Select Menu

aktual

aktual

Ads

TERKINI

Lorem 1

Technology

Circle Gallery

Shooting

Racing

News

Probolinggo - Polisi menyambangi petani jagung di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo. Selain menyampaikan pesan kamtibmas, polisi mengajak petani mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Kegiatan tersebut dilakukan Bhabinkamtibmas Kelurahan Triwung Kidul Bripka Roni M melalui Unit Binmas Polsek Kademangan, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dalam kegiatan sambang, Bripka Roni berdialog dengan warga yang bekerja sebagai petani jagung. Polisi menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas sekaligus memberikan ruang bagi petani untuk menyampaikan berbagai masukan terkait kondisi pertanian di lapangan.

Kapolsek Kademangan Kompol Suharsono mengatakan Bhabinkamtibmas diharapkan tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan, tetapi juga aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat dalam berbagai kegiatan.

"Kami mengajak para petani untuk terus mendukung program ketahanan pangan. Jika ada kendala atau masukan terkait pertanian, silakan disampaikan kepada Bhabinkamtibmas untuk kemudian dikoordinasikan dengan penyuluh pertanian," kata Suharsono.

Selain membahas pertanian, polisi juga mengingatkan warga agar ikut menjaga keamanan lingkungan. Masyarakat diminta segera memberikan informasi kepada Bhabinkamtibmas apabila mengetahui adanya gangguan keamanan, termasuk tindak kriminalitas 3C, yakni pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan, dan pencurian kendaraan bermotor.

"Kami berharap masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Setiap informasi mengenai gangguan kamtibmas dapat segera disampaikan kepada Bhabinkamtibmas agar bisa ditindaklanjuti," ujarnya.

Kegiatan sambang tersebut sekaligus menjadi sarana mempererat komunikasi antara polisi dan masyarakat di wilayah Triwung Kidul. Dengan komunikasi yang terjalin baik, berbagai persoalan di masyarakat diharapkan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi berjalan aman dan kondusif.


 

Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya menindaklanjuti capaian para penerima Kompolnas Awards 2026 melalui pemberian penghargaan yang mendukung pengembangan karier dan pelaksanaan tugas.

Arahan tersebut disampaikan Kapolri dalam acara Kompolnas Awards 2026, Kamis (17/9/2026). Penghargaan itu diberikan kepada satuan dan personel Polri yang menunjukkan prestasi serta kontribusi nyata dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Kapolri menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Prestasi yang telah ditunjukkan harus memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari institusi agar para penerima dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan capaiannya.

“Penghargaan ini tentunya tidak boleh berhenti pada seremoni. Prestasi yang telah ditunjukkan perlu mendapatkan perhatian dan tindak lanjut dari institusi, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian yang telah diraih,” ujar Kapolri.

Kapolri memerintahkan Astamarena, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, dan Asisten Kapolri Bidang Logistik segera membahas bentuk penghargaan yang dapat diberikan kepada para penerima Kompolnas Awards 2026.

Bagi personel berprestasi, penghargaan dapat diwujudkan melalui pengembangan karier, baik dalam bentuk pendidikan maupun penugasan jabatan yang sesuai. Sementara itu, satuan kewilayahan berprestasi dapat dipertimbangkan memperoleh dukungan anggaran dan peralatan berdasarkan kebutuhan.

“Bagi personel berprestasi, agar dipertimbangkan pengembangan karier melalui pendidikan maupun penugasan jabatan yang sesuai,” kata Kapolri.

Kompolnas Awards 2026 dilaksanakan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penilaian awal, penetapan nominator, pendalaman dan visitasi, hingga penilaian akhir oleh Dewan Juri. Rangkaian tersebut dilakukan untuk memastikan proses penilaian berlangsung objektif dan berbasis bukti.

Pada penyelenggaraan tahun ini, penghargaan tidak hanya diberikan kepada satuan kerja Mabes Polri dan satuan kewilayahan, tetapi juga kepada personel yang menunjukkan kinerja, inovasi, integritas, kepemimpinan, serta kontribusi nyata.

Penilaian terhadap personel mencakup pendekatan People, Planet, Prosperity, Peace, dan Partnership atau 5P. Penghargaan juga mencakup kategori Peacekeeper, personel Satuan Tugas Operasi Daerah Konflik, serta personel Densus 88 Antiteror Polri.

Kapolri berharap inovasi dan praktik terbaik yang melahirkan prestasi tersebut didokumentasikan, dikembangkan, serta diterapkan secara adaptif oleh jajaran lain sesuai karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Para penerima penghargaan diharapkan menjadi teladan bagi satuan kewilayahan maupun personel Polri lainnya, dengan membagikan pengalaman, inovasi, serta praktik terbaik yang telah diterapkan,” tutur Kapolri.

Bagi satuan dan personel yang belum menerima penghargaan, Kapolri meminta momentum tersebut dijadikan bahan evaluasi dan motivasi untuk terus meningkatkan profesionalisme, kualitas pelaksanaan tugas, serta integritas.

Kapolri menegaskan bahwa keberhasilan Polri pada akhirnya tidak hanya diukur dari penghargaan maupun berbagai capaian yang diperoleh, tetapi dari kemampuan institusi memberikan rasa aman, kepastian, dan pelayanan yang semakin baik serta menjaga kepercayaan masyarakat.


 

GRESIK — Ruang tengah rumah Hasim (54) mendadak penuh haru pada Rabu (16/9/2026) siang. Pria yang sehari-harinya mengais rezeki sebagai driver ojek online (ojol) itu kini hanya bisa terduduk. 

Impiannya untuk kembali mengaspal dan mencari nafkah terenggut sementara akibat kecelakaan tragis di Exit Tol Dahanrejo, Kebomas, pertengahan Agustus lalu. 

Kaki dan tangan kanannya terluka parah. Tim medis memprediksi butuh waktu sedikitnya tiga bulan bagi Hasim untuk sekadar bisa melangkah lagi. 

Di tengah bayang-bayang pemulihan yang panjang, beban pikiran Hasim kian berat. Sebagai satu-satunya tulang punggung, ada istri, anak yang baru lulus kuliah, dan si bungsu di pesantren, Hasim kini hanya bisa berharap kesehatannya pulih.

Saat ini Hasim hanya bisa duduk dan tak dapat penghasilan. Untuk bergerak di dalam rumah saja ia harus menyewa kursi roda. 

Namun, solidaritas jalanan dan respons cepat Polres Gresik Polda Jatim mengubah mendung di rumah Hasim menjadi secercah harapan. 

Berawal dari cerita dua rekan ojolnya kepada Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, pintu rumah Hasim tiba-tiba diketuk oleh rombongan para pejabat Polres Gresik Polda Jatim.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie datang membawa senyuman. 

Sebuah kursi roda baru dipasangkan untuk Hasim agar ia tak perlu lagi menyewa. Kejutan tidak berhenti di sana. Sebuah mobil van polisi datang membawa tumpukan barang dagangan, mengisi kembali rak-rak toko kelontong di rumah Hasim yang sudah lama kosong melompong karena kehabisan modal.

"Kami ingin memastikan Pak Hasim tetap memiliki kegiatan produktif dan berpenghasilan dari rumah demi keluarganya, meski sedang dalam masa pemulihan," tutur AKBP Ramadhan Nasution dengan hangat.

Bagi Hasim, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan nafas sambungan hidup. Di balik momen menjelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini, Polres Gresik Polda Jatim menunjukkan bahwa tugas Polisi bukan hanya menjaga ketertiban di aspal jalan raya, tetapi juga hadir membalut luka dan menghadirkan kemanusiaan yang nyata di tengah kesulitan warganya. (*)


 

GRESIK — Ruang tengah rumah Hasim (54) mendadak penuh haru pada Rabu (16/9/2026) siang. Pria yang sehari-harinya mengais rezeki sebagai driver ojek online (ojol) itu kini hanya bisa terduduk. 

Impiannya untuk kembali mengaspal dan mencari nafkah terenggut sementara akibat kecelakaan tragis di Exit Tol Dahanrejo, Kebomas, pertengahan Agustus lalu. 

Kaki dan tangan kanannya terluka parah. Tim medis memprediksi butuh waktu sedikitnya tiga bulan bagi Hasim untuk sekadar bisa melangkah lagi. 

Di tengah bayang-bayang pemulihan yang panjang, beban pikiran Hasim kian berat. Sebagai satu-satunya tulang punggung, ada istri, anak yang baru lulus kuliah, dan si bungsu di pesantren, Hasim kini hanya bisa berharap kesehatannya pulih.

Saat ini Hasim hanya bisa duduk dan tak dapat penghasilan. Untuk bergerak di dalam rumah saja ia harus menyewa kursi roda. 

Namun, solidaritas jalanan dan respons cepat Polres Gresik Polda Jatim mengubah mendung di rumah Hasim menjadi secercah harapan. 

Berawal dari cerita dua rekan ojolnya kepada Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution, pintu rumah Hasim tiba-tiba diketuk oleh rombongan para pejabat Polres Gresik Polda Jatim.

Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama Kasat Lantas AKP Muhammad Hariyazie Syakhranie datang membawa senyuman. 

Sebuah kursi roda baru dipasangkan untuk Hasim agar ia tak perlu lagi menyewa. Kejutan tidak berhenti di sana. Sebuah mobil van polisi datang membawa tumpukan barang dagangan, mengisi kembali rak-rak toko kelontong di rumah Hasim yang sudah lama kosong melompong karena kehabisan modal.

"Kami ingin memastikan Pak Hasim tetap memiliki kegiatan produktif dan berpenghasilan dari rumah demi keluarganya, meski sedang dalam masa pemulihan," tutur AKBP Ramadhan Nasution dengan hangat.

Bagi Hasim, bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan nafas sambungan hidup. Di balik momen menjelang Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 ini, Polres Gresik Polda Jatim menunjukkan bahwa tugas Polisi bukan hanya menjaga ketertiban di aspal jalan raya, tetapi juga hadir membalut luka dan menghadirkan kemanusiaan yang nyata di tengah kesulitan warganya. (*)


 

JEMBER — Jajaran Polres Jember Polda Jatim terus mengintensifkan mitigasi dan patroli di kawasan hutan guna meminimalisir risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). 

Langkah preventif ini kembali ditegaskan melalui aksi patroli gabungan yang digelar Polsek Jelbuk bersama Perhutani di kawasan hutan Petak 73 dan 74, Desa Panduman, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, pada Rabu (16/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian dan pihak Perhutani tidak hanya memantau titik-titik rawan, tetapi juga berdialog langsung dengan masyarakat serta petani kebun yang beraktivitas di sekitar lokasi. 

Petugas mengingatkan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap segala aktivitas yang berpotensi memicu api, mengingat kondisi kemarau panjang telah membuat vegetasi hutan mengering sehingga sangat mudah terbakar.

Sebagai pengingat visual, petugas juga memasang banner imbauan di sejumlah titik strategis yang berisi peringatan tegas agar masyarakat tidak sembarangan menyalakan atau meninggalkan sumber api di dalam kawasan hutan.

Patroli gabungan ini diikuti oleh Kanit Reskrim Polsek Jelbuk Aiptu Arip Sugiarto, Kanit Samapta Aipda Hendro Prasetyo, serta jajaran KRPH Perhutani yang meliputi Budi S. (Jelbuk), Sugeng Hs (Arjasa), dan pihak KRPH Sumbercandi.

Kapolres Jember AKBP Alaiddin, melalui Kapolsek Jelbuk Iptu Irfan Ansori, S.H., menegaskan bahwa keberhasilan pencegahan Karhutla sangat bergantung pada kepedulian dan keterlibatan aktif semua elemen masyarakat.

“Patroli ini merupakan langkah preventif nyata untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang memicu kebakaran,” ujar Iptu Irfan Ansori.

Ia menambahkan, sinergi yang kuat antara kepolisian, Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memastikan kawasan hutan tetap aman dan kondusif sepanjang musim kemarau ini. (*)
MOJOKERTO — Menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Polres Mojokerto Polda Jatim menggelar serangkaian kegiatan sosial dan olahraga bersama komunitas ojek online (ojol) se-Wilayah Mojokerto. 

Acara yang berlangsung hangat ini dipusatkan di Gedung AN Badminton Hall Mojokerto, Rabu (16/9/2026).

Agenda ini dihadiri langsung oleh Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata didampingi Wakapolres Mojokerto dan Kasat Lantas AKP Bernardus Bagas Simarmata yang diikuti jajaran perwira dan personel Satlantas Polres Mojokerto. 

Dalam sambutannya, Kapolres Mojokerto, AKBP Andi Yudha Pranata menyebut keberadaan pengemudi ojek online (ojol) memiliki peran penting dalam membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). 

Mobilitas mereka yang tinggi membuat para driver kerap menjadi pihak pertama yang mengetahui berbagai dinamika di lapangan.

“Karena rekan-rekan driver online ini posisinya selalu di lapangan. Artinya, beliau-beliau ini bisa menjadi perpanjangan tangan kita, mata dan telinga kita di lapangan,”ungkap AKBP Andi.

Kapolres Mojokerto juga mengapresiasi kepada komunitas Ojol yang selama ini telah membantu menjaga Mojokerto sehingga Kamtibmas tetap kondusif.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Bernardus Bagas Simarmata yang menyatakan bahwa para driver ojol adalah mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas.

Sebagai wujud apresiasi kepada para pengemudi ojol, Satlantas Polres Mojokerto membagikan reward berupa fasilitas pembuatan SIM C gratis serta penyaluran bantuan paket sembako.

Tidak hanya itu, para pengemudi ojol juga mendapatkan fasilitas bakti kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan gratis (rikkes). 

"Melalui momentum ini, Satlantas Polres Mojokerto berharap hubungan kemitraan dengan komunitas ojol dapat berjalan kian erat," pungkas AKP Bagas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana efektif untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, serta mengampanyekan pentingnya budaya tertib dan aman berlalu lintas bagi seluruh pengguna jalan. (*)
SURABAYA – Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim menggagalkan peredaran 65,51 gram sabu siap edar di Surabaya. 

Seorang pemuda berinisial FI (26), asal Sampang, Madura, diringkus di sebuah rumah di Jalan Kedinding Lor, Kenjeran, Surabaya, Jumat (14/8/2026) siang.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Adik Agus Putrawan, mengungkapkan bahwa penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan atas keresahan warga. 

Dari tangan tersangka, petugas menyita 10 klip plastik sabu siap edar seberat 65,51 gram bruto yang disimpan dalam tas selempang hitam.

"Tersangka mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang bandar berinisial ADT yang kini berstatus DPO. Transaksi dilakukan langsung di sebuah warung kopi kawasan Jalan Kunti, Surabaya," ujar AKP Adik, Kamis (17/9/2026).

FI mengambil barang haram itu dengan sistem konsinyasi (bayar setelah laku) seharga Rp750 ribu per gram. Oleh tersangka, sabu dipecah menjadi paket hemat (pahe) dan kemasan satu gram. 

Dari bisnis haram yang diakuinya sudah berjalan tujuh bulan ini, FI meraup untung Rp50 ribu hingga Rp500 ribu per gram, dengan total potensi keuntungan mencapai Rp30 juta.

AKP Adik mengungkapkan, dari catatan kepolisian menunjukkan tersangka FI sudah tiga kali menerima pasokan dari ADT sepanjang Juli-Agustus 2026 dengan total pasokan mencapai 120 gram.

Selain narkoba, Polisi menyita dua unit timbangan digital dan satu ponsel milik tersangka. 

Atas perbuatannya, FI dijerat Pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPjunctoUU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. (*)