus melakukan langkah-langkah penanganan guna memastikan proses pelayanan medis terhadap para santri berjalan aman dan lancar.

Polresta Sidoarjo juga memastikan pengamanan dilakukan sejak proses evakuasi para santri dari lokasi Pondok Pesantren Manbaul Hikam hingga tiba di sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

"Alhamdulillah, semua santri yang dirawat di sejumlah rumah sakit telah tertangani dengan cepat dan baik, jadi tidak sampai ada korban meninggal dan saat ini seluruh santri sedang dalam perawatan pemulihan kesehatan,"pungkas Kombes Pol. Christian Tobing.

Di lokasi terpisah, Kasi Humas Polresta Sidoarjo, AKP Tri Novi Handono mengatakan, hingga pukul 09.00 waktu setempat, kondisi kesehatan para santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang dirawat sudah membaik dan sebagian sudah diperbolehkan pulang.

"Ada 420 orang dari total 505 santri telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit seiring membaiknya kondisi kesehatan mereka. Sementara yang masih dalam perawatan di rumah sakit ada 65 orang dan observasi 20 orang,"ujar AKP Novi. 

Sementara itu, proses penyelidikan dan pengujian sampel makanan oleh laboratorium dinas terkait masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut. 

AKP Novi kembali mengingatkan, agar masyarakat tenang dan tidak membuat maupun menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya.

"Kami imbau masyarakat dan pihak keluarga santri mohon tidak membuat maupun menyebarkan informasi yang berlebihan dan belum tentu kebenarannya," pungkas AKP Novi.(*)
MALANG - Satlantas Polres Malang Polda Jawa Timur melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah titik yang masuk kawasan rawan kecelakaan atau blackspot serta lokasi rawan gangguan lalu lintas (troublespot). 

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan kecelakaan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan di dua lokasi, yakni titik blackspot di sekitar Pos Polisi Lawang dan titik troublespot di wilayah Kepuharjo, Kecamaan Karanploso.

Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska mengatakan pemantauan dilakukan untuk mengetahui kondisi nyata di lapangan, termasuk faktor jalan, lingkungan, perlengkapan jalan hingga situasi arus lalu lintas yang berpotensi memicu kecelakaan atau gangguan lalu lintas.

"Monitoring ini sebagai upaya pencegahan. Kami melihat langsung kondisi jalan, lingkungan, perlengkapan jalan dan situasi lalu lintas untuk mengetahui faktor yang berpotensi memengaruhi keselamatan pengguna jalan," kata AKP Chelvin, Selasa (2/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Satlantas Polres Malang Polda Jawa Timur berkoordinasi dengan Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang serta pemerintah Kabupaten Malang. 

"Hasil pemantauan dan evaluasi menjadi bahan untuk menentukan langkah penanganan dan perbaikan bersama pada lokasi yang memiliki potensi kerawanan," terang AKP Chelvin.

Menurut AKP Chelvin, pemetaan titik rawan penting agar upaya pencegahan tidak hanya dilakukan setelah kecelakaan terjadi namun kondisi yang berpotensi membahayakan pengguna jalan perlu diketahui dan ditangani sedini mungkin.

"Kami bersama instansi terkait terus melakukan evaluasi terhadap titik-titik rawan. Harapannya, potensi kecelakaan bisa dicegah dan masyarakat dapat berkendara dengan lebih aman," ujar AKP Chelvin.

Satlantas Polres Malang Polda Jawa Timur juga mengimbau masyarakat yang melintas di kawasan rawan kecelakaan untuk meningkatkan kewaspadaan, menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan dan tetap mematuhi rambu serta marka lalu lintas.

"Keselamatan harus menjadi perhatian bersama. Pengendara juga kami imbau untuk selalu berhati-hati, tidak memaksakan kecepatan dan mengikuti aturan lalu lintas," pungkas AKP Chelvin.

Sementara itu, Kasihumas Polres Malang AKP M Budiono menambahkan, upaya pencegahan kecelakaan akan terus dilakukan melalui pemantauan dan koordinasi bersama, khususnya pada lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

"Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan dan melaporkan apabila menemukan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan," pungkas AKP Budiono. (*)
Probolinggo - Polsubsektor Kedopok Polres Probolinggo Kota terus melakukan pendampingan kepada petani sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kali ini, petugas melakukan monitoring lahan jagung di kawasan Jalan Barito, Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Dua personel Unit Binmas Polsubsektor Kedopok, yakni Aipda Malik Alawi, S.H. dan Aipda Taufik Hidayat, S.H., turun langsung menyambangi masyarakat.

Selain memantau lahan jagung, petugas juga berdialog dengan masyarakat dan memberikan pembinaan. Dalam kesempatan itu, warga diajak turut mendukung program ketahanan pangan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Kapolsubsektor Kedopok Ipda Hari Dwi Tjahjono, S.H. mengatakan kegiatan monitoring tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat.

"Kami tidak hanya melakukan monitoring perkembangan lahan, tetapi juga membangun komunikasi dengan para petani. Jika ada kendala terkait pertanian, masyarakat dapat menyampaikannya kepada Bhabinkamtibmas untuk kemudian dikoordinasikan dengan penyuluh pertanian," ujar Hari.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat diperlukan agar program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik. Polri juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga situasi kamtibmas di lingkungan sekitar.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Apabila terdapat gangguan kamtibmas maupun persoalan di bidang pertanian, segera berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas," imbuhnya.

Kegiatan sambang dan monitoring tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat kemitraan antara Polri dengan masyarakat. Dari hasil kegiatan, situasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif.