TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
KOTA MOJOKERTO – Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat
sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban, Polres Mojokerto Kota Polda
Jatim menggelar kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas bersama berbagai elemen
masyarakat, Kamis (09/04/2026).
Kegiatan Silaturahmi Sabuk Kamtibmas ini sebagai wujud nyata
komitmen Polres Mojokerto Kota Polda Jatim dalam membangun kemitraan dengan
masyarakat demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif
Dihadiri langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota AKBP Herdiawan
Arifianto didampingi Wakapolres Kompol Jalaludin, S.H., para Pejabat Utama
(PJU), Sabuk Kamtibmas diikuti puluhan perwakilan masyarakat mulai dari ojek
online, tukang parkir, tukang becak dan pedagang kaki lima.
Kapolres Mojokerto Kota mengatakan,terciptanya situasi yang aman
dan kondusif di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota tidak lepas dari peran
serta masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat
yang telah hadir dan yang selama ini turut membantu dalam menjaga Kamtibmas di
wilayah hukum Polres Mojokerto Kota, ” ujar AKBP Herdiawan.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang
berkelanjutan antara kepolisian dan masyarakat.
Ke depan, pihaknya akan membentuk grup komunikasi berbasis
WhatsApp sebagai sarana berbagi informasi terkait kamtibmas secara cepat dan
efektif.
“Partisipasi aktif dari ojek online, tukang parkir, tukang becak,
pedagang kaki lima, hingga warga sangat penting dalam menjaga keamanan
sehari-hari," tambahnya.
Ia juga berharap sinergi ini terus terjalin, sehingga setiap
potensi gangguan kamtibmas dapat segera diantisipasi bersama.
Sebagai bentuk kepedulian, kegiatan juga diisi dengan pemberian
tali asih kepada para peserta yang hadir.
Jakarta - Sebanyak 21 personel Korps Brimob Polri dipercaya
memperkuat Tim Nasional Indonesia dalam ajang bergengsi 6th FAI World Cup
Indoor Skydiving yang digelar pada 9–11 April 2026 di Lesquin, Lille, Prancis.
Keikutsertaan ini menjadi wujud kontribusi Polri dalam mengharumkan nama
Indonesia di kancah olahraga dirgantara internasional sekaligus menunjukkan
profesionalisme personel Brimob di bidang olahraga ekstrem.
Kejuaraan dunia tersebut diikuti oleh 24 negara yang siap bersaing
di berbagai kategori, yakni 4-Way FS Open yang diikuti 26 tim dari 16 negara,
4-Way FS Female sebanyak 14 tim dari 12 negara, serta 4-Way VFS Open yang
diikuti 10 tim dari 8 negara. Ajang tahunan ini mempertemukan atlet indoor
skydiving terbaik dunia dalam disiplin formation skydiving dan vertical
formation skydiving, sehingga menjadi salah satu kompetisi paling prestisius di
cabang olahraga dirgantara.
Ketua Kontingen Timnas Indoor Skydiving Indonesia, Irjen. Pol.
Almas Widodo Kolopaking, menegaskan bahwa partisipasi personel Brimob merupakan
kehormatan sekaligus tanggung jawab besar dalam membawa nama Indonesia di
panggung global.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia
agar Timnas Indoor Skydiving dapat tampil maksimal, menjaga semangat juang,
serta memberikan hasil terbaik untuk Indonesia,” ujar Almas.
Kontingen Indonesia terdiri dari 21 personel gabungan Korps Brimob
Polri yang terlatih dan siap mewakili Indonesia pada sejumlah nomor
pertandingan. Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan
dalam meningkatkan prestasi olahraga dirgantara nasional.
Kejuaraan yang berlangsung di Lille, Prancis ini diharapkan
menjadi momentum untuk memperkuat eksistensi Indonesia dalam kompetisi
internasional serta menginspirasi generasi muda untuk berprestasi di bidang
olahraga dirgantara.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan
(Ditlantas Polda Kalsel) secara resmi meluncurkan operasional Safety Driving
Center (SDC), sebuah fasilitas modern yang dirancang untuk meningkatkan
kompetensi dan etika berkendara masyarakat di wilayah Kalimantan Selatan.
Acara peresmian pada Rabu (8/4/2026) ini dihadiri langsung oleh
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho,
S.H., M.Hum., Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan,
S.I.K., S.H., M.H. dan pejabat utama Polda Kalsel serta jajaran terkait.
Peresmian oleh Kakorlantas Polri ini juga menandai komitmen
bersama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran
lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang lebih baik di Kalimantan Selatan.
Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Adam Erwindi, S.I.K., M.H.,
mengatakan, dalam keterangannya Kapolda Kalsel menjelaskan bahwa kehadiran
pusat pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menekan angka
kecelakaan lalu lintas melalui jalur edukasi.
Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat edukasi berkendara yang
mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kalimantan Selatan.
Kapolda menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolri
serta Kakorlantas Polri atas dukungannya dalam pembangunan SDC di Bumi Lambung
Mangkurat. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi
Kalimantan Selatan dan DPRD Provinsi Kalsel yang telah bersinergi menyukseskan
program yang dibuat oleh Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Dr. M. Fahri
Siregar, S.H., S.I.K., M.H. ini.
"Harapan kami dengan keberadaan SDC di Provinsi Kalimantan
Selatan ini bisa meningkatkan budaya tertib berlalulintas, khususnya kepada
masyarakat di Kalimantan Selatan," ujar Kapolda Kalsel di hadapan awak
media.
Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa fokus utama dari
pengoperasian SDC ini adalah untuk menurunkan tingkat fatalitas kecelakaan.
Dengan pelatihan dan edukasi yang terstandarisasi di SDC, masyarakat diharapkan
memiliki keterampilan berkendara yang lebih baik serta kesadaran hukum yang
tinggi saat di jalan raya.
Safety Driving Center Polda Kalsel menjadi sarana bagi masyarakat
untuk belajar teknik berkendara yang aman dan benar, membentuk karakter
pengendara yang disiplin dan patuh pada aturan lalu lintas.
Selain itu juga untuk menekan jumlah kecelakaan lalu lintas,
terutama yang mengakibatkan korban jiwa. Polda Kalsel akan terus berkoordinasi
dengan Korlantas Polri untuk pengembangan program-program SDC ke depannya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama Kakorlantas Polri Irjen
Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. menyampaikan bahwa fasilitas ini bukan
sekadar tempat ujian, melainkan pusat edukasi bagi pengemudi agar memiliki
keterampilan teknis yang mumpuni sekaligus kesadaran hukum yang tinggi saat di
jalan raya.
Kakorlantas berharap Peluncuran ini dapat menjadi titik balik
dalam menciptakan ekosistem jalan raya yang lebih aman di Kalimantan Selatan.
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas
otomotif, hingga instansi terkait untuk memanfaatkan fasilitas ini guna
memastikan setiap pengemudi yang turun ke jalan adalah pengemudi yang
bertanggung jawab.
Dengan diresmikannya Safety Driving Center ini, Ditlantas Polda
Kalsel mempertegas slogan "Utamakan Keselamatan sebagai Kebutuhan"
bagi seluruh warga Banua.
KOTA PASURUAN — Penutupan total Jalan Ir H Juanda Kota Pasuruan
resmi diberlakukan mulai Rabu (08/04/2026).
Kebijakan ini dilakukan sebagai dampak dari pembongkaran Jembatan
Bok Wedi yang terletak di Jalan Raya Ir H Juanda, Kelurahan Blandongan,
Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, menjadi akses vital bagi masyarakat.
Oleh karena itu, penutupan sementara ruas jalan ini berdampak
cukup signifikan terhadap mobilitas kendaraan, baik dari dalam kota maupun luar
daerah.
Menyikapi hal tersebut, Satlantas Polres Pasuruan Kota Polda Jatim
menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan arus kendaraan ke sejumlah
jalur alternatif yang dinilai mampu menampung volume kendaraan selama proses
pembongkaran berlangsung.
Untuk kendaraan dari arah timur, arus lalu lintas dialihkan
melalui jalur Lingkar Selatan Kota Pasuruan.
Pengendara diarahkan melintasi Jalan Raya HOS Cokroaminoto, Jalan
Raya KH Hasyim Ashari, Jalan Raya Untung Surapati, hingga Jalan Raya Gatot
Subroto sebagai jalur penghubung utama.
Sementara itu, kendaraan dari arah barat, khususnya dari Jalan
Raya Ir Soekarno Hatta, dialihkan melalui Jalan Raya Balaikota, dilanjutkan ke
Jalan Raya dr Wahidin Sudiro Husodo, kemudian menuju Jalan Raya KH Hasyim
Ashari hingga tersambung ke Jalan Raya HOS Cokroaminoto.
Pengalihan arus ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan
akibat penutupan total ruas Jalan Ir H Juanda.
Selain itu, langkah ini juga menjadi upaya preventif guna
meminimalisir potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi
pekerjaan.
Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan,
mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis
untuk melakukan pengaturan lalu lintas serta membantu mengarahkan pengguna
jalan.
“Kami telah menempatkan anggota di lapangan serta memasang
rambu-rambu petunjuk arah. Kami mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi
arahan petugas demi kelancaran dan keselamatan bersama,” ujar AKP Amrullah
Setiawan, Rabu (8/4/26).
Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk menyesuaikan waktu
perjalanan dan memanfaatkan jalur alternatif yang telah ditentukan.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas ini, diharapkan situasi arus
kendaraan tetap kondusif selama proses pembongkaran Jembatan Bok Wedi
berlangsung.
Jakarta – Pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini
dinilai berjalan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Polri
dalam mengelola lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama
pelaksanaan Operasi Ketupat.
Selama periode operasi yang berlangsung selama 13 hari, Polri
dinilai mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang
optimal. Tidak hanya memastikan kelancaran arus lalu lintas, Polri juga dinilai
berhasil menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.
Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia,
Edi Saputra Hasibuan, menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan
komitmen Polri dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Keberhasilan melancarkan arus mudik dan balik Lebaran ini
menunjukkan bahwa Polri hadir memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Polri mampu memberikan pelayanan yang nyaman, cepat, dan responsif sehingga
masyarakat merasa aman selama perjalanan,” ujar Edi.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Polri di berbagai titik
pengamanan dan pelayanan memberikan dampak signifikan terhadap persepsi publik.
Menurutnya, masyarakat merasakan langsung kecepatan respons dan kesiapsiagaan
petugas di lapangan.
“Yang dirasakan masyarakat adalah Polri hadir memberikan pelayanan
yang cepat dan membuat masyarakat merasa nyaman. Hal ini menjadi indikator
penting keberhasilan Operasi Ketupat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan operasi,
Polri juga mendapatkan banyak tanggapan positif dari masyarakat. Hal ini
mencerminkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian
dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
“Dalam 13 hari pelaksanaan Operasi Ketupat, Polri banyak
mendapatkan respons positif dari masyarakat. Ini menjadi catatan baik dan harus
terus dipertahankan ke depan,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Polri diharapkan terus meningkatkan
kualitas pelayanan publik, khususnya dalam pengamanan momen-momen besar yang
melibatkan mobilitas masyarakat secara masif seperti arus mudik dan balik
Lebaran.
Jakarta — Pusat Polisi Militer (POM) TNI bersama POM Angkatan dan
Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri menggelar Coffee Morning &
Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H sebagai langkah memperkuat sinergitas dan
soliditas antar institusi.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi
dan koordinasi antara TNI dan Polri di tengah dinamika tugas yang semakin
berkembang.
Dalam sambutannya, Danpuspomad menegaskan bahwa kebersamaan yang
terjalin selama ini harus terus dijaga dan diperkuat, khususnya dalam membangun
komunikasi serta kesamaan langkah dalam pelaksanaan tugas di lapangan.
Sementara itu, Kadivpropam Polri menyampaikan bahwa dinamika
geopolitik global dan perkembangan situasi yang cepat menuntut kesiapan seluruh
elemen negara untuk selalu adaptif dan responsif.
Menurutnya, TNI dan Polri memiliki peran strategis sebagai pilar
utama dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus sebagai pelaksana kebijakan
pemerintah.
“Dalam perspektif masyarakat, TNI dan Polri merupakan satu
kesatuan yang merepresentasikan negara, sehingga sinergitas yang solid menjadi
kunci dalam menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara POM TNI dan
Propam Polri semakin kuat, tidak hanya dalam hubungan kelembagaan, tetapi juga
dalam implementasi di lapangan.
Dengan soliditas yang terus diperkuat, TNI–Polri diharapkan mampu
menjaga stabilitas nasional sekaligus menghadirkan rasa aman dan kepercayaan di
tengah masyarakat.
Jakarta - Sebanyak 85,3 persen pemudik menyatakan puas terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 berdasarkan survei nasional yang dirilis Indikator Politik Indonesia. Capaian ini dipandang bukan sekadar statistik tahunan, melainkan gambaran nyata pengalaman publik dalam menghadapi salah satu mobilitas terbesar di dunia.
Dalam skala pergerakan jutaan orang lintas wilayah dalam waktu singkat, tingkat kepuasan tersebut menjadi indikator konkret bahwa sistem pengamanan dan pelayanan berjalan efektif. Keberhasilan ini dinilai lahir dari pendekatan terukur, terintegrasi, serta berbasis sistem yang kuat.
Mudik Lebaran selama ini dikenal bukan hanya tradisi sosial, tetapi fenomena nasional dengan kompleksitas tinggi. Lonjakan kendaraan, kepadatan jalur utama, potensi kecelakaan, hingga gangguan distribusi logistik menjadikan momentum ini sebagai ujian kapasitas negara. Dalam situasi tersebut, kegagalan pengelolaan bukan hanya berdampak pada kemacetan, tetapi berpotensi memicu gangguan stabilitas yang lebih luas. Karena itu, kelancaran dan keamanan mudik dipandang sebagai indikator kemampuan negara mengelola tekanan publik secara langsung.
Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni Ikatan Alumni ITB, Haidar Alwi, menilai kepuasan publik pada momentum mudik tidak dapat dilihat sekadar sebagai ukuran pelayanan, tetapi refleksi kualitas sistem negara dalam mengelola mobilitas sosial berskala besar.
“Dalam sistem modern, pergerakan manusia dalam jumlah besar adalah ujian kapasitas negara yang paling nyata. Ketika mobilitas dapat dikelola secara aman, lancar, dan terkendali, itu menunjukkan adanya integrasi antara kebijakan, data, dan eksekusi di lapangan. Kepuasan publik dalam konteks ini bukan sekadar persepsi, tetapi cerminan dari sistem yang bekerja secara utuh,” tegas Haidar Alwi.
Ia menekankan, tanpa memahami mudik sebagai sistem kompleks, angka kepuasan 85,3 persen mudah dianggap sebagai capaian biasa. Padahal di baliknya terdapat struktur pelayanan terintegrasi yang mencakup pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga kehadiran negara di titik-titik krusial perjalanan masyarakat.
Survei tersebut juga menampilkan indikator turunan yang memperkuat kualitas pelayanan di lapangan. Sebanyak 84 persen pemudik puas terhadap posko pelayanan kepolisian yang berfungsi sebagai pusat informasi, pengamanan, sekaligus ruang istirahat masyarakat. Selain itu, 77,6 persen responden menyatakan puas terhadap rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contraflow yang diterapkan secara dinamis untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Di sisi lain, 81,7 persen responden menyatakan puas terhadap ketersediaan bahan bakar, menunjukkan koordinasi lintas sektor berjalan efektif selama periode mudik. Data ini menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan hasil kerja sistem pelayanan yang saling terhubung dan berjalan simultan.
“Pelayanan publik yang efektif tidak ditentukan oleh seberapa banyak kebijakan dibuat, tetapi oleh seberapa tepat kebijakan tersebut menjawab kebutuhan masyarakat. Ketika sistem mampu menerjemahkan kompleksitas menjadi solusi, di situlah kepercayaan publik mulai terbentuk secara rasional,” jelas Haidar Alwi.
Keberhasilan ini juga dinilai tidak terlepas dari arah kebijakan Kapolri Listyo Sigit Prabowo melalui konsep Presisi yang menekankan pendekatan prediktif, responsibilitas, serta transparansi berkeadilan. Dalam kerangka tersebut, kepolisian tidak hanya bergerak reaktif, tetapi mengedepankan kemampuan membaca potensi risiko sebelum berkembang menjadi masalah.
Dengan demikian, Operasi Ketupat 2026 dinilai tidak lagi sekadar operasi rutin tahunan, melainkan model pelayanan publik yang menunjukkan kemampuan institusi negara bekerja secara terukur, terkoordinasi, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.