TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Racing
Postingan Populer
News
BONDOWOSO – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN)
Tahun 2026 dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80, Kapolres Bondowoso
AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo bersama jajaran Forkopimda menghadiri kegiatan Gerakan
Sedekah Oksigen yang digelar di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin,
Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman 1.000 pohon
sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta upaya menjaga
keseimbangan ekosistem di wilayah Bondowoso.
Selain gerakan tanam pohon, rangkaian peringatan HPN 2026 juga
diisi dengan berbagai kegiatan sosial di Rest Area Kampung Kopi Kluncing,
Kecamatan Sumberwringin.
Kegiatan sosial itu berupa santunan anak yatim dan duafa,
pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah yang melibatkan berbagai elemen
masyarakat.
Kehadiran Kapolres Bondowoso bersama Forkopimda dalam kegiatan
tersebut menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan
insan pers.
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Bondowoso Polda
Jatim dalam mendukung kebebasan pers yang profesional, berintegritas, serta
berperan aktif dalam menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat
(kamtibmas).
Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengapresiasi atas peran insan pers yang
selama ini telah menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi
yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.
Menurutnya Pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi dan
mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
"Melalui kegiatan sosial dan gerakan peduli lingkungan ini,
kita ingin memperkuat kolaborasi serta menghadirkan manfaat nyata bagi
masyarakat,” ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan penanaman pohon bukan hanya
simbolis, melainkan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
“Menanam pohon berarti menanam harapan bagi masa depan. Ini adalah
bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan tetap asri, sehat, dan
lestari,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung penuh kebersamaan, diikuti oleh unsur
Forkopimda, insan pers, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Seluruh
rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Momentum peringatan HPN 2026 ini diharapkan semakin mempererat
sinergi antara Polri dan insan pers dalam membangun Bondowoso yang aman, sejuk,
dan berdaya saing.
PEKANBARU – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat
implementasi penegakan hukum berbasis elektronik melalui pengecekan dan
penguatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Kota
Pekanbaru.
Kegiatan asistensi ETLE Tahun Anggaran 2026 ini merupakan bagian
dari komitmen Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen
Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., dalam mendorong transformasi digital
penegakan hukum lalu lintas yang Presisi.
Pelaksanaan kegiatan berada dalam koordinasi dan arahan Dirgakkum
Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H dengan pelaksanaan teknis
dipimpin oleh Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Dwi
Sumrahadi, S.H., S.I.K., M.H., bersama tim.
Menurut Kombes Dwi Sumrahadi, hasil pengecekan di sejumlah ruas
utama Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa perangkat ETLE Statis dalam kondisi
aktif dan berfungsi normal.
Kamera pengawas mampu menangkap pelanggaran secara jelas,
sementara koneksi jaringan serta sistem Back Office ETLE terpantau stabil.
Proses perekaman dan pengiriman data pelanggaran berjalan otomatis
dan real time, tanpa ditemukan kendala teknis maupun kerusakan fisik pada
perangkat.
Monitoring sementara menunjukkan bahwa pelanggaran yang dominan
terekam meliputi tidak menggunakan sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam
saat berkendara, tidak menggunakan helm, serta pelanggaran terhadap marka jalan
dan lampu lalu lintas (APILL).
"Kondisi tersebut menegaskan bahwa ETLE tidak hanya berfungsi
sebagai instrumen penindakan hukum, tetapi juga sebagai sarana edukasi dalam
membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat," jelas Kombes
Pol Dwi Sumrahadi, Rabu (11/2/26).
Selain optimalisasi ETLE Statis, Korlantas Polri juga terus
memperluas distribusi ETLE Mobile Handheld sebagai perangkat penegakan hukum
yang fleksibel dan adaptif di lapangan.
Secara nasional, ketersediaannya saat ini mencapai 394 unit dan
direncanakan akan bertambah pada Tahun Anggaran 2026.
Ditlantas Polda Riau memperoleh alokasi 15 unit untuk memperkuat
efektivitas serta mobilitas penindakan pelanggaran lalu lintas.
Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Kasubdit Dakgar Ditgakkum
Korlantas Polri melaksanakan penyerahan simbolis 15 unit ETLE Mobile Handheld
kepada Ditlantas Polda Riau dalam rangka mendukung kesiapan penegakan hukum
menjelang Operasi Ketupat.
Melalui langkah strategis ini, Korlantas Polri menegaskan
komitmennya untuk menghadirkan sistem penegakan hukum lalu lintas yang modern,
transparan, dan akuntabel, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban,
serta kelancaran lalu lintas di seluruh Indonesia.
JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi
mengimplementasikan Gerakan ASRI (Aktif, Sehat, Ramah, dan Indah) di seluruh
lingkungan Polri sebagai langkah nyata menumbuhkan kebiasaan hidup sehat
sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian
lingkungan kerja.
Atas arahan Kapolri, Polri membentuk Satgas ASRI Polri yang akan
menjadi penggerak utama pelaksanaan program ini secara nasional. Satgas ASRI
Polri dipimpin oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Kalingga Rendra
Raharja selaku ketua sekaligus dirigen pelaksanaan dari tingkat Mabes Polri
hingga jajaran Polda, Polres, dan Polsek di seluruh Indonesia.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan
bahwa kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus
kepedulian terhadap lingkungan kerja.
“Bapak Kapolri ingin menegaskan bahwa ASRI bukan hanya sekadar
slogan. Pesan yang ingin ditegaskan adalah kepedulian terhadap lingkungan perlu
diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari hal-hal sederhana dan dari tempat
kita bekerja setiap hari,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan
tertulisnya, Selasa (11/2/2026).
Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah Polri ini merupakan tindak
lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto pada Taklimat Rapat
Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul
International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rencana
peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan
nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.
Kadivhumas Polri menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis
sebagai teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu,
penerapan prinsip ramah lingkungan harus dimulai dari internal institusi
melalui langkah-langkah konkret.
“Gerakan ASRI bukan sekadar program simbolik, tetapi harus menjadi
kebiasaan dan budaya kerja Polri sehari-hari. Ini sejalan dengan arahan
Presiden agar birokrasi tidak hanya efektif dan melayani, tetapi juga
berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegas Irjen Pol.
Johnny Isir.
Untuk memastikan gerakan ini berjalan efektif, Polri menetapkan
petunjuk arahan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran sebagai berikut:
1. Setiap personel Polri wajib melaksanakan pembersihan lingkungan
kerja satu jam sebelum memulai aktivitas kedinasan, dimulai dari ruang lingkup
terkecil.
2. Setiap satuan kerja wajib melaksanakan kurvei atau kerja bakti
minimal satu minggu sekali di area Mako dan lingkungan sekitarnya.
3. Secara periodik mengajak kelompok masyarakat untuk bersama-sama
membersihkan fasilitas umum sebagai bentuk sinergi Polri dengan masyarakat.
4. Melaksanakan langkah-langkah ramah lingkungan seperti
pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghematan energi dan air, serta
penataan ruang kerja yang hijau dan berkelanjutan.
Kadivhumas Polri juga mendorong para pimpinan di setiap satuan
kerja agar aktif menggerakkan seluruh personel untuk terlibat langsung dalam
kegiatan peduli lingkungan, termasuk kerja bakti, penanaman pohon, serta
pengelolaan sampah yang lebih baik.
Melalui Gerakan ASRI Polri, diharapkan terbangun kesadaran
kolektif seluruh insan Bhayangkara dalam menjaga lingkungan sekaligus
memperkuat citra Polri sebagai institusi yang disiplin, peduli, dan
berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Upaya ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target
pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditekankan oleh
Presiden. Polri siap menjadi contoh terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang
lebih bersih, sehat, dan indah,” pungkas Kadivhumas Polri.
Informasi ini harus segera diketahui masyarakat sebagai wujud
komitmen Polri untuk hadir nyata, berbuat nyata, dan memberi manfaat langsung
bagi lingkungan serta kepentingan publik.
MALANG – Polres Malang Polda Jatim menggelar panen raya Jagung
serentak kuartal I Tahun 2026 sebagai bagian dari Program Ketahanan Pangan,
Selasa (10/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan jagung seluas 8.500 meter
persegi di Desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
Panen raya dipimpin langsung Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat
Resdi dan dihadiri perwakilan Perum Bulog Cabang Malang.
Turut serta pada panen raya tersebut para pejabat utama Polres
Malang, unsur Muspika Gondanglegi, perwakilan dinas pertanian, pemerintah desa,
serta kelompok tani setempat.
AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan, kegiatan panen raya ini
menjadi bentuk nyata keterlibatan Polri dalam mendukung ketahanan pangan
nasional, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.
Ia menegaskan program ini merupakan wujud komitmen Polres Malang
Polda Jatum dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
"Kami ingin memastikan bahwa sektor pertanian tetap produktif
dan petani mendapatkan pendampingan, mulai dari proses tanam hingga panen,”
ujar AKBP Taat Resdi, Selasa (10/2).
Lahan jagung yang dipanen merupakan hasil penanaman jagung
serentak Kuartal IV Tahun 2025 yang digagas Satgas Pangan Polres Malang Polda
Jatim pada Oktober lalu.
Dari lahan tersebut, potensi hasil panen diperkirakan mencapai 6
hingga 8 ton jagung dan direncanakan akan ditampung oleh Bulog.
Kapolres Malang menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah
daerah, Bulog, serta kelompok tani menjadi kunci keberhasilan program tersebut,
sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga pangan di daerah.
“Harapannya, hasil panen ini tidak hanya membantu kesejahteraan
petani, tetapi juga berkontribusi menjaga ketersediaan stok pangan, khususnya
jagung, di Kabupaten Malang,” imbuhnya.
TANJUNGPERAK - Polres Pelabuhan Tanjungperak Polda Jawa Timur (
Jatim) terus memperketat pengawasan terhadap pengendara kendaraan bermotor
melalui rangkaian Operasi Keselamatan Semeru 2026.
Dalam kegiatan terbaru yang digelar di pintu masuk Jembatan
Suramadu, sisi Kenjeran, petugas mengamankan setidaknya Tiga unit sepeda motor
pada Selasa (10/2).
Pemeriksaan yang dilakukan menyasar kelengkapan surat-surat
kendaraan serta kepatuhan pengendara dalam menggunakan perangkat keselamatan.
Dalam razia tersebut, petugas masih menemukan banyak pengendara
yang abai terhadap keselamatan diri.
Berbagai pelanggaran ditemukan, mulai dari tidak membawa surat
kendaraan (STNK/SIM) hingga penggunaan atribut yang tidak sesuai standar
keselamatan.
Salah satu temuan yang mencolok adalah adanya pengendara yang
dihentikan karena hanya mengenakan kopyah tanpa helm.
Terhadap pelanggar jenis ini, pihak kepolisian memberikan teguran
keras dan edukasi di tempat.
Kasi Humas Polres Pelabuhan Tanjungperak, Iptu Suroto, menjelaskan
bahwa penindakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolres Pelabuhan
Tanjungperak untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib secara rutin.
“Selain untuk menertibkan pengendara, pemeriksaan rutin ini juga
bertujuan untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di
wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjungperak ” ujar Iptu Suroto, Rabu (11/2).
Mengenai penyitaan kendaraan, Iptu Suroto mengonfirmasi bahwa hal
tersebut dilakukan karena pemilik tidak mampu menunjukkan dokumen sah
kepemilikan kendaraan saat diperiksa.
Seperti diketahui, Operasi Keselamatan Semeru 2026 dijadwalkan
berlangsung selama 14 hari, yakni mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Operasi tahun ini mengusung tema ‘Terwujudnya Kamseltibcarlantas
yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Operasi Ketupat Semeru 2026’.
Melalui kegiatan ini, Polisi mengedepankan pendekatan peemtif,
preventif dan pepresif.
“Dengan kegiatan ini, diharapkan pengendara roda dua maupun roda
empat lebih tertib. Jangan sampai kelalaian kita merugikan diri sendiri maupun
pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.
JEMBER – Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra menunjukkan
kepedulian sosial dengan mengevakuasi seorang kakek tuna wisma bernama Nalif
Sagunia Ahab, yang diperkirakan berusia hampir 100 tahun, dari kawasan hutan
Jatian Jubung, Kecamatan Sukorambi, Kabupaten Jember, Selasa (10/2/2026).
Kakek Nalif selama ini diketahui hidup dalam kondisi
memprihatinkan.
Ia tinggal di kawasan hutan milik Perhutani dan tidur di bawah
tumpukan sampah tanpa tempat tinggal yang layak.
Kondisi tersebut pertama kali viral melalui media sosial oleh
masyarakat.
Menindaklanjuti viralnya itu, Kapolres Jember menggandeng
komunitas Peduli Sosial dikenal dengan sebutan Pak Purnomo seorang anggota
Polisi juga dari Polres Lamongan yang dikenal masyarakat Indonesia, langsung
mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.
Selanjutnya, kakek Nalif dibawa ke tempat yang lebih aman dan
manusiawi untuk mendapatkan perlindungan serta perawatan yang layak di kediaman
Pak Purnomo.
Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra mengatakan bahwa aksi
kemanusiaan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat,
khususnya bagi warga yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
AKBP Bobby menegaskan, Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan
dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir dengan kepedulian sosial dan
kemanusiaan.
"Kami berharap kakek Nalif bisa mendapatkan kehidupan yang
lebih layak,” ujar AKBP Bobby.
Aksi sosial ini juga menjadi bentuk sinergi antara kepolisian dan
masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan, sekaligus memperkuat peran
Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri Gala
Dinner General Assembly ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) 2026 yang digelar
di Hotel Gran Melia, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa malam
(10/2/2026). Kehadiran Kapolri menjadi bagian dari rangkaian pertemuan tingkat
tinggi konfederasi buruh se-Asia Tenggara yang mempertemukan delegasi pekerja
dari berbagai negara di kawasan.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan ucapan selamat kepada
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena
Wea yang kembali terpilih sebagai Presiden ASEAN TUC. Diketahui, Andi Gani
mendapat dukungan penuh pimpinan konfederasi serikat pekerja ASEAN dan terpilih
secara aklamasi untuk periode terbaru.
“Pada malam hari ini saya ingin menyampaikan ucapan selamat kepada
Bapak Andigani yang kembali terpilih sebagai Presiden ASEAN TUC. ASEAN TUC
merupakan organisasi buruh tingkat ASEAN yang memiliki kurang lebih 20 juta
anggota, sehingga ini merupakan organisasi yang sangat besar dan berpengaruh.
Tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi kita semua, khususnya Indonesia, karena
Bapak Andigani telah terpilih untuk ketiga kalinya,” ujar Jenderal Sigit.
Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden TUC
Asia-Pasifik atas dukungan yang terus diberikan, serta menilai pertemuan
tersebut sebagai momentum penting untuk mempererat silaturahmi antarperwakilan
buruh di kawasan ASEAN.
“Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada
Presiden TUC Asia-Pasifik yang terus memberikan dukungan dan kehadirannya.
Malam ini menjadi malam yang penuh kehangatan karena kita dapat berjumpa dan
bersilaturahmi langsung dengan delegasi-delegasi buruh dari negara-negara
ASEAN,” katanya.
Lebih lanjut, Kapolri mengapresiasi penghargaan yang diberikan
kepada Desk Ketenagakerjaan Polri. Menurutnya, apresiasi tersebut menjadi
motivasi bagi jajaran Polri untuk terus memberikan pendampingan dalam berbagai
persoalan hubungan industrial.
“Kami juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan
kepada Desk Ketenagakerjaan. Apresiasi ini tentu menjadi motivasi bagi Desk
Ketenagakerjaan untuk terus memberikan pendampingan terhadap berbagai
permasalahan hubungan industrial, sekaligus berperan sebagai problem solver
atas persoalan-persoalan yang ada,” jelasnya.
Kapolri menegaskan bahwa seluruh pihak memiliki komitmen yang sama
untuk menjaga hubungan industrial yang harmonis antara pekerja dan perusahaan.
Ia menilai hubungan usaha yang kondusif akan berdampak langsung pada
pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan buruh.
“Yang terpenting, kita semua memiliki komitmen yang sama untuk
menjaga iklim hubungan industrial yang harmonis antara buruh dan perusahaan.
Dengan hubungan usaha yang baik, kita berharap pertumbuhan ekonomi Indonesia
dapat terus meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan buruh pun semakin
terwujud,” pungkas Kapolri.
Sebagai informasi, ASEAN TUC merupakan konfederasi buruh terbesar
di kawasan yang mewakili lebih dari 20 juta pekerja dan berfokus pada advokasi,
perlindungan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan pekerja.

.jpeg)


.jpeg)
