Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

‹
›

Shooting

Racing

News

BLITAR – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Blitar Polda Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung dunia pendidikan sekaligus menjaga moral generasi muda. 

Melalui program unggulan Polisi Peduli Pendidikan (Polidik), Polres Blitar Polda Jatim secara masif menggelar sosialisasi guna membentengi para pelajar dari ancaman kejahatan di era digital.

Kali ini, implementasi program Polidik dilaksanakan oleh satuan fungsi Hubungan Masyarakat (Humas) Polres Blitar dengan menyambangi para pelajar di SMK PGRI Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pemberian edukasi mengenai bahaya judi online (Judol), modus penipuan digital, hingga pentingnya etika dalam bermedia sosial.

Disela-sela kegiatan, Kasi Humas Polres Blitar Aiptu Muheni turun langsung memberikan pemahaman mendalam secara interaktif. 

Para pelajar diajak untuk tidak mudah tergiur oleh tawaran keuntungan instan yang kerap menjadi kedok perjudian dan penipuan online.

Mereka juga diimbau untuk lebih bijak serta bertanggung jawab saat beraktivitas di ruang digital agar tidak menjadi korban maupun pelaku kejahatan siber.

Secara terpisah, Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution, S.I.K., M.H menegaskan bahwa program Polidik ini merupakan langkah preventif strategis Polri untuk menyelamatkan masa depan bangsa dari dampak buruk teknologi.

"Kami dari jajaran Polres Blitar terus berkomitmen dan berupaya keras memerangi praktik judi online serta mencegah berbagai tindak kejahatan siber. Salah satu jalur terbaiknya adalah melalui edukasi dini dan pendekatan langsung ke lingkungan sekolah seperti ini," ujar AKBP Ardhy.

Melalui keberlanjutan program Polisi Peduli Pendidikan ini, Polres Blitar Polda Jatim berharap para pelajar dapat tumbuh menjadi generasi muda yang cerdas, memiliki literasi digital yang baik, serta mampu menyaring informasi secara bijak. 

"Keterlibatan aktif sekolah dan pelajar ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman serta kondusif di wilayah hukum Polres Blitar," pungkas AKBP Ardhy. (*)
KEDIRI – Polres Kediri Polda Jatim resmi mengukuhkan Dai Polri dan Dai Kamtibmas di Pondok Pesantren Nurul Azizah, Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jumat (6/11/2026). 

Langkah ini diambil guna menggelorakan semangat "Polisi Bersama Masyarakat" serta mendukung program "Jogo Omah" (Menjaga Rumah) yang diinisiasi oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono. 

Sinergi strategis dengan tokoh agama ini bertujuan untuk meredam maraknya hoaks, provokasi, dan ujaran kebencian yang berpotensi merusak keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Kediri, AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran para dai merupakan mitra penting dalam menyebarkan pesan persaudaraan, toleransi, dan kepatuhan hukum ke seluruh lapisan masyarakat. 

"Esensi utama dari pengukuhan ini sejalan dengan program Bapak Kapolda Jatim yaitu Jogo Omah, yaitu menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketenteraman lingkungan secara bersama-sama," ujar AKBP Latif usai acara pengukuhan.

Dalam arahannya, Kapolres Kediri meminta para Da'i mengedepankan dakwah yang santun, moderat, dan menyejukkan. 

Pesan tersebut mencakup penguatan tiga pilar persaudaraan, yakni ukhuwah Islamiyah (sesama umat), ukhuwah wathaniyah (sebangsa dan setanah air), serta ukhuwah insaniyah (sesama manusia).

"Harapan kami, para Da'i dapat menjadi pelopor persatuan dan toleransi serta membawa kesejukan melalui dakwah yang santun dan bijaksana, serta jangan sampai menimbulkan perpecahan,” kata AKBP Latif.

Semangat kebersamaan antara Polisi dan masyarakat ini juga diarahkan ke ranah digital. Para Dai didorong memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan konten keagamaan yang edukatif dan inspiratif. 

Gerakan ini diperkuat dengan komunikasi berkala di lapangan bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, serta unsur masyarakat lainnya demi memastikan rasa aman terjaga hingga ke lingkungan terkecil.

“Pengukuhan ini menjadi awal dari amanah dan tanggung jawab untuk menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas AKBP Latif.

Sebagai keberlanjutan program, Kapolres Kediri menginstruksikan Bhabinkamtibmas untuk intens melakukan koordinasi dengan para dai serta melibatkan mereka dalam penyuluhan kamtibmas maupun kegiatan keagamaan lokal. 

Melalui sinergi erat dengan mengusung spirit Jogo Omah dan kedekatan Polisi Bersama Masyarakat, Polres Kediri Polda Jatim optimis stabilitas keamanan dan kerukunan warga di wilayah Jawa Timur, khususnya Kabupaten Kediri, dapat terus terawat dengan baik. (*)
JAKARTA – Polri dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memperkuat kerja sama dalam mencegah dan menangani kejahatan terhadap anak, mulai dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO), kekerasan seksual, hingga penyalahgunaan narkotika.

Penguatan kolaborasi tersebut dibahas dalam pertemuan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan Ketua KPAI beserta jajaran di Mabes Polri, Jakarta. Kedua pihak menekankan pentingnya penegakan hukum yang mengedepankan perlindungan anak, baik sebagai korban maupun dalam upaya pencegahan kejahatan.

Kapolri mengatakan, perlindungan anak menjadi perhatian bersama yang harus dilakukan melalui langkah pencegahan, edukasi, hingga penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan.

“Penanganan khususnya terkait TPPO dan lebih khusus lagi terhadap anak ini menjadi perhatian kita bersama. Kita berupaya bagaimana menjaga dan melindungi anak-anak agar tidak menjadi korban,” ujar Suyudi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (06/11/2026).

Ia menjelaskan, Polri bersama KPAI selama ini melakukan pemetaan terhadap pelaku kejahatan, baik melalui pemantauan di wilayah maupun patroli siber. Upaya tersebut juga diarahkan untuk mengidentifikasi kejahatan terhadap anak di ruang digital, termasuk eksploitasi seksual dan kekerasan.

Menurut Suyudi, penyalahgunaan narkotika juga menjadi ancaman yang perlu diantisipasi karena anak-anak berpotensi menjadi korban penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

“Kita tidak ingin anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa ini menjadi korban atau menjadi objek dari orang-orang atau pelaku kejahatan yang memang menargetkan anak,” tegasnya.

Untuk memperkuat koordinasi, Kapolri menyebut Polri bersama KPAI dan kementerian serta dinas terkait juga membahas kemungkinan pengembangan aplikasi yang dapat menyelaraskan kerja sama antarlembaga. Sistem tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan kasus perlindungan anak secara lebih efektif.

Sementara itu, Wakil Ketua KPAI Dr. Jasra Putra, menyampaikan bahwa kondisi perlindungan anak di Indonesia membutuhkan dukungan penegakan hukum yang memiliki perspektif perlindungan anak. Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi anak korban narkotika, TPPO, kekerasan seksual, serta kekerasan fisik dan psikis.

“Kami mengapresiasi Pak Kapolri yang menyambut masukan-masukan kami mengenai bagaimana mengarusutamakan perlindungan anak dalam penegakan hukum. Beliau juga menyampaikan komitmen terhadap upaya pemberatan hukum bagi para pelaku kejahatan terhadap anak, termasuk pelaku pedofilia,” ujar Jasra.

KPAI berharap perlindungan anak menjadi salah satu perhatian dalam kebijakan dan pelaksanaan tugas Polri, sehingga upaya pencegahan maupun penanganan kejahatan terhadap anak dapat berjalan lebih optimal.

 

MOJOKERTO KOTA – Kepolisian Resor (Polres) Mojokerto Kota, Polda Jawa Timur, berhasil membongkar jaringan produksi dan peredaran oli ilegal di dua lokasi berbeda. 

Lokasi pertama berada di Jalan Bypass KM 2, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sementara lokasi kedua merupakan gudang produksi di Desa Sumberwono, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto.

Keberhasilan pengungkapan kasus ini disampaikan langsung oleh Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Dody Munandar, S.I.K., didampingi Kasat Reskrim AKP Muhamad Kevin Ramadhan dan Kasi Humas IPTU Suhartanto saat konferensi pers pada Jumat (6/11/2026).

AKBP Dody Munandar mengungkapkan bahwa dari hasil operasi tersebut, petugas mengamankan seorang tersangka pria berinisial FR (43), warga Kota Mojokerto, yang diduga kuat sebagai dalang di balik praktik produksi ilegal ini.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, modus operandi yang dilakukan tersangka yakni menyewa gudang untuk dijadikan tempat produksi oli tanpa izin resmi," jelas AKBP Dody.

Dalam menjalankan aktivitasnya, tersangka meracik dan mencampur sejumlah bahan baku untuk menghasilkan produk oli tiruan. Produk tersebut kemudian dikemas sedemikian rupa dan diberi label palsu agar siap diedarkan ke pasaran luas.

Selain mengamankan tersangka, Polisi juga menyita sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP). 

Barang bukti tersebut meliputi 55 jerigen kosong, 1 jerigen berisi oli siap edar, 9 drum bahan oli berwarna kuning, 4 drum bahan oli, 1 tabung LPG ukuran 12 kg, satu unit alat pengaduk (mixer), 10 drum kosong, serta puluhan lembar label stiker dan dokumen laminating palsu serta barang bukti lainya.

Atas perbuatannya, tersangka FR kini harus mendekam di sel tahanan dan terancam dijerat pasal berlapis sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku mengenai perlindungan konsumen dan perindustrian.

Kapolres Mojokerto Kota menegaskan bahwa pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen nyata kepolisian dalam menindak tegas segala bentuk tindak pidana, khususnya praktik produksi ilegal yang merugikan masyarakat luas sebagai konsumen. Ia pun mengimbau masyarakat untuk selalu jeli dalam membeli produk otomotif.

"Apabila masyarakat mengetahui atau mencurigai adanya aktivitas yang melanggar hukum di lingkungan sekitar, segera laporkan melalui layanan bebas pulsa Polri 110 agar dapat langsung kami tindaklanjuti," pungkas AKBP Dody Munandar. (*)


 

TUBAN – Mempererat tali silaturahmi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Polresta Tuban Polda Jawa Timur kembali menggelar kegiatan Subuh Keliling (Suling). 

Kali ini, program yang masuk dalam 100 hari Program Kerja Kapolri tersebut dilaksanakan di Masjid Al-Fajri, Kelurahan Latsari, Kabupaten Tuban, Sabtu (7/11/2026).

Dalam kegiatan ini, Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta Tuban. 

Selain melaksanakan ibadah salat Subuh berjamaah, momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dua arah dan dialog langsung untuk menyerap aspirasi serta keluhan yang berkembang di lingkungan warga.

Salah satu poin penting yang disosialisasikan secara masif dalam dialog tersebut adalah keberadaan layanan Call Center Polri 110. 

Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan menegaskan bahwa Layanan Call Center 110 ini beroperasi penuh selama 24 jam untuk menerima laporan maupun pengaduan. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini secara gratis, baik melalui telepon seluler maupun telepon rumah.

"Ini adalah komitmen kami agar kepolisian dapat memberikan respons secara cepat ketika terjadi situasi darurat atau gangguan kamtibmas di sekitar Anda. Jadi, jangan ragu menghubungi 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian," ujar Kombes Pol Jazuli Dani.

Selain menyosialisasikan layanan darurat tersebut, Kapolresta Tuban juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas krusial.

Ia mengajak jemaah Masjid Al-Fajri untuk meningkatkan kesadaran dalam keselamatan berlalu lintas guna mencegah fatalitas kecelakaan di jalan raya. 

Tak kalah penting, Kapolresta Tuban juga memberikan peringatan keras mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika yang mengancam masa depan generasi muda.

Ia meminta peran aktif seluruh masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing, agar jangan sampai wilayah Tuban menjadi tempat berkembangnya peredaran narkoba

"Apabila mengetahui adanya indikasi mencurigakan terkait narkoba atau potensi gangguan keamanan lainnya, segera informasikan kepada kami," tegasnya.

Melalui konsistensi kegiatan Subuh Keliling ini, Polresta Tuban Polda Jatim berharap hubungan yang harmonis dan sinergis antara Polri dan masyarakat dapat terus terjalin. (*)


 

SURABAYA – Polrestabes Surabaya Polda Jatim menerapkan cara berbeda dalam menyambut Hari Pahlawan 2026. 

Tidak sekadar mengajak warga mengenang jasa pejuang, kepolisian juga menghadirkan aksi nyata lewat pemasangan 1.000 alarm sepeda motor gratis dan pembagian makan siang di Taman Bungkul, Surabaya, Sabtu (7/11/2026).

Program yang digagas Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan keamanan kendaraan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan warga. 

Proses pemasangan alarm dimulai pukul 08.00 WIB, sedangkan pembagian makan siang gratis berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga persediaan habis.

Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Luthfi Sulistiawan mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan kendaraan pribadi.

Langkah ini sangat penting guna mengantisipasi ancaman pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang membutuhkan kewaspadaan bersama.

"Pemasangan alarm motor diharapkan menjadi langkah preventif yang memberikan perlindungan tambahan," ujar Kombes Pol Luthfi.

Kendati demikian, Kombes Pol Luthfi mengingatkan warga agar tetap membiasakan diri memarkir kendaraan di tempat aman dan selalu menggunakan kunci pengaman ganda.

Momentum Hari Pahlawan menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan kini dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap keselamatan sesama. 

Selain pemasangan alarm, penyediaan makan siang menjadi bentuk pendekatan humanis kepolisian guna membuka ruang interaksi yang lebih hangat bersama warga.

Mengingat kuota yang terbatas dan tingginya antusiasme, masyarakat yang ingin berpartisipasi diimbau datang lebih awal untuk mengambil nomor antrean. 

Polrestabes Surabaya Polda Jatim berharap aksi ini memicu warga untuk lebih aktif menjaga keamanan lingkungan dan tidak ragu bekerja sama dengan kepolisian.

Dengan mengusung semangat "Polisi Bersama Masyarakat: Melindungi, Mengayomi, dan Melayani", kegiatan ini diharapkan menjadi wujud pelayanan yang semakin dekat, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Pahlawan.(*)


BONDOWOSO – Dalam rangka mengimplementasikan program prioritas “Polisi Bersama Masyarakat”, Polres Bondowoso Polda Jatim menggelar cangkrukan bersama komunitas ojek online (ojol) se-Kabupaten Bondowoso di Alun-alun RBA Ki Ronggo, Rabu (4/11/2026). 

Langkah ini menjadi wujud kepedulian Polres Bondowoso Polda Jatim sekaligus ajakan bagi driver ojol untuk menjadi mitra aktif kamtibmas dalam menyukseskan program “Jogo Omah” (Menjaga Rumah) yang digagas oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dekananto Eko Purwono.

Acara dihadiri langsung oleh Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., Wakapolres KOMPOL I Gede Suartika, jajaran Pejabat Utama (PJU), serta puluhan pengemudi Grab, Gojek, dan ShopeeFood.

Dalam sambutannya, AKBP Aryo menegaskan bahwa driver ojol memiliki peran strategis di garis depan masyarakat. Mobilitasnya yang tinggi hingga ke pelosok pemukiman menjadikannya mitra potensial kepolisian dalam mengawasi keamanan lingkungan.

"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami hadir untuk merangkul rekan-rekan ojol. Kami mengajak Anda semua menjadi mata dan telinga kamtibmas demi menyukseskan program 'Jogo Omah' Kapolda Jatim," ujar AKBP Aryo.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, Kapolres Bondowoso langsung menampung aspirasi driver terkait kendala lapangan, seperti kemudahan pengurusan SIM, denda pajak kendaraan, hingga dilema menghadapi penumpang yang menolak memakai helm. 

AKBP Aryo menegaskan segera berkoordinasi dengan Satlantas untuk memfasilitasi solusi terbaik bagi komunitas ojol. Ia juga mengingatkan pemanfaatan Call Center bebas pulsa 110 saat darurat.

Kebersamaan tanpa sekat ini diakhiri dengan momen makan nasi kotak bersama secara lesehan. Salah satu pengemudi ojol mengaku sangat mengapresiasi perhatian kepolisian.

"Kami senang karena Polres Bondowoso begitu peduli. Kami tidak hanya didengar keluhannya, tetapi juga dirangkul sebagai mitra untuk menjaga keamanan Bondowoso," ungkapnya.

Melalui sinergi kokoh ini, diharapkan para driver dapat bekerja dengan aman dan nyaman sekaligus berkontribusi aktif menjaga kondusifitas wilayah. (*)