TERKINI
Lorem 1
Technology
Circle Gallery
Shooting
Pilihan Pembaca
Racing
Postingan Populer
News
BANYUWANGI – Polresta Banyuwangi Polda Jawa Timur kembali
menorehkan sejarah dengan meraih penghargaan Zona Integritas (ZI) Menuju
Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2025, Kamis (11/2/2026)
Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen, integritas, dan
kerja keras seluruh personel dalam mewujudkan pelayanan publik yang
profesional, transparan, dan akuntabel.
Predikat ZI menuju WBBM bukanlah capaian yang instan, melainkan
melalui proses panjang, evaluasi ketat, serta pembenahan berkelanjutan pada
Enam area perubahan, mulai dari manajemen perubahan, penataan tata laksana,
Penataan manajemen SDM, penguatan
akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas
pelayanan publik.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K.,
S.H., M.H., menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja kolektif
seluruh personel serta dukungan masyarakat Banyuwangi.
Kombes Rofiq menegaskan Predikat ZI menuju WBBM ini adalah amanah
sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan
kualitas pelayanan publik,
"Keberhasilan ini bukan hanya milik institusi, tetapi milik
seluruh personel dan masyarakat yang selama ini mendukung serta mengawasi
kinerja kami,” ujar Kombes Pol Dr. Rofiq.
Lebih lanjut, Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa capaian
tersebut bukanlah akhir, melainkan awal untuk terus berbenah.
“Kami berkomitmen untuk tetap konsisten, profesional, dan
transparan dalam memberikan pelayanan.
Ia juga menegaskan, dengan semangat Presisi, Polresta Banyuwangi
Polda Jatim akan terus menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, humanis, serta
bebas dari praktik korupsi.
"Dengan diraihnya penghargaan ini, Polresta Banyuwangi Polda
Jatim bertekad untuk terus menjaga budaya kerja yang bersih dan melayani,
sehingga Polri sebagai institusi yang
modern, profesional, dan terpercaya di tengah masyarakat, " pungkas Kombes
Rofiq.
SURABAYA – Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga,
Keamanan dan Mutu Pangan Polda Jawa Timur (Jatim) menggelar Rapat Koordinasi
(Rakor) dan Penandatanganan Komitmen bersama para pemangku kepentingan di Ruang
Rapat Ditreskrimsus Polda Jatim, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang tersebut dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda
Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing bersama Deputi III Badan Pangan Nasional
(Bapanas) RI Andriko Noto Susanto melalui zoom meeting.
Rakor ini dihadiri unsur internal Polda Jatim, perwakilan instansi
pemerintah dan pelaku usaha pangan, mulai dari Perum Bulog Jatim, Disperindag
Provinsi Jatim, DPMPTSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, hingga sejumlah
perusahaan produsen dan distributor pangan, asosiasi, koperasi, dan paguyuban
peternak di Jawa Timur.
Dalam arahannya, Kombes Pol Roy H.M. Sihombing menyampaikan bahwa
pembentukan Satgas Saber Pangan merupakan tindak lanjut dari perintah Menteri
Pertanian guna memastikan stabilitas harga, keamanan, serta mutu pangan tetap
terjaga.
“Bapak Menteri Pertanian telah memberikan perintah untuk membentuk
Satgas Saber. Kami berharap seluruh pihak yang hadir berkomitmen dalam
pengendalian harga, keamanan, dan mutu pangan di Jawa Timur,” kata Kombes Pol
Roy.
Ia menambahkan, posko Satgas siap memberikan fasilitasi kepada
produsen maupun distributor dalam proses distribusi guna menjamin pasokan yang
aman dan lancar di tengah masyarakat.
“Posko siap memfasilitasi proses distribusi agar pasokan terjamin.
Selain itu, mutu produk yang diproduksi juga harus tetap dipertahankan,”
ujarnya.
Dirreskrimsus Polda Jatim juga menegaskan bahwa Satgas akan
mengedepankan langkah preemtif dan preventif, termasuk kontrol langsung di
lapangan serta penguatan komitmen bersama antarinstansi dan pelaku usaha.
Selain itu, operasi pasar dan penegakan hukum akan dilakukan
secara tegas dan terukur.
“Cara bertindak kami mulai dari preemtif, kontrol langsung di
lapangan, preventif, hingga penegakan hukum. Sanksi bisa berupa teguran,
administrasi, sampai tindak pidana apabila ditemukan pelanggaran,” jelasnya.
Sementara itu, Deputi III Bapanas RI Andriko Noto Susanto
menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam menjaga stabilitas pangan,
khususnya menjelang Ramadan.
“Masing-masing instansi memiliki peran dan tugasnya. Secara umum,
beberapa bahan pokok penting dalam kondisi aman dan ketersediaannya sangat
mencukupi. Hanya pada komoditas cabai rawit yang menunjukkan beberapa kondisi
produksi kurang,” ungkap Andriko.
Ia juga menyampaikan arahan Presiden RI agar harga-harga kebutuhan
pokok yang biasanya mengalami kenaikan menjelang Ramadan dapat dikendalikan dan
tetap stabil.
“Pak Presiden ingin membalik arah. Harga-harga yang biasa naik
menjelang Ramadan diharapkan bisa stabil. Pangan, transportasi, dan energi
menjadi fokus Presiden dalam menjamin stabilitas nasional,” tegasnya.
Melalui rakor dan penandatanganan komitmen ini, Satgas Saber
Pangan Jawa Timur menegaskan keseriusannya dalam mengawal distribusi, harga,
serta mutu pangan, guna memberikan kepastian dan perlindungan bagi masyarakat
menjelang momentum hari besar keagamaan nasional.
JAKARTA – Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi
Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya,
Kamis (12/2/2026). Mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri
sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang
Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan
persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM
Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam
sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan
Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang
modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan
akuntabel.
"Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang
multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota
Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah
dinamika tantangan global yang kian kompleks". Jelas Brigjen Langgeng.
Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut,
Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi
"filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon
pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan
objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh
personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma
subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.
"Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier
melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa
evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan
SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa
Indonesia," ujar Langgeng.
Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari
Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional
mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda
jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.
Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah
menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763
asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan
Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015,
hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi
terbanyak dalam 15 tahun.
Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021
hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi
lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai
bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda
berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal
maupun layanan eksternal.
"Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus
menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam
setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul,
berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Langgeng.
PROBOLINGGO,– Menjelang Bulan Suci Ramadan Tahun 2026, Satgas
Saber Polres Probolinggo Polda Jatim mengintensifkan kegiatan pengendalian dan
pengawasan harga kebutuhan pokok di sejumlah titik strategis, Rabu (11/2/2026).
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana
mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah preventif guna memastikan
stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok tetap aman dan terkendali.
"Hari ini kami melaksanakan pengecekan ketersediaan dan harga
bapokting di Pasar Semampir Kabupaten Probolinggo, Pasar Modern Alfamart, serta
SPBU Kebonagung Kecamatan Kraksaan," ucap Kasat Reskrim.
Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, harga sejumlah komoditas
bahan pokok relatif stabil.
"Dari sisi ketersediaan, stok bahan pokok di Pasar yang kita
datangi terpantau aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang
Ramadhan," tambah AKP Made Kembar.
Ia menyebutkan selain bahan pokok makanan, stok dan pasokan BBM
pun di SPBU Kebonagung terpantau lancar tanpa adanya indikasi kelangkaan.
Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana
menegaskan bahwa secara umum kondisi harga dan stok bahan pokok di wilayah
Kabupaten Probolinggo masih dalam keadaan aman dan stabil.
"Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, kenaikan
tersebut dinilai tidak signifikan dan masih sesuai dengan Harga Eceran
Tertinggi (HET) maupun Harga Acuan Pemerintah (HAP)," tambah AKP Made.
Ia memastikan, hingga saat ini tidak ditemukan adanya praktik
penimbunan ataupun permainan harga oleh pihak tertentu di wilayah hukum Polres
Probolinggo Polda Jatim.
AKP I Made Kembar Mertadana juga memberikan penekanan keras kepada
para pedagang dan distributor agar tidak memanfaatkan momentum Ramadhan untuk
meraup keuntungan berlebihan.
Ia mengingatkan seluruh pedagang agar menjual bahan pokok sesuai
ketentuan HET.
Satgas Saber Polres Probolinggo Polda Jatim bersama instansi
terkait akan terus melakukan pengawasan.
"Apabila ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak tegas
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,”tegas AKP Made.
Ia menambahkan bahwa pengawasan ini bukan semata penindakan,
tetapi juga bentuk perlindungan kepada masyarakat agar daya beli tetap terjaga
serta distribusi bahan pokok berjalan lancar.
“Kami hadir untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah
Ramadan dengan tenang dan khusyuk tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap
lonjakan harga maupun kelangkaan kebutuhan pokok,” kata AKP Made.
Ke depan, Satgas Saber Polres Probolinggo akan terus melakukan
monitoring dan evaluasi secara berkala hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
Sinergi lintas sektoral akan terus diperkuat guna menjaga
stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Probolinggo.
BONDOWOSO – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN)
Tahun 2026 dan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ke-80, Kapolres Bondowoso
AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo bersama jajaran Forkopimda menghadiri kegiatan Gerakan
Sedekah Oksigen yang digelar di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin,
Kabupaten Bondowoso.
Kegiatan tersebut diwujudkan melalui aksi penanaman 1.000 pohon
sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta upaya menjaga
keseimbangan ekosistem di wilayah Bondowoso.
Selain gerakan tanam pohon, rangkaian peringatan HPN 2026 juga
diisi dengan berbagai kegiatan sosial di Rest Area Kampung Kopi Kluncing,
Kecamatan Sumberwringin.
Kegiatan sosial itu berupa santunan anak yatim dan duafa,
pemeriksaan kesehatan gratis, serta donor darah yang melibatkan berbagai elemen
masyarakat.
Kehadiran Kapolres Bondowoso bersama Forkopimda dalam kegiatan
tersebut menjadi wujud nyata sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, dan
insan pers.
Momentum ini sekaligus menegaskan komitmen Polres Bondowoso Polda
Jatim dalam mendukung kebebasan pers yang profesional, berintegritas, serta
berperan aktif dalam menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat
(kamtibmas).
Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo mengapresiasi atas peran insan pers yang
selama ini telah menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi
yang edukatif dan konstruktif kepada masyarakat.
Menurutnya Pers memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi dan
mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas.
"Melalui kegiatan sosial dan gerakan peduli lingkungan ini,
kita ingin memperkuat kolaborasi serta menghadirkan manfaat nyata bagi
masyarakat,” ujar AKBP Aryo Dwi Wibowo.
Ia juga menambahkan bahwa gerakan penanaman pohon bukan hanya
simbolis, melainkan investasi jangka panjang untuk generasi mendatang.
“Menanam pohon berarti menanam harapan bagi masa depan. Ini adalah
bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan tetap asri, sehat, dan
lestari,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung penuh kebersamaan, diikuti oleh unsur
Forkopimda, insan pers, tokoh masyarakat, serta warga sekitar. Seluruh
rangkaian acara berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Momentum peringatan HPN 2026 ini diharapkan semakin mempererat
sinergi antara Polri dan insan pers dalam membangun Bondowoso yang aman, sejuk,
dan berdaya saing.
PEKANBARU – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri terus memperkuat
implementasi penegakan hukum berbasis elektronik melalui pengecekan dan
penguatan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) di wilayah Kota
Pekanbaru.
Kegiatan asistensi ETLE Tahun Anggaran 2026 ini merupakan bagian
dari komitmen Korlantas Polri di bawah kepemimpinan Kakorlantas Polri Irjen
Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., dalam mendorong transformasi digital
penegakan hukum lalu lintas yang Presisi.
Pelaksanaan kegiatan berada dalam koordinasi dan arahan Dirgakkum
Korlantas Polri Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H dengan pelaksanaan teknis
dipimpin oleh Kasubdit Dakgar Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Pol Dwi
Sumrahadi, S.H., S.I.K., M.H., bersama tim.
Menurut Kombes Dwi Sumrahadi, hasil pengecekan di sejumlah ruas
utama Kota Pekanbaru menunjukkan bahwa perangkat ETLE Statis dalam kondisi
aktif dan berfungsi normal.
Kamera pengawas mampu menangkap pelanggaran secara jelas,
sementara koneksi jaringan serta sistem Back Office ETLE terpantau stabil.
Proses perekaman dan pengiriman data pelanggaran berjalan otomatis
dan real time, tanpa ditemukan kendala teknis maupun kerusakan fisik pada
perangkat.
Monitoring sementara menunjukkan bahwa pelanggaran yang dominan
terekam meliputi tidak menggunakan sabuk pengaman, penggunaan telepon genggam
saat berkendara, tidak menggunakan helm, serta pelanggaran terhadap marka jalan
dan lampu lalu lintas (APILL).
"Kondisi tersebut menegaskan bahwa ETLE tidak hanya berfungsi
sebagai instrumen penindakan hukum, tetapi juga sebagai sarana edukasi dalam
membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat," jelas Kombes
Pol Dwi Sumrahadi, Rabu (11/2/26).
Selain optimalisasi ETLE Statis, Korlantas Polri juga terus
memperluas distribusi ETLE Mobile Handheld sebagai perangkat penegakan hukum
yang fleksibel dan adaptif di lapangan.
Secara nasional, ketersediaannya saat ini mencapai 394 unit dan
direncanakan akan bertambah pada Tahun Anggaran 2026.
Ditlantas Polda Riau memperoleh alokasi 15 unit untuk memperkuat
efektivitas serta mobilitas penindakan pelanggaran lalu lintas.
Sebagai bagian dari penguatan tersebut, Kasubdit Dakgar Ditgakkum
Korlantas Polri melaksanakan penyerahan simbolis 15 unit ETLE Mobile Handheld
kepada Ditlantas Polda Riau dalam rangka mendukung kesiapan penegakan hukum
menjelang Operasi Ketupat.
Melalui langkah strategis ini, Korlantas Polri menegaskan
komitmennya untuk menghadirkan sistem penegakan hukum lalu lintas yang modern,
transparan, dan akuntabel, guna mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban,
serta kelancaran lalu lintas di seluruh Indonesia.
JAKARTA - Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi
mengimplementasikan Gerakan ASRI (Aktif, Sehat, Ramah, dan Indah) di seluruh
lingkungan Polri sebagai langkah nyata menumbuhkan kebiasaan hidup sehat
sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian
lingkungan kerja.
Atas arahan Kapolri, Polri membentuk Satgas ASRI Polri yang akan
menjadi penggerak utama pelaksanaan program ini secara nasional. Satgas ASRI
Polri dipimpin oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Pol. Kalingga Rendra
Raharja selaku ketua sekaligus dirigen pelaksanaan dari tingkat Mabes Polri
hingga jajaran Polda, Polres, dan Polsek di seluruh Indonesia.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyampaikan
bahwa kegiatan ini merupakan upaya menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sekaligus
kepedulian terhadap lingkungan kerja.
“Bapak Kapolri ingin menegaskan bahwa ASRI bukan hanya sekadar
slogan. Pesan yang ingin ditegaskan adalah kepedulian terhadap lingkungan perlu
diwujudkan melalui aksi nyata, dimulai dari hal-hal sederhana dan dari tempat
kita bekerja setiap hari,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangan
tertulisnya, Selasa (11/2/2026).
Lebih lanjut disampaikan bahwa langkah Polri ini merupakan tindak
lanjut langsung atas instruksi Presiden Prabowo Subianto pada Taklimat Rapat
Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul
International Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan rencana
peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan
nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan berkelanjutan.
Kadivhumas Polri menegaskan bahwa Polri memiliki peran strategis
sebagai teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu,
penerapan prinsip ramah lingkungan harus dimulai dari internal institusi
melalui langkah-langkah konkret.
“Gerakan ASRI bukan sekadar program simbolik, tetapi harus menjadi
kebiasaan dan budaya kerja Polri sehari-hari. Ini sejalan dengan arahan
Presiden agar birokrasi tidak hanya efektif dan melayani, tetapi juga
berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan,” tegas Irjen Pol.
Johnny Isir.
Untuk memastikan gerakan ini berjalan efektif, Polri menetapkan
petunjuk arahan yang wajib dilaksanakan oleh seluruh jajaran sebagai berikut:
1. Setiap personel Polri wajib melaksanakan pembersihan lingkungan
kerja satu jam sebelum memulai aktivitas kedinasan, dimulai dari ruang lingkup
terkecil.
2. Setiap satuan kerja wajib melaksanakan kurvei atau kerja bakti
minimal satu minggu sekali di area Mako dan lingkungan sekitarnya.
3. Secara periodik mengajak kelompok masyarakat untuk bersama-sama
membersihkan fasilitas umum sebagai bentuk sinergi Polri dengan masyarakat.
4. Melaksanakan langkah-langkah ramah lingkungan seperti
pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, penghematan energi dan air, serta
penataan ruang kerja yang hijau dan berkelanjutan.
Kadivhumas Polri juga mendorong para pimpinan di setiap satuan
kerja agar aktif menggerakkan seluruh personel untuk terlibat langsung dalam
kegiatan peduli lingkungan, termasuk kerja bakti, penanaman pohon, serta
pengelolaan sampah yang lebih baik.
Melalui Gerakan ASRI Polri, diharapkan terbangun kesadaran
kolektif seluruh insan Bhayangkara dalam menjaga lingkungan sekaligus
memperkuat citra Polri sebagai institusi yang disiplin, peduli, dan
berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Upaya ini diharapkan dapat mendukung pencapaian target
pembangunan nasional yang berwawasan lingkungan sebagaimana ditekankan oleh
Presiden. Polri siap menjadi contoh terdepan dalam mewujudkan Indonesia yang
lebih bersih, sehat, dan indah,” pungkas Kadivhumas Polri.
Informasi ini harus segera diketahui masyarakat sebagai wujud
komitmen Polri untuk hadir nyata, berbuat nyata, dan memberi manfaat langsung
bagi lingkungan serta kepentingan publik.
.jpeg)


.jpeg)

.jpeg)