TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
JEMBER – Polres Jember Polda Jatim terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.
Melalui Satuan Lalu - lintas (Satlantas), Polres Jember Polda Jatim kembali melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, khususnya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknik (spektek) serta kendaraan yang tidak dilengkapi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).
Penindakan ini dilakukan di wilayah hukum Polres Jember Polda Jatim sebagai respons atas keluhan masyarakat terkait kebisingan knalpot brong yang juga sering digunakan balap liar.
Selain itu kendaraan tanpa identitas yang meresahkan pengguna jalan lainnya juga tak luput dari sasaran penindakan petugas.
Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kapolres Jember, AKBP Bobby A Condroputro melalui Kasatlantas Polres Jember AKP Bernardus Bagas Simarmata di Pos Satlantas Polres Jember, Senin (26/1).
AKP Bernardus Bagas Simarmata menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah berkelanjutan untuk menumbuhkan kesadaran berlalu lintas serta memberikan efek jera bagi para pelanggar.
“Penindakan ini kami lakukan untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.," tegas AKP Bagas.
Menurut AKP Bagas, knalpot yang tidak sesuai spesifikasi menimbulkan kebisingan, sementara kendaraan tanpa TNKB menyulitkan identifikasi dan berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas.
Ia menambahkan, hingga sepekan terakhir total kendaraan roda dua yang telah diamankan mencapai 110 unit dengan rincian penindakan yang dilakukan petugas adalah kendaraan tidak sesuai spesifikasi termasuk knalpot brong dan pelanggaran kendaraan tidak dilengkapi TNKB.
"Seluruh kendaraan tersebut saat ini diamankan di Pos Satlantas Polres Jember untuk proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku," terang AKP Bagas.
Polres Jember Polda Jatim mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya pengendara sepeda motor, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan kendaraan sesuai spesifikasi, serta melengkapi surat dan identitas kendaraan demi keselamatan bersama.
"Kami juga mengimbau kepada pemilik bengkel maupun toko variasi motor untuk lebih selektif dalam melayani pembeli khususnya knalpot," ujarnya.
Dengan penindakan tegas namun humanis ini, diharapkan wilayah Kabupaten Jember semakin tertib, aman, dan nyaman bagi semua. (*)
SITUBONDO – Menindaklanjuti arahan Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., personel Polres Situbondo Polda Jatim dan Polsek Jajaran langsung bergerak cepat membantu pemulihan pasca-banjir.
Salah satu kegiatan dilaksanakan personel gabungan Polres Situbondo Polda Jatim bersama Polsek Wilayah Barat turun langsung melaksanakan kerja bakti di Desa Kalianget, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Banyuglugur AKP Teguh Santoso, membersihkan sisa-sisa material banjir yang menggenangi fasilitas umum (Fasum) terutama Masjid dan sarana prasarana publik lainnya.
Selain membersihkan fasilitas umum, personel Polri juga melakukan pengamanan di sekitar lokasi terdampak.
Langkah ini diambil guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar dan aman selama proses pembersihan berlangsung.
AKP Teguh menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolres Situbondo agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama saat terjadi bencana.
"Sesuai arahan pimpinan, kami hadir di tengah masyarakat untuk membantu pemulihan pasca-banjir," ungkapnya di sela memimpin kerja bakti.
Ia mengatakan anggota Polres Situbondo Polda Jatim bersama Polsek jajaran bahu-membahu membersihkan masjid dan sarana umum agar bisa segera digunakan kembali oleh warga.
Dalam kerja bakti tersebut, terlihat sinergi antara anggota Polres Situbondo, Polsek, dan warga setempat.
Mereka bergotong-royong membersihkan lumpur dan sampah yang terbawa luapan air sungai.
Kehadiran aparat kepolisian ini disambut baik oleh warga Desa Kalianget.
Selain mempercepat proses pembersihan, kehadiran petugas juga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang sedang berupaya memulihkan kondisi rumah dan lingkungannya.
Polres Situbondo Polda Jatim terus berkoordinasi dengan Pemerintah untuk menyiagakan personel di titik-titik terdampak banjir guna membantu proses evakuasi maupun pembersihan fasilitas umum hingga kondisi benar-benar kembali normal dan kondusif. (*)
SUMENEP – Guna mengantisipasi aksi balap liar serta menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, Polres Sumenep Polda Jatim gencar patroli dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), pada Minggu (25/1/2026) dini hari.
Patroli tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., sebagai bentuk komitmen pimpinan dalam memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan optimal di lapangan, khususnya pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
Kegiatan patroli menyasar sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Kabupaten Sumenep, antara lain Jl. Raya Sumenep–Pamekasan depan STKIP, Jl. Raya Batuan, Jl. Lingkar Utara, Jl. Diponegoro, serta Jl. Lingkar Barat.
Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel yang terlibat mengikuti apel kesiapan di Mapolres Sumenep.
Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., yang memberikan arahan kepada personel agar melaksanakan tugas secara humanis, profesional, serta mengedepankan keselamatan dalam bertindak.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. menegaskan bahwa kehadirannya secara langsung dalam patroli KRYD tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi kepada personel sekaligus memastikan upaya pencegahan balap liar dapat berjalan efektif.
“Melalui KRYD ini, kami berupaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat terutama pada jam rawan yang diharapkan mampu menekan potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.
Selama pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemantauan, pengaturan lalu lintas, serta penindakan secara persuasif terhadap pengendara yang berpotensi melakukan pelanggaran.
Hingga kegiatan berakhir, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Sumenep Polda Jatim terpantau aman, tertib, dan kondusif. (*)
KEDIRI - Sekali rengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Begitulah yang dilakukan oleh Kapolres Kediri,AKBP Bramastyo Priaji bersama ratusan personel Polres Kediri Polda Jatim pada Minggu (25/1/26) pagi.
Selain menjaga kebugaran fisik dan memperkuat soliditas internal di lingkungan Polres Kediri, kegiatan bersepeda yang diprakarsai Kapolres Kediri itu juga sebagai ajang interaktif dengan warga masyarakat.
Aktivitas pagi di kawasan Kampung Inggris, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, tampak berbeda.
Ratusan personel Polri dan ASN Polres Kediri Polda Jatim mengikuti kegiatan olahraga bersepeda bersama Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji.
Jalur santai dipilih dengan melintasi perkampungan hingga pusat aktivitas masyarakat, sehingga kegiatan berlangsung nyaman dan aman.
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, olahraga bersama menjadi bagian penting dalam menjaga kebugaran sekaligus memperkuat soliditas internal di lingkungan Polres Kediri Polda Jatim.
Ia menyebut, fisik yang prima sangat berpengaruh terhadap kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.
"Melalui olahraga bersama seperti ini, kebugaran tetap terjaga, komunikasi antar personel semakin baik, dan semangat kebersamaan dapat tumbuh secara alami," kata AKBP Bramastyo.
Ia menjelaskan, pemilihan rute Kampung Inggris dengan lintasan datar bertujuan agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tanpa kendala, sekaligus tetap memperhatikan keselamatan dan ketertiban di ruang publik.
"Gowes ini kami rancang sebagai olahraga yang bersifat rekreatif. Jalurnya aman dan ramah bagi semua peserta, sehingga bisa dinikmati bersama tanpa mengganggu aktivitas masyarakat," tambahnya.
Di sela-sela kegiatan, Kapolres Kediri beserta jajaran juga menyempatkan diri berinteraksi dengan warga sekitar.
Selain menyapa, petugas turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kegiatan ini menjadi wujud kedekatan Polri dengan masyarakat sekaligus upaya membangun suasana kerja yang sehat, solid, dan humanis di wilayah hukum Polres Kediri Polda Jatim. (*)
Aceh Tamiang. Hari ini, Minggu, 25 Januari 2026, merupakan hari kedua pelaksanaan kegiatan Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) ke-46 yang diikuti Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Udara (AAU), Akademi Angkatan Laut (AAL), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Salah satu sasaran kegiatan pada hari kedua ini adalah pembersihan di SD Negeri 4 Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang terdampak banjir pada November 2025 lalu. Para Taruna bersama-sama melakukan pembersihan lumpur di ruang-ruang kelas agar sekolah dapat segera digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.
Taruna Akpol, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus, menjelaskan bahwa kondisi lumpur di dalam ruangan sekolah masih cukup tebal sehingga membutuhkan penanganan serius.
“hari ini kami melaksanakan kegiatan di suatu sekolah dasar di Tamiang dan yang kami lakukan adalah membersihkan lumpur yang cukup tinggi di ruang-ruang sekolahan. Kami sekop, kami sapu, dan kami pel supaya ruangan-ruangan ini bisa cepat digunakan kembali oleh anak-anak di SD di Tamiang,” ujar Sultan.
Sementara itu, Taruna Akademi Angkatan Laut, Salsadila Rossa Firllyanti, menyampaikan bahwa proses pembersihan telah berlangsung selama dua hari dan menunjukkan progres yang signifikan.
“Untuk proses pengerjaan sendiri sudah kami lakukan selama dua hari. Progres yang sudah kami lakukan sudah membersihkan beberapa kelas dan sudah bisa dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, untuk beberapa bangunan sudah mulai rapuh, sehingga masih diperlukan pembersihan yang lebih mendalam,” jelasnya.
Melalui kegiatan Latsitardanus ke-46 ini, para Taruna berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang, khususnya dalam pemulihan pascabencana.
“Kegiatan Latsitardanus ke-46 ini kami harapkan dapat membawa dampak baik untuk masyarakat Aceh Tamiang, membangun kembali fasilitas umum, serta membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik,” kata Salsadila.
Senada dengan itu, Sultan Rekha Alfarabbi Firdaus berharap pemulihan pascabencana dapat segera tuntas sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
“Harapan saya, semua kerusakan akibat bencana dapat cepat dipulihkan, sehingga anak-anak bisa segera kembali bersekolah, toko-toko bisa kembali buka, dan aktivitas masyarakat bisa kembali normal secepat mungkin,” tutupnya.
Bandung Barat — Polri melalui Detasemen K9 Unit SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri melaksanakan apel kesiapan dalam rangka perbantuan bencana alam di wilayah hukum Polda Jawa Barat, sebagai bentuk kehadiran negara dan respons cepat dalam misi kemanusiaan pascabencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Apel kesiapan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 26 Januari 2026, pukul 15.00 WIB, bertempat di Mako Ditpolsatwa, sebagai persiapan pelaksanaan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) di bawah Polda Jawa Barat.
Dalam operasi kemanusiaan ini, Den K9 SAR Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri mengerahkan sebanyak 20 personel yang dipimpin oleh IPTU Erasmus selaku Katim K9, didukung oleh tim veteriner, para handler, pelindung, serta pengemudi. Kekuatan ini diperkuat dengan enam ekor satwa pelacak K9, yakni Walet, Ari, Rubin, Dasa, Gyra, dan Sita, yang memiliki keahlian utama dalam pencarian korban meninggal dunia atau cadaver search. Untuk mendukung mobilitas dan efektivitas di medan bencana, tim K9 SAR juga dilengkapi dengan satu unit truk boks dan empat unit kendaraan ransus Navara K9.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengerahan Den K9 SAR merupakan langkah strategis Polri untuk mempercepat proses pencarian korban di medan longsor yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. “Pengerahan Den K9 SAR ini adalah bentuk keseriusan dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan. Seluruh sumber daya kami kerahkan secara maksimal, cepat, dan terukur agar proses pencarian korban dapat berlangsung efektif, sekaligus memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kombes Pol. Hendra.
Berdasarkan data resmi Posko Utama dan Pos DVI hingga Minggu, 25 Januari 2026, pukul 16.35 WIB, dari total 105 laporan orang hilang, tim SAR gabungan telah mengevakuasi sebanyak 25 kantong jenazah, bertambah tiga jenazah utuh dari hasil pencarian terbaru. Dari jumlah tersebut, 11 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 10 jenazah utuh dan satu potongan tubuh. Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), M. Kori (30) yang teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan, AI Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Sementara itu, sepuluh jenazah dan satu bagian tubuh lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem.
Kombes Pol. Hendra Rochmawan menegaskan bahwa Polri akan terus bersinergi dengan TNI, Basarnas, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, serta unsur relawan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi. “Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan. Inilah wujud nyata Transformasi Polri Presisi yang humanis, responsif, dan berorientasi pada keselamatan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar seluruh personel SAR, TNI-Polri, tenaga medis, relawan, serta keluarga korban diberikan kekuatan, keselamatan, dan ketabahan selama proses kemanusiaan ini berlangsung. Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi masih terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip keselamatan personel dan ketelitian dalam setiap tahapan kegiatan.
Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali menyalurkan bantuan kesehatan berupa obat-obatan, bahan medis habis pakai (BMHP), alat kesehatan, serta vaksin tetanus kepada jajaran kepolisian di wilayah barat Provinsi Aceh. Bantuan tersebut didistribusikan melalui jalur darat dan udara guna memastikan kebutuhan medis di lapangan dapat terpenuhi secara cepat dan merata.
Kabagpenum Ropenmas Divhumas Polri Kombes Pol Erdi A. Chaniago mengatakan, pendistribusian bantuan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung kesiapsiagaan pelayanan kesehatan, khususnya bagi personel dan masyarakat di wilayah yang membutuhkan.
“Polri terus berupaya memastikan ketersediaan logistik kesehatan di seluruh jajaran, baik melalui jalur darat maupun udara. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung pelayanan medis serta meningkatkan kesiapsiagaan satuan di wilayah,” ujar Kombes Pol Erdi A. Chaniago.
Bantuan obat-obatan, BMHP, dan alat kesehatan dikirim menggunakan truk box dengan Nomor Polisi BK 8073 GR sebanyak 100 koli untuk Polres jajaran wilayah barat Aceh. Sementara itu, bantuan Vaksin Tetanus Biosat dikirim melalui Helikopter Polri AW 169 Nomor Register P-3307 sebanyak 100 ampul, yang diperuntukkan bagi Sat Brimob Polda Aceh dan Polres Sabang.
Adapun rincian penerimaan bantuan sebagai berikut:
* Polres Subulussalam, Sabtu pukul 08.20 WIB, menerima 13 koli lengkap, terdiri dari obat-obatan dan BMHP sebanyak 12 koli serta 1 unit tiang infus.
* Polres Aceh Singkil, pukul 10.20 WIB, menerima 13 koli lengkap, terdiri dari 12 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Polres Aceh Selatan, pukul 12.30 WIB, menerima 12 koli lengkap, terdiri dari 11 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Sat Brimob Polda Aceh, pukul 16.00 WIB, menerima Vaksin Tetanus Biosat sebanyak 50 ampul @ 1 ml.
* Polres Sabang, pukul 16.00 WIB, menerima
* Vaksin Tetanus Biosat sebanyak 50 ampul @ 1 ml.
* Polres Aceh Barat Daya, pukul 18.15 WIB, menerima 9 koli lengkap, terdiri dari 8 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Polres Nagan Raya, pukul 21.20 WIB, menerima 25 koli lengkap, terdiri dari 24 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
* Polres Aceh Barat, pukul 22.32 WIB, menerima 28 koli lengkap, terdiri dari 27 koli obat-obatan dan 1 unit tiang infus.
Kombes Pol Erdi A. Chaniago menambahkan, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari langkah antisipatif Polri dalam mendukung tugas operasional serta pelayanan kemanusiaan di daerah.
“Dengan distribusi yang tepat sasaran, kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pelaksanaan tugas serta pelayanan kesehatan di wilayah,” pungkasnya.